Pendakian Kemuning

Pendakian Kemuning
Racun iblis menyala


__ADS_3

Berlari dan bersembunyi sejauh-jauhnya. Tutupi semua kejahatan mu, tertawalah di atas penderitaan orang lain. Tapi ingat, karma buruk akan terus berjalan seperti roda waktu berganti sesuai takdirnya.


...🔥🔥🔥...


Rem berlari ketakutan, dia tersenyum menekukkan kaki. Di depan Nampak perumahan warga menunjukkan dia telah sampai di tujuan. Cepat sekali Rems keluar dari tubuhnya, dia merasa tidak terjadi apapun saat berhasil mengusir jin merah.


Berdiri melangkah tertatih mendekati salah satu rumah warga. Suara ketukan pintu dari luar tidak ada yang membuka. Dia mendengar suara gonggongan anjing, tapi saat melihat di sekeliling tidak ada seekor anjing di dekatnya.


Krek__ Pintu terbuka dari dalam. Pria tua memakai sarung di pinggang melihat sosok yang dia tidak lihat di sisi kirinya. Sosok pria tua itu tidak menjawab perkataan Rem. Dia mendorong tubuhnya sampai terjatuh. “Pergi! Ini bukan tempat mu!”


Rem berjalan ke rumah berikutnya. Dia yang tidak tahan lagi menahan ngantuk mulai memejamkan mata menggunakan bantalan tasnya. Bermimpi berada tepat di alam lain. Suasana perkampungan yang habis terbakar seperti sedang beraktivitas normal sedia kala. Para penjual obat herbal yang di jajakan di pasar memenuhi dagangan. Rumah yang dia singgahi telah lenyap dengan riwayat penghuninya yang terbunuh secara berantai.


“Siapa manusia yang berani datang akan meneteskan darah sebagai tanda di tempat ini!” ucap makhluk bertubuh anak kecil menggigit kuat ujung jari dan pergelangan tangannya yang masih terluka lalu menyerut darah meneteskannya ke tanah.


Rem terbangun melihat luka di jarinya. Dia mengambil tas kemudian berlari mengetuk pintu di bagian rumah warga yang menyala perapian di dalamnya. Dia menyewa sepeda motor untuk mempermudah perjalanan. Melewati pusat kota mencapai perkampungan di kaki gunung, dia ingat tempat yang sama dimana dia bertemu orang-orang yang berkelakuan aneh.


Berdiri di tempat bagian rumah yang sebelumnya pernah dia ketuk. Pria tua keluar memakai topi capit, memanggul cangkul di pundak. Dia melirik kedatangan Rem, wajahnya tidak pucat dan dia terlihat normal seperti manusia pada umumnya.


“Permisi Kek, saya mau tanya. Apa kakek kenal orang ini?” Rem menunjukkan foto kepadanya.


“Mmhh, maksud mu Sems? Dia sahabat karib ku yang merelakan diri demi seorang bayi yang tidak jelas asal usulnya.”


“Dimana rumahnya Kek?”


“Memangnya kau siapa?”

__ADS_1


“Saya adalah__” Rem menahan perkataanya.


Seorang wanita tua keluar membawa bakul, dia tersenyum melihat kedatangan Rem. Mempersilahkan Rem duduk, wanita itu kembali lagi membawa segelas minuman untuknya. Tidak ada pikiran macam-macam di benaknya, karena semalaman berkelana sehingga melihat air yang di suguhkan di teguk habis.


Gluk_


Glukk__


“Terimakasih banyak nek..”


“Kamu ini mau apa ke kampung ini?”


“Saya mau mencari tau dimana rumah dan Makam pak Sem. Saya anak yang di selamatkannya pada malam itu”


Ucapan terhenti, dia pingsan beberapa jam.


Dia tidak bisa memuntahkan isi perutnya. Mulut terikat, Rem mencari cara bagaimana menyelamatkan diri.


“Kenapa bocah? Kau bisa lepas , kami mau memancing sosok yang bermukim di tubuh mu! Dua makhluk yang berlawanan!” bisik si wanita tua tersenyum mendekatinya.


