Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
133


__ADS_3

Genta yang meninggalkan kolam renang kini tiba di kamarnya, lalu pria itu segera mengambil ponselnya dan melakukan panggilan telepon pada asistennya.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


"Ya Tuan," jawab sang asisten dari seberang telepon.


"Berita yang beredar di internet, Kenapa kau tidak melihatnya dan tidak mencegahnya?!!" Kesal Genta pada pria di seberang telepon.


"Maafkan saya tuan, sekarang saya akan memeriksanya dan menghapus semuanya," jawab sang asisten yang jelas tahu bahwa Genta tidak akan mengurusi sebuah berita Jika Itu Bukan berita yang tidak penting untuk ia urusi.


Setelah melakukan panggilan telepon dengan asistennya, maka genta pun meletakkan kembali ponselnya lalu pria itu mengerutkan keningnya saat ia melihat ponsel istrinya yang terletak di atas meja tampak bergetar.


Maka tanpa menunggu lama, pria itu langsung mengambil ponsel istrinya dan mengerutkan keningnya saat ia melihat sebuah nomor baru mengirim banyak sekali link ke ponsel keyla.


"Siapa orang ini?" Kesal Genta langsung mengambil ponselnya lalu dia memotret nomor ponsel tersebut dan mengirimkannya pada asistennya untuk diselidiki.


Dan setelah mengirimkan gambar tersebut, maka Genta pun langsung menghapus semua pesan yang dikirim oleh nomor tak dikenal, tetapi pria itu masih cemas bahwa pemilik nomor ponsel itu mungkin akan menggunakan nomor lain untuk mengirim beberapa hal lain yang menyakiti istrinya, maka tanpa menunggu lama, Genta pun menonaktifkan ponsel tersebut dan meletakkannya kebawa kolong ranjang.

__ADS_1


Setelah selesai mengurusi ponsel istrinya, maka Genta pun kembali ke kolam renang dan melihat istrinya sedang tertawa terbahak-bahak bersama dengan Barto.


"Ha ha ha....."


"Ha ha ha....."


Genta pun langsung tahu bahwa kedua orang itu pasti membahas tentang film yang di syutingkan oleh Barto hingga dia tidak mengatakan apapun dan hanya berjalan menghampiri mereka sembari duduk di sana memegang ponselnya dengan erat.


"Sayang,," kata Keyla langsung memeluk lengan suaminya sembari lanjut berbicara, katanya, "ternyata Barto pernah mengalami kesialan ketika dia syuting film, katanya dia dipaksa berciuman dengan seorang perempuan yang jelek."


Barto mengganggukan kepalanya, "ya, Aku paling benci dengan adegan seperti itu, tapi aku harus melakukannya karena itu adalah pekerjaanku," ucap Barto ditutup dengan sebuah helaan nafas yang berat menandakan bahwa dia benar-benar tidak menyukai hal seperti itu.


Mereka terus berbincang-bincang sampai ponsel Genta pun berdering karena panggilan dari asistennya.


Maka tanpa berpikir lebih lama, Genta langsung mengangkat panggilan telepon itu sembari berjalan meninjauhi Kayla dan Barto yang sementara berbincang-bincang.


"Katakan!" Perintah Genta pada pria di seberang telepon Sebab Dia tidak mau membuang-buang terlalu banyak waktunya dan ingin langsung masuk pada inti pembicaraan.

__ADS_1


"Alamat IP milik nomor ponsel yang tuan kirimkan itu berasal dari rumah nona Marissa." Kata Sang pria dari seberang telepon langsung membuat Genta mengerutkan keningnya karena dia tidak menyangka bahwa ternyata marisalah yang sedang mencari masalah dengannya.


"Berikan peringatan pada orang tuanya!!!" Perintah Genta pada pria di seberang telepon sebelum dia menutup panggilan teleponnya lalu dia menghubungi ayahnya.


"Ada apa?" Tanya Adam dari seberang telepon.


"Aku ingin Ayah mengirimkan semua proyek kerjasama dengan keluarga Yen," ucap Genta.


"Memangnya kenapa? Kenapa kau tiba-tiba saja tertarik dengan pekerjaan? Biar Ayah yang menangani semuanya, Kau hanya perlu diam di rumah dan jaga istrimu dan calon cucu-cucuku," kata Adam yang tidak mau fokus putranya terbagi, sebab tidak ada yang lebih penting daripada keselamatan Keyla dan cucu-cucunya.


"Ayah, aku melakukan ini untuk melindungi istriku, anak dari keluarga Yen baru saja mengirim sesuatu yang buruk ke ponsel istriku, jadi aku mau--"


"Kalau begitu biar Ayah yang menanganinya, Kau tidak perlu khawatir apapun," kata Sang pria dari seberang telepon langsung membuat genta mengakhiri panggilan teleponnya, sebab dia yakin bahwa ayahnya pasti tidak akan membiarkan segala sesuatu yang berniat buruk terhadap Keyla.


Setelah itu, Genta pun kembali bergabung dengan Keyla dan Barto lalu mereka lanjut bercerita.


__ADS_1


__ADS_2