
Keyla yang meninggalkan ruangan VIP nomor 07 kini pergi ke ruangannya, lalu perempuan itu duduk di sana sembari memandangi undangan di tangannya yang mana acara untuk undangan itu akan dilaksanakan pada pukul 19.00.
Dia terdiam selama beberapa saat, lalu menyimpan undangan itu ke laci miliknya dan keluar dari ruangan untuk kembali bekerja di dapur.
Perempuan itu bekerja sampai pukul 17.00, setelah itu dia meninggalkan restoran dan kembali ke apartemennya.
Dalam perjalanan ke apartemen, Keyla sesekali menatap ke arah undangan yang dia letakkan di dalam tasnya lalu berpikir.
'Jadi perempuan itu tidak bisa meninggalkannya Karena dia sudah mencintai Rion dan,,, dia akan hidup gelandangan di luar sana Kalau dia sampai dicampakkan oleh Rion? Tapi Rion menolak perjodohan nya denganku, itu artinya pria itu juga mungkin menyukai perempuan itu sehingga dia tidak mau dijodohkan denganku.
'Itu artinya, mereka saling menyukai,,,, yang berarti bahwa aku tidak bisa mengabaikan perempuan itu karena dia akan membatalkan pernikahanku, tapi kalau meskipun aku bisa menangani perempuan itu, Rion juga akan berusaha melakukan sesuatu untuk membatalkan pernikahan kami. Jadi apa yang harus kulakukan supaya pernikahanku tidak batal??' ucap Keyla dalam hati, ia berusaha untuk memutar otaknya supaya dia bisa mendapatkan sebuah cara membuat pernikahannya berjalan dengan lancar.
Tetapi dia juga menyadari bahwa kedua orang itu saling mencintai, dan entah kenapa dalam hatinya dia tidak bisa merusak kebahagiaan kedua orang itu.
"Hah,, Apakah aku terlalu baik? Tapi kalau aku tidak menghancurkan hubungan mereka, maka keluargaku lah yang akan hancur!!!" Ucapkanlah yang kini merasa begitu bingung dan bimbang tentang apa yang harus ia pilih, sebab tentunya dia menghormati setiap orang yang saling menyukai satu sama lain.
Namun perempuan itu juga tidak tega untuk menghancurkan keluarganya sendiri bila saja nanti kakak pertamanya benar-benar mengungkapkan hubungan mereka berdua.
__ADS_1
Maka sembari terus dilema dalam pikirannya, perempuan itu menyetir ke apartemennya hingga ketika dia tiba di apartemen, Dia sangat terkejut mendapati bahwa kakak angkat pertamanya ternyata sudah menunggunya di sana.
"Kau pulang cepat?" Ucap Kayla sembari berjalan cepat melepaskan mantelnya.
"Hm,, aku sudah memesan makanan, Jadi kau tidak perlu repot-repot memasak," ucap Genta sembari memperhatikan Keyla yang langsung masuk ke dalam kamar sementara dirinya yang duduk di sofa masih asyik sibuk dengan pekerjaannya dalam iPad miliknya.
Setelah beberapa saat pria itu duduk, akhirnya Keyla keluar dari kamar, dan perempuan itu juga telah selesai mandi dan berjalan ke arah meja makan yang masih kosong.
"Kapan makanannya datang?" Tanya Keyla sembari menoleh ke arah jam dinding yang mana saat itu sudah menunjukkan pukul 16.00.
"Tunggu sebentar lagi," ucap Genta sembari menghampiri Keyla dan memeluk perempuan itu dari belakang.
"Aku harus keluar bersama seseorang," jawab Keyla dengan santai sembari berbalik menatap pria itu lalu dia mengulurkan tangannya merangkul leher pria itu dan mendaratkan sebuah ciuman di bibir Genta.
"Kalau kau menginginkannya sekarang, maka cepatlah sebelum aku pergi." Kata Keyla yang jelas tahu bahwa saat ini pria itu benar-benar sedang menginginkannya, dan dia tidak mau kalau sampai pria itu menghalanginya untuk pergi, jadi lebih baik mempercepat urusan mereka berdua supaya nanti bisa keluar dengan aman.
Genta yang melihat sikap perempuan di depannya kini tersenyum, lalu dengan satu tarikan Dia kemudian menarik perempuan itu kepelukannya lalu membawa Keyla ke dalam kamar.
__ADS_1
Ding dong!
Ding dong!
Suara Bell apartemen yang ditekan oleh pengantar makanan kini diabaikan oleh mereka berdua, sebab apa yang mereka lakukan saat ini jauh lebih penting daripada menghampiri pengantar makanan itu.
Sampai 30 menit kemudian, baru laki-laki turun dari tempat tidur dan dia buru-buru kembali membasuh tubuhnya kembali berdandan.
"Jam berapa kau pulang?" Tanya Genta yang kini memakai celananya.
"Aku tidak tahu, jadi kau tidur saja duluan," ucap Kayla sembari mengambil tasnya lalu perempuan itu kemudian berjalan keluar bersamaan dengan Genta yang juga keluar.
"Kau tidak makan malam dulu?" Tanya Genta ketika melihat Kayla sudah memakai sepatunya, sementara dia membuka pintu apartemen nya, lalu mengambil makanan yang diletakkan di depan pintu.
"Hm,, jangan khawatir, aku akan makan di luar," kata Keyla seraya berdiri lalu dia kemudian keluar dari apartemen meninggalkan gempa yang terdiam di tempatnya melihat pintu yang telah ditutup oleh Keyla.
'Apakah dia terburu-buru pergi untuk menemui pria itu?' ucap Genta dalam hati yang merasa penasaran kemana perempuan itu sangat buru-buru pergi.
__ADS_1
Jadi dia yang merasa begitu penasaran kemudian meletakkan makanan di tangannya dan dengan cepat mengambil mantelnya lalu turun ke lantai parkiran mengikuti mobil milik Keyla.