“Kedatangan mu membuka cerita yang sengaja di kubur agar tidak ada orang-orang di sekitar terkena kesialan atau di ganggu makhluk jin gunung keramat! Dua sosok di dalam diri mu akan bangkit, salah satunya akan memakan jiwa mu. Tidak ada kata baik dan buruk, kau tau kan bagaimana sifat setan?” bisik si pria tua mengiris pergelangan tangannya.


Tetesan darah di tampung, dia mencampurkan ke dalam air yang di lempari bangkai-bangkai tikus.


“Jangan merasa jijik bocah! Ini lah makanan jin yang ada di dalam tubuh mu sebelum salah satunya akan berkuasa menghisap tubuh mu. Bersiaplah” ucap si wanita tua.

__ADS_1


Atap jerami terbang, cahaya lilin padam, angin mengobrak-abrik semua benda di dalam sana. Keduanya tertawa menyatukan kedua tangan membungkuk ke atas sosok makhluk bertubuh besar. Gambaran sosok makhluk menyerupai hewan. Dia melotot mengeluarkan cahaya mata merah menyala.


“Sudah waktunya kau memenuhi janji mu. Kembalikan sahabat ku Sems dan ambil kembali anak ini!” ucap si pria tua dengan nada bergetar.


Iblis makhluk penipu yang menyesatkan. Dia tersenyum bahagia melihat darah yang di persembahkan datang pada nya. Sosok anak yang dua puluh tahun lalu akan di jadikan tumbal pesugihan orang tuanya. Jimat, mantra dari Gayung mencekik dirinya sendiri. Dia merasa nyawa Rem terancam, mantra yang sama menjaga anaknya selama ini semakin menyerangnya.


Saat di dalam hutan masih memandu para wartawan, dia melihat sosok hitam mencekiknya. Pria itu meninggal tepat di depan para Wartawan merekam suasana hutan. Mereka berteriak ketakutan melihat kematian Gayung yang mengerikan.


“Kek Gayung!” teriak mereka membantu membaringkannya di atas tikar.


“Bagaimana ini? Juru kuncen pemandu mendaki meninggal. Apa kita sudahi saja tugas kita?"


“Kau jangan pengecut Gems! Aku tidak mau mundur! Kau boleh membawa anggota mu pulang!”


“Tapi si Udin menghilang! Kau mau terjadi apa-apa di gunung ini?” ucap Yopi mengemasi barang-barangnya.


Cuaca semakin tidak mendukung mereka menuruni gunung. Para wartawan berteduh di dalam pos dan sebagian mendirikan tenda. Jasad Gayung di letakkan di depan Pos. Mereka ketakutan sesekali melihat keadaan mayatnya. Karena tidak berani melihat matanya yang terbuka dan lidahnya yang menjulur, mereka menutupi dengan kain dan membungkusnya.


Badai di dalam gunung menambah pikiran mereka tidak tenang. Suara angin yang berisik bersahutan ramai suara mirip keadaan pasar.


......................


Rem kesurupan melepaskan tali yang mengikatnya. Pupil mata memutih, dia memutar leher si wanita tua dan melempar mayat si lelaki tua ke luar gubuk. Dia seutuhnya di kuasai makhluk halus, sosok yang ingin mengambil jiwanya di tepis dengan kekuatan sosok penjaga ayah angkatnya.


Keduanya berasal dari gunung keramat. Sosok yang menunggu tumbal sesajian mundur melihat jiwa Rem seutuhnya di kuasai si iblis penjaga. Dia di duduki makhluk itu, Rem terkadang normal dan terkadang kerasukan jin penjaga.

__ADS_1


Dia kehausan menangkap ular yang menggeliat di dahan pohon. Dia mengigit ular, meneguk darahnya tanpa sadar memangsa lagi hewan lain di dekatnya. Rusa hutan tewas dengan daging yang terobek dan organ yang menghilang. Selesai menyantap, rem pingsan di samping hewan tersebut.


__ADS_2