
Tap tap tap....
Seorang pria berumur 30 tahun berlari cepat ke dalam stasiun kereta api lalu pria itu menuju ke sebuah tempat pemberhentian kereta api untuk melihat orang yang turun dari kereta api.
Pria itu melihat ke segala arah hanya untuk mencari seorang perempuan yang sudah membuatnya khawatir dalam waktu yang begitu lama.
Namun, cukup lama pria itu celingak celinguk ke sana kemari, namun dia tidak menemukan perempuan yang ia cari hingga membuatnya semakin mengerutkan keningnya mencari perempuan tersebut.
"Dimana dia?" Ucap pria itu sembari melihat-lihat ke segala arah, sampai akhirnya dia terkejut saat seseorang tiba-tiba memeluknya dari belakang.
Hal itu membuat Rion langsung melepaskan tangan yang melingkar di pinggangnya lalu dia berbalik dan melihat bahwa yang memeluknya ternyata ialah perempuan yang ia cari-cari.
Maka pria itu dengan cepat memeluk Citata dan dia merasakan matanya begitu panas karena akhirnya kerinduannya bisa ia luapkan dan rasa cemasnya pada perempuan itu kini berakhir.
__ADS_1
"Maaf," ucap Citata yang kini meneteskan air matanya dan dia benar-benar menyesal atas segala hal yang telah ia lakukan.
Rion yang mendengarkan itu tidak mengatakan apapun, Tetapi dia hanya menikmati pelukan mereka dan entah kenapa saat itu dia benar-benar ingin menerkam perempuan itu dan membuat perempuan sepenuhnya menyatu dengan dirinya agar perempuan itu tidak memiliki kesempatan untuk meninggalkannya.
Setelah berpelukan selama beberapa menit, akhirnya Rion melonggarkan pelukan mereka lalu dia menatap Citata, "Kau sangat kurus,,," ucap Rion yang benar-benar khawatir terhadap perempuan itu.
Ketika Citata pergi meninggalkannya, perempuan itu sudah kurus dan sekarang menjadi lebih kurus lagi hingga Dia merasa bahwa tubuh Citata hanya terdiri dari kumpulan tulang yang dibungkus oleh kulit.
Tetapi Citata yang mendengarkan ucapan Rion, perempuan itu tersenyum menatap Rio, "lihat wajahmu, kau sudah lebih mirip dengan mayat ketimbang dengan orang hidup!!" Ucap Citata sembari mengulurkan tangannya menyentuh wajah pria itu.
Lelucon Rion benar-benar membuat Citata terhibur hingga perempuan itu tertawa kecil sembari memindahkan tangannya kembali memeluk Rion dengan hangat.
"Jangan berbicara macam-macam," ucap Citata sembari menghela nafas dengan panjang.
__ADS_1
Rion yang mendengarkan ucapan perempuan itu kini tersenyum lalu dia mengangkat Citata ke gendongannya dan dengan satu tangan memegangi tubuh Perempuan itu lalu tangan yang lainnya menarik koper Citata, maka dia pun keluar dari stasiun kereta api tanpa memperdulikan orang-orang yang melihat mereka.
Begitu tiba di tempat parkir, maka Rion membantu perempuan itu masuk dan menyimpan juga koper milik Citata hingga Mereka kemudian meninggalkan stasiun kereta api.
Citata mengulurkan tangannya memeluk lengan Rion sembari menyendarkan kepalanya di bahu pria itu.
"Apakah kau sudah puas pergi menjauh dariku dan membuatku ketakutan setengah mati?" Tanya Rion sembari mencubit pipi perempuan itu.
"Maaf," kata Citata sembari memejamkan matanya dan dia benar-benar menyesal atas apa yang ia lakukan.
"Setelah sampai di apartemen, kau harus menceritakan segala sesuatu yang membuatmu berpikir untuk pergi dariku!!!" Kesal Rion pada perempuan itu langsung membuat Citata menganggukkan kepalanya.
Sebab perempuan itu berpikir bahwa dia memang seharusnya jujur pada pria itu, apalagi dia telah melihat bagaimana Rion benar-benar terlihat sangat buruk setelah ia meninggalkannya.
__ADS_1
Citata jadi berpikir bahwa apa yang dikatakan Kayla itu benar bahwa pria itu mencintainya, bukan mencintai perempuan lain!!!