Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
62


__ADS_3

Gadis kecil yang diculik oleh Genta berkata, "Tante itu hanya menginap satu malam, lalu dia pergi dari rumah kami dan kami tidak tahu ke mana dia pergi,,, hiks,, hiks,, aku mau ibuku! Hiks,, hiks,.."


🏜️🏜️🏜️


Sang asisten yang melihat gadis kecil itu menangis semakin keras benar-benar kesal, karena dia tahu bahwa Genta bukanlah orang yang cukup sabar untuk menghadapi sebuah keributan.


Oleh sebab itu, asisten tersebut kembali lagi berbicara, katanya, "kalau kau membantu kami dengan mengatakan percakapan ibumu dengan tante itu, maka kami akan segera mengembalikanmu pada ibumu Kalau kami mendapat informasi yang bagus. Jadi, bagaimana kalau kau ingat-ingat kembali apa saja yang diceritakan oleh tante tersebut dengan ibumu?"


Ucapan asisten itu langsung membuat sang gadis terdiam, dan gadis kecil itu menyeka air matanya sembari mengingat-ingat ketika Keyla masih berada di rumahnya.


"Dia tidak pernah bilang dia mau ke mana, Tapi aku pernah dengar dia berbicara daripada dirinya sendiri, dan bilang kalau dia mau pergi ke rumah nenek dari temannya," ucap gadis kecil itu langsung membuat Genta menatap ke arah gadis kecil tersebut.

__ADS_1


Sang asisten yang mendengarkan itu pun segera mengambil ponselnya lalu dia menghubungi seseorang.


"Cari tahu siapa teman Keyla yang memiliki seorang nenek. Seharusnya nenek dari perempuan itu tinggal di sekitar desa xx!!!" Ucap sang asisten pada orang di seberang telepon.


Gadis kecil yang melihat mendengarkan percakapan pria itu bersama seseorang di seberang telepon langsung menatap sang asisten sembari berkata, "Apakah sekarang aku boleh pulang?"


Genta menatap gadis kecil yang berbicara itu meneteskan air matanya sehingga dia menganggukkan kepalanya lalu membuat sang supir menghentikan mobilnya.


Asisten Genta pun membawa gadis kecil itu turun dari mobil untuk berpindah ke mobil lain demi memulangkan gadis kecil itu kembali ke rumahnya.


Genta duduk dengan tenang di tempatnya tetapi meski terlihat tenang, namun pikiran pria itu sedang melayang-layang memikirkan keberadaan Keyla.

__ADS_1


Sampai beberapa saat kemudian, ponsel asistennya kemudian berdering hingga membuat Genta langsung menatap pria itu untuk mengetahui informasi dari panggilan yang masuk.


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


"Bagaimana? Apakah kau sudah menemukannya?" Tanya sang asisten setelah Dia memasukkan panggilan itu dalam mode pengeras suara agar Genta juga bisa mendengarkan ucapan dari pria yang berteleponan dengannya.


Pria yang ada di seberang telepon kemudian tanpa membuang-buang waktu langsung berbicara, katanya, "Ya, ada seorang perempuan bernama Nari. Perempuan itu sudah meninggal dan dia memiliki seorang nenek yang tinggal di desa B, itu adalah tetangga desa xx. Tetapi akses ke sana tidaklah mudah, sebab jalan ke sana belum di aspal sehingga--"


"Kirimkan alamatnya!" Sela Genta yang sudah tidak sabar untuk pergi ke desa tersebut dan melihat Apakah benar di sana ada Keyla atau tidak.

__ADS_1


"Baik Tuan," jawab sang pria dari seberang telepon lalu panggilan telepon itu segera diakhiri dan beberapa detik kemudian sebuah pesan masuk di ponsel asisten yang merupakan petunjuk arah menuju desa B.


"Ayo jalan," kata asisten Genta pada sang supir sembari menyambungkan layar ponselnya ke sebuah komputer yang terletak di dalam mobil tersebut sehingga petunjuk arah itu dapat dilihat dengan mudah oleh semua orang dalam mobil.


__ADS_2