Pendakian Kemuning

Pendakian Kemuning
Terhapusnya waktu di dunia nyata


__ADS_3

Kelakuan percobaan pemanggilan makhluk lain dari mantra yang di simpan di dalam kantung. Perubahan alam di gunung Keramat mengisahkan tragedi kehidupan alam mistis. Sri menyatu dengan jin merah, dia menyala-nyala dalam keganasan.


"Mbak, saya mau minta tolong dimana saya bisa menemukan teman saya Sotoy?"


Suara Gege terdengar kuat, di balik pintu dia menempelkan telinga mendengar tawa bersahutan. Gege berbalik, di belakang ada Sri mengeluarkan gigi taring, jemari panjang dan akar yang tumbuh di wajahnya.


"Hahh! hantu! " teriak Gege menuruni tangga.


Sosok Sri lebih menyeramkan, berubah melebihi dia kali tinggi manusia pada umumnya. Dia merayap di dinding, Gege menarik Ruben menuju pintu. Di depan mereka di hadang sosok pria tanpa sepasang bola mata. Pintu-pintu terbuka, satu persatu keluar mayat-mayat hidup mengulurkan tangan.


Ge menerobos jendela kaca, Ruben juga ikut terjun. Mereka menghampiri Kemuning menanyakan arah mana jalan pintas untuk bersembunyi. Di balik sela baru raksasa, korban jatuhnya pesawat sedang mengalami nafasnya yang terakhir.


Dia menarik tangan Kemuning, dia memohon agar selamat dari makhluk pemakan organ sekalipun telah meninggal. Kemuning ketakutan menarik tangannya kembali. Dia tidak mengerti apa yang di katakan wanita itu sampai akhirnya mengingat pesan perkataan hantu Ayu.


"Lagi pula, sekalipun kalian selamat dari sosok wanita pengikut iblish itu, kalian tetap di incar sampai mendapatkan apa yang di tuju. Jantung yang berdetak kesukaan jin merah.. "

__ADS_1


"Bu sadar! ayo bu! "


"Wanita itu sudah meninggal Kemuning!" Ge menariknya.


"Kita harus menguburnya. Itu permintaan terakhirnya pada ku.."


"Kemuning, kita tidak ada waktu menggali tanah untuknya! ayo cepat! suara makhluk itu semakin dekat!" Ge mengangkat paksa tubuhnya.


"Lepaskan aku!"


"Hihihi.. bagaimana Sotoy? kau tidak mau menerima tawaran ku? ayo teteskan darah mu seteguk saja untuk ku minum. Kau bisa jadi orang yang paling tau. Seperti nama mu, ihihi.. "


Jin merah menjilati urat nadi di bagian pergelangan tangannya. Sotoy tetap menolak tidak mau memberikan darah untuknya. Jin merah memperlihatkan bagaimana teman-temannya meninggalkannya.


"Percuma juga kalau kau bersikeras tidak memberikan darah mu. Sri akan datang mengambil semua organ mu. Terutama jantung yang paling aku sukai. Ayo Toy bergabunglah bersama ku" bisikan Jin merah.

__ADS_1


Sotoy menjerit melihat Sri berwujud mengerikan mau menerkamnya. Dia tidak mau mati tersiksa. Keinginan mengakhiri hidup dengan menggigit lidah Sekuat-kuatnya. Dia meninggal dengan sepasang mata terbuka dan lidah menjulur mengeluarkan gumpalan darah bagai air pancuran yang mengalir.


Jin merah melahap darah dan potongan lidahnya. Dia tertawa kegirangan tidak sabar menunggu Sri mengambilkan jantungnya.


Sri tiba-tiba menghilang, gigi taring tertancap di kaki kanan Gege. Dia kesakitan, tusukan dia gigi taring mengeluarkan darah berganti warna hitam legam. Kemuning dan Ruben membantu Gege masuk ke dalam pos dua.


"Jangan buka pintunya kecuali aku memanggil kalian sebanyak tiga kali."


"Kamu mau kemana? wanita iblish itu akan membunuh mu"


"Aku mau mengambilkan air untuknya. Dia terkena dehidrasi, demam tinggi dan lukanya harus di bersihkan."


"Tidak, ini tugas lelaki apalagi keadaan genting. Biar aku saja yang ambil."


Ruben menuruni anak sungai, dia tergelincir menjatuhkan botol kosong di tangan kanannya. Benda itu hanyut terbawa gulungan derasnya air.

__ADS_1


"Bagaimana aku mengambil air kalau wadahnya aku jatuhkan?"


__ADS_2