
"Hm, dia datang bertanya padaku Apakah aku menyuruh Citata pergi," ucap Keyla.
Genta yang mendengarkan itu kini merasa terancam bahwa mungkin saja Rion akan berbicara fakta sebenarnya bahwa perempuan itu tidak hamil sehingga Genta dengan cepat menarik Rion keluar dari kamar.
❤️❤️❤️
Rion yang diseret keluar dari kamar akhirnya tersadar, dan setelah pintu kamar tertutup, pria itu menatap Genta, "Aku akan pergi," ucap Rion sembari berbalik untuk meninggalkan tempat itu ketika tangannya tiba-tiba saja dicekal oleh Genta.
Hal itu membuat Rion kembali berbalik menatap pria yang mencekal tangannya, raut wajah pria itu penuh dengan rasa tanya karena tidak mengerti mengapa pria itu terus memarahinya, sementara dia sama sekali tidak mengatakan apapun pada Keyla.
"Kau,, cepat pergi dari sini dan urus perempuan simpananmu!! Dan jangan pernah berpikir untuk datang kemari menemui Keyla, Karena dia sudah memutuskan bahwa dia akan membatalkan pernikahannya denganmu!!!" Tegas Genta.
Rion yang mendengarkan Bagaimana pria di depannya menyebut perempuannya sebagai perempuan simpanannya merasa begitu marah, sehingga dia kemudian mengulurkan tangannya memegang kerah baju pria itu.
__ADS_1
"Jaga ucapanmu!!! Jangan sembarang berbicara!!" Bentak Rion sembari menggertakkan giginya melototi pria di depannya.
Kelakuan pria di depannya benar-benar membuat Genta merasa marah, hingga dia dengan cepat mengulurkan kedua tangannya lalu mendorong pria itu.
"Kau yang jaga kelakuanmu!!! Berani-beraninya kau menghamili wanita lain setelah dijodohkan dengan adikku?! Memangnya kau pikir keluarga kami serendah itu sehingga kau bisa menghina kami?!" Bentak Genta yang benar-benar marah pada pria di depannya.
Meskipun dia senang bahwa akhirnya perjodohan Keyla dengan pria itu telah gagal karena wanita simpanan itu, namun dia juga sangat marah setelah pria itu merendahkan harga diri Keyla dengan masih berhubungan bersama wanita simpanannya setelah dijodohkan dengan Keyla!
Genta berdiri di tempatnya selama beberapa saat memandangi punggung Rion sampai akhirnya pria itu merasa tenang lalu dia kembali masuk ke dalam kamar.
Keyla yang melihat pria itu memperhatikan pakaian kusut pria itu sehingga dia kemudian berkata, "mendekatlah kemari."
Ucapan perempuan itu diikuti oleh Genta dengan mendekat pada pria itu dan dia terkejut ketika Keyla mengangkat tangannya dan merapikan pakaiannya.
__ADS_1
"Apa kau bertengkar dengannya?" Tanya Keyla.
"Hanya pertengkaran kecil, bukan masalah besar," ucap Genta sembari duduk di kursi lalu dia memegangi tangan perempuan itu.
Keyla menganggukkan kepalanya dengan pelan, "Aku tidak ingin ada banyak masalah yang terjadi karena aku, jadi aku berharap kau tidak perlu bertengkar dengannya." Ucap Keyla yang mana kini perempuan itu berusaha sangat bersikap baik pada pria di depannya.
Dia berharap dengan bersikap baik pada pria itu, maka akan membuat pria itu bisa mengontrol dirinya dan tidak tergesa-gesa untuk melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan.
Apalagi tentang keinginan pria itu untuk menikahinya, dia tidak bisa membayangkan ketika pria itu mengatakan tentang hubungan mereka, dia tidak tahu harus berbuat apa menghadapi keluarga angkatnya.
Padahal, dia sangat ingin pria itu menikah dengan perempuan yang disukai oleh pria itu, bukan menikah dengannya hanya karena pria itu ingin terus melampiaskan nafsunya padanya.
Dia merasa begitu rendah di hadapan pria itu namun dia juga merasa tidak berdaya untuk terus melawan.
__ADS_1