
Clek!
Keyla membuka pintu kamar mandi setelah ia selesai mandi, lalu melihat Genta yang menatapnya dengan tatapan khawatir, tetapi perempuan itu mengabaikannya dan hanya berjalan ke ruang ganti untuk memakai pakaiannya.
Sembari memakai pakaiannya, Keyla seperti biasa berusaha tersenyum dan berusaha menghilangkan perasaan buruk dalam hatinya.
'Tenanglah Keyla, kau sudah biasa mengalami hal seperti ini, bangun dari mimpi burukmu yang disebabkan oleh pria yang selalu tidur di ranjang milikmu!! Ahh,, aku tidak boleh seperti ini,, ya,, pria itu yang datang menghangatkan ranjangku, bukan aku yang menghangatkan malamnya!! Ah,, dia adalah pria simpananku, jadi aku tidak boleh terpengaruh banyak olehnya. Mimpi buruk yang kualami selama bertahun-tahun hanyalah mimpi yang tidak penting untuk diingat, sesuatu yang tidak akan mengganggu pikiranku!!!' ucap perempuan itu pada dirinya sendiri berusaha membuat dirinya merasa bahwa dia bukanlah pihak yang kalah dalam permainan dunia Tetapi dia adalah pemenangnya yang baru pura-pura menjadi pihak yang kalah untuk menyenangkan pihak lain.
Dan setelah memakai pakaiannya, Keyla kemudian keluar dari ruang ganti dan seperti biasa ia menghampiri Genta yang sudah membuatkan teh untuknya.
Genta memperhatikan perempuan di depannya, dan setelah perempuan itu meneguk setengah gelas dari teh yang ia buatkan, pria itu kemudian berkata, "Apakah selama aku pergi ke luar kota kau juga masih bermimpi buruk?"
Mendengar pertanyaan pria di depannya yang terlihat seperti mencemaskannya, maka Keyla merasa ingin tertawa dengan tingkah pria itu.
Tetapi dia hanya bisa tertawa dalam hati sebab Dia tidak ingin membuat masalah dengan Genta di tengah malam seperti itu.
__ADS_1
"Tidak perlu mencemaskan ku, semuanya baik-baik saja, kau bisa kembali tidur. Aku akan menyusul nanti," ucap Keyla yang kini merasa bahwa dia mungkin tidak akan bisa tidur Setelah apa yang ia alami.
Sementara Genta yang mendengarkan ucapan perempuan di depannya, dia langsung berdiri lalu dia kemudian pergi mengambil laptopnya dan menyalakannya di depan Keyla.
"Aku tidak mengantuk, lagi pula aku baru mengingat bahwa ada sesuatu yang belum ku selesaikan," ucap Genta benar-benar membuat Kayla mengerutkan keningnya.
Jelas-jelas sebelum mereka tidur, dia bertanya pada pria itu tentang sesuatu yang mungkin belum selesai dikerjakan oleh pria itu, namun pria itu berkata bahwa semuanya sudah selesai.
Nyatanya sekarang, pria itu masih sibuk mengerjakan pekerjaannya hingga Keyla hanya bisa duduk tenang memperhatikan pria di depannya yang terus bekerja.
Hanya yang membuatnya selalu takut setiap malam ialah mimpi buruk dari ketika dia baru umur 17 tahun, entah kenapa bisa seperti itu, tapi Keyla merasa bahwa tidak terlalu penting untuk memikirkan itu karena yang ada dalam pikirannya saat ini hanyalah cara untuk membuat Rion benar-benar mau menikah dengannya.
Ia duduk dengan tenang menghabiskan tehnya sampai akhirnya dia pergi mengambil ponselnya, Lalu naik ke tempat tidur dan memeriksa sesuatu di ponselnya.
Perempuan itu mengecek agenda di ponselnya yang harus ia lakukan untuk mempersiapkan pernikahannya dengan Rion.
__ADS_1
Tetapi Baru beberapa saat perempuan itu mengurangi dan menambahkan beberapa agenda, lalu dia melihat Genta sudah mematikan laptopnya dan pria itu berjalan ke arahnya.
Genta langsung berbaring di samping Keyla lalu memeluk Keyla sembari mendaratkan sebuah ciuman di wajah perempuan itu.
Keyla tidak mengatakan apapun, namun perempuan itu dengan cepat mematikan ponselnya lalu meletakkannya di nakas, dia tidak ingin pria itu melihat apa saja yang ia lakukan karena dia tidak mau pria itu mungkin merencanakan sesuatu untuk membatalkan pernikahannya lagi.
"Apakah kau memiliki rahasia yang begitu besar hingga takut sekali aku mengetahuinya?" Tanya Genta sembari memeluk erat tubuh Keyla.
Dengan cepat, Keyla menggelengkan kepalanya, "kenapa aku harus memiliki rahasia darimu? Kau sendiri yang selalu tahu apa yang terjadi padaku, bahkan kau yang mengatur segala sesuatu yang terjadi padaku sehingga aku tidak punya hak untuk memiliki rahasia darimu," ucap Keyla sembari memutar posisi tubuhnya membelakangi Genta dengan Genta yang masih terus memeluknya dengan Erat.
Pria yang menikmati aroma dari rambut Keyla kemudian tersenyum sambil berkata, "rambutmu masih basah, tidakkah aku membantumu mengeringkannya terlebih dahulu?"
Pertanyaan itu membuat Keyla tersenyum miring, "kalau kau tidak suka, kau bisa menjauh dariku!" Ucap Keyla benar-benar membuat Genta tersenyum dengan kelakuan perempuan itu.
Tetapi kemudian dia tidak mengatakan apapun dan hanya memejamkan matanya untuk melanjutkan tidurnya memeluk Keyla.
__ADS_1