Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
74


__ADS_3

Setelah selesai memasak, Keyla pun mencari Genta agar mereka bisa makan bersama-sama, tetapi setelah memeriksa semua ruangan di apartemennya, perempuan itu tidak mendapati Genta.


Maka begitu, Keyla pun keluar dari apartemennya dan pergi ke apartemen sebelah untuk mencari pria itu, Namun karena tidak menemukannya juga maka Keyla pun kembali ke apartemennya untuk menelepon pria itu.


Tuk tuk tuk...


Jari-jari Keyla menari di atas layar ponselnya sebelum dia mendapatkan ponsel tersebut ke telinganya.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Silakan tinggalkan pesan suara sebab nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan.


Keyla mengerutkan keningnya dengan ponsel pria itu yang tiba-tiba saja tidak aktif, tidak biasanya ponsel pria itu tidak aktif.


Maka sambil menghela nafas, Keyla pun duduk di meja makan menunggu pria itu sampai satu jam kemudian pria itu tak kunjung datang sehingga keyla hanya bisa makan sendirian saja.


Sampai perempuan itu selesai makan pun Genta tidak muncul. Oleh sebab itu, Keyla kembali menghubungi Genta, namun sama seperti sebelumnya, nomor ponsel pria itu tetap tidak aktif.


"Hah,, jangan-jangan dia pergi sendirian ke rumah utama?" Ucap Keyla langsung berlari keluar dari apartemennya dan perempuan itu pun mengendarai sebuah mobil meninggalkan apartemennya.

__ADS_1


Dia berkendara kekediaman keluarga Ozon, dan ketika dia tiba di sana, didapatinya rumah tampak sepi hingga dia mengerutkan keningnya sembari melangkah ke arah lantai 2.


"Kau datang," ucap Hera yang saat itu keluar dari kamar untuk mendapatkan air putih dan dia merasa senang melihat putrinya datang ke rumah mereka.


"Ibu," ucap Keyla langsung menghampiri Ibu angkatnya lalu memeluk perempuan itu.


"Matamu bengkak, Apakah kau masih kurang sehat?" Tanya Hera sembari memperhatikan wajah putrinya yang mana meski sudah ditutupi dengan make up, namun dia masih bisa melihat bengkak pada mata perempuan itu.


"Ahh," Keyla langsung menyentuh wajahnya sendiri, "aku habis dari pemakaman seseorang, tapi Bu Apakah tadi ada Genta yang datang kemari?" Tanya Keyla.


"Genta? Tidak," ucap Hera yang memang tidak mengetahui tentang kedatangan putranya.


"Ah, begitu," ucap Keyla merasa bingung tentang kemana perginya pria itu.


Setelah tiba di kamarnya, Keyla masih kepikiran tentang Genta sehingga perempuan itu mengambil ponselnya dan menghubungi salah satu pengawal Genta yang selalu bersama-sama dengan pria itu.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


"Ya, Nona," jawab sang pengawal dari seberang telepon.


"Di mana tuan mudamu?" Tanya Keyla.

__ADS_1


"Ah, tuan muda baru saja berangkat ke luar negeri," jawab sang pengawal dari seberang telepon benar-benar membuat Keyla kebingungan bahwa pria itu pergi ke luar negeri, tetapi pengawalnya tidak pergi?


"Ah begitu, lalu berapa lama dia akan ada di luar negeri?" Tanya Keyla.


"Saya juga kurang tahu," kata sang pengawal langsung membuat Keyla mengakhiri panggilan telepon itu.


Keyla pun tidak terlalu memikirkannya, sebab memang sudah biasa pria itu tiba-tiba memiliki sebuah jadwal untuk pergi ke luar kota ataupun pergi ke luar negeri sehingga dia meletakkan ponselnya dan bersiap untuk tidur.


Perempuan itu belum memejamkan matanya saat pintunya tiba-tiba saja diketuk oleh seseorang hingga Keyla pun kembali bangun dan membuka pintu kamarnya.


Baru saja membuka pintu kamarnya, Keyla langsung memejamkan matanya saat sebaskom air disiramkan ke arahnya.


Byur....!!!


Para pelayan yang bersama dengan nyonya besar Genta langsung menutup mulut mereka melihat Nona mereka telah basa, namun mereka tidak bisa berkata apa-apa melihat kejadian tersebut.


Sementara Keyla yang selesai diguyur sebaskom air, perempuan itu membuka matanya dan melihat nyonya besar Genta sudah berjalan menjauhinya.


'Hah,,, aku pikir nenek sudah tidur, tapi kenapa dia masih bangun saja?' ucap Keyla dalam hati sembari menatap para pelayan yang memperlihatkan wajah penuh rasa bersalah mereka.


"Tolong bersihkan lantainya," ucap Keyla.


__ADS_1


__ADS_2