
"Minumlah," kata Genta menyerahkan sebotol air mineral pada Keyla yang kini sudah duduk di tepi ranjang rumah sakit.
Perempuan itu mengambil botol mineralnya lalu dia menatap Genta yang ada di depannya sebelum dia meneguk air putih tersebut dan mengembalikannya pada Genta.
Setelah menyimpan botol air mineral itu di atas meja, Genta pun menarik kursi lalu dia duduk di depan keyla.
Pria itu memperhatikan Keyla yang juga menatap nya, dan dia bisa melihat bengkak pada wajah perempuan itu membuat wajah kita tampak tidak bagus dipandang.
"Kenapa kau datang?" Tanya keyla yang terkejut karena secara tiba-tiba pria itu menghampirinya.
Padahal, dia berpikir bahwa pria itu masih ada di luar negeri sebab terakhir kali Kimberly menelponnya bahwa Genta baru akan kembali sehari sebelum pertunangan mereka.
"Aku dengar kau sakit, jadi Tentu saja aku harus kembali," jawab Genta.
__ADS_1
Keyla yang mendengarkan itu langsung mengerutkan keningnya, "kau,, kau kembali karena aku?" Tanya Keyla yang mana saat itu jantungnya berdegup amat kencang menantikan jawaban dari pria yang duduk di hadapannya.
"Menurutmu karena apa?" Tanya Genta sembari berdiri lalu pria itu mengambil sesuatu dari sakunya dan meraih tangan kanan Keyla.
Tanpa aba-aba, pria itu menyelipkan sebuah cincin jari manis Keyla hingga membuat Keyla kebingungan menatap cincin itu.
Dia mengangkat kepalanya menatap Genta, perempuan itu bisa merasakan air mata kembali berkumpul di kelopak matanya dan begitu sulit untuk ditahan agar tidak menetes di pipinya.
"Kenapa? Kenapa kau memberiku cincin?" Tanya Keyla yang ingin memastikan arti dari cincin tersebut.
"Itu adalah hatiku, kuberikan padamu," jawab Genta dengan suara yang datar.
"Ha,, hatimu? Kenapa kau memberikan hatimu padaku saat kau mau bertunangan dengan seorang perempuan?" Tanya Keyla yang semakin tidak mengerti dengan pria di depannya, hanya dalam beberapa hari lagi pria itu akan bertunangan dengan Kimberly, tapi bagaimana bisa sekarang ia mengatakan bahwa hati pria itu diberikan padanya lewat cincin yang pria itu selipkan di jari manisnya.
__ADS_1
"Siapa yang mau tunangan dengan perempuan lain? Dari awal aku menyiapkannya untuk kita, tapi aku hanya meninggalkanmu karena aku ingin kau menyadari kalau kau sebenarnya mencintaiku. Bukankah sekarang kau sudah menyadarinya? Jadi untuk apa lagi aku berpura-pura tentang pertunangan itu?" Tanya Genta sangat mengejutkan Kayla sehingga air mata perempuan itu kembali berderai di pipinya.
Dia berusaha menahan isakannya, dia berusaha menahan agar dia tidak keluar, tetapi kemudian perempuan itu tidak sanggup untuk menahan isakannya hingga dia mengulurkan tangannya memeluk Genta dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang pria itu.
"Hiks,, hikss, hiks,," keyla terisak dengan keras, ia meluapkan segala kesedihannya segala amarahnya segala rasa risaunya dan segala perasaan yang selama ini mengganjal dan membuat hatinya terluka.
Meski tidak dapat mengatakan apapun pada perempuan yang memeluknya, tetapi Genta membalas pelukan perempuan itu dan mengusap punggung perempuan itu.
Setelah cukup lama dan Keyla masih belum berhenti menangis, maka Genta pun berkata, "ayah dan ibu akan datang sebentar lagi, kau tidak boleh menangis."
Keyla yang mendengarkan itu berusaha menghentikan tangisannya, ia mengatur nafasnya supaya menjadi teratur dan menahan dirinya agar tidak terisak.
Keyla kemudian mengangkat wajahnya menatap Genta, "Apa katamu?" Tanya perempuan itu yang belum siap untuk bertemu dengan ayah dan ibunya, sebab selama dia di rumah sakit, dia merahasiakan masalah itu agar tidak membuat keluarganya khawatir.
__ADS_1