Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
108


__ADS_3

Setelah Keyla dan Genta tiba di kamar, Keyla duduk di kamarnya dan menatap Genta dengan raut wajah yang murungnya.


"Apa yang akan kau katakan pada nenek?" Tanya Keyla yang sangat khawatir bahwa perempuan itu akan sangat marah setelah mendengar kabar pernikahan mereka berdua.


Apalagi, nyonya besar Oson sudah tua, jadi sedikit saja kabar buruk yang ia dengar, bisa-bisa membuat perempuan itu drop.


"Jangan khawatir, aku sudah tahu apa yang akan kukatakan supaya nenek bisa menerimanya pelan-pelan," kata Genta yang jelas tahu kekhawatiran perempuan di depannya.


"Ya, tapi,, hm,, Baiklah, kalau begitu Aku harap kau tidak bersikap terlalu keras pada nenek," ucap Kayla segera dijawab anggukan Genta.


"Iya, istirahatlah, aku akan menyuruh pelayan datang membawakanmu minuman," kata Genta.


"Iya," jawab Keyla kemudian membuat Genta segera keluar dari kamar itu untuk pergi menemui neneknya.


Tetapi sebelum pergi, dia mencari seorang pelayan.

__ADS_1


"Tolong buatkan minuman yang bagus untuk ibu hamil dan bawa ke kamar Keyla," ucap Genta pada dua orang pelayan yang ia temui.


Hal itu membuat kedua pelayan yang bersama-sama dengan Genta mengerutkan kening mereka karena tidak mengerti mengapa harus minuman yang baik untuk ibu hamil.


Tetapi mereka tidak menanyakan apapun dan hanya menganggukkan kepala mereka, "baik Tuan," jawab kedua pelayan itu secara bersama-sama.


Setelah selesai, Genta pun naik ke lantai 3 dan pergi menuju kamar neneknya yang terletak di sudut.


Tok tok tok...


Dilihatnya neneknya sedang duduk di balkon dengan dua pelayan yang memijat nyonya besar ozon.


"Kalian keluarlah," perintah nyonya besar Ozon pada kedua pelayan yang bersama-sama dengannya.


Maka kedua pelayan itu pun pergi dari balkon sehingga nyonya besar Ozon menatap cucu pertamanya yang sedang berdiri di hadapannya namun pria itu tidak melihatnya, Genta malah melihat ke arah taman di mana proses pembangunan rumah kaca sedang dilakukan di sana.

__ADS_1


Nyonya besar Ozon pun berdiri, lalu melangkah ke samping cucu laki-lakinya sembari menatap ke arah taman.


"Kepada perempuan mana kau membuat pernikahan yang begitu Megah, bahkan sampai merombak taman di rumah ini? Aku lihat rumah kaca yang kau buat ini sangat besar," kata nyonya besar Ozon yang bisa melihat ukuran patokan untuk rumah kaca yang dibuat amatlah luas.


"Hm, kepada seseorang yang sudah mengandung cicit nenek," jawab Genta sembari menoleh ke arah neneknya untuk melihat reaksi perempuan itu.


Sesuai dengan dugaannya, Nyonya besar Ozon tampak bersemangat, "cicit?!! Kau bilang perempuan yang akan kau nikahi itu sudah mengandung cicitku?!!" Tanya nyonya besar Ozon yang sangat senang mendengar bahwa dia akan segera memiliki seorang cicit.


Sebuah berkat yang luar biasa bahwa dia masih diberikan kesempatan untuk memiliki seorang cicit sebelum dia meninggalkan dunia.


Hal itu membuatnya merasa bersemangat karena dia akan memamerkan hal tersebut pada kawan-kawannya di mana belum ada satupun teman-temannya yang memiliki seorang cicit.


Genta yang memperhatikan ekspresi neneknya, ia merasakan kemenangan dalam hatinya, sehingga dia pun berkata, "tetapi perempuan itu tampaknya tidak ingin menikah denganku, dia bilang dia mau memiliki anak itu sendiri dan--"


"Apa katamu?!! Bisa-bisanya ada seorang perempuan yang tidak mau menjadi bagian dari keluarga kita? Memangnya perempuan itu berasal dari keluarga mana???" Bentak nyonya besar Ozon.

__ADS_1


__ADS_2