
Pohon kayu di hutan tidak semuanya hidup menancapkan akar pepohonan di tanah. Bekas jejak yang di tinggalkan sebagai tanda para pendaki menghilang tak bersisa. Pendaki yang tersesat tidak jarang kehilangan nyawa, tersesat di alam lain bahkan masuk ke dalam kumparan setan. Siapa yang paling menguntungkan di alam gunung keramat?
Mereka para makhluk alam lain yang mendapatkan kebahagiaan merasakan tegukan darah daging manusia. Membawa sisa para pendaki maupun orang-orang yang tersesat, Kemuning seolah mendapatkan takdir yang menjadi dunianya kembali ke gunung keramat.
...πππππππ...
Catatan Kemuning
Sungguh, aku benar-benar mencoba menghindari gunung itu. Tapi, ada saja keanehan tanpa sadar aku menapak di tempat itu. Aku selalu mencari cara menghindari sampai mengikhlaskan kepergian nenek. Direktur perusahaan tempat aku bekerja menyuruhku meneliti disana. Persiapan ku seperti orang mendaki. Di samping perbekalan menuju gunung, perbedaan ku kali ini bersama para staf dan karyawan lainnya.
Mimpi yang sama, gangguan jin merah mengajak ku bergabung bersamanya. Oh dunia, jika saja aku tidak pernah ke gunung keramat. Aku pasti masih bisa tertawa lepas memeluk nenek. Beban di pundak mirip batu padas memadati diri ku.
__ADS_1
...πππππ...
Jin merah bertahta mengajak orang-orang menjadi pengikutnya. Tawanya lebih sering terdengar, perkampungan yang baru saja di bangun di kaki bukit itu seolah runtuh lagi di lempar ketakutan. Sri duduk di singgahsana, berperan sebagai jin yang memerintahkan pengikut jin merah membawakan makanan segar atau mencari mangsa.
βKau lupa siapa diri mu sekarang Desi? Bukankah aku menyuruh mu menarik manusia terperangkap di istana ku?β
Sri menjambak rambutnya sampai kulit kepalanya mengeluarkan darah. Dia mengancam membunuhnya kalau sekali lagi lalai melaksanakan tugas. Tidak ada yang mau memberikan jempol kakinya secara sukarela. Desi berlari mencari mangsa, dia berpikir mencari taktik dan cara setelah melihat seorang manusia berjalan memasuki hutan.
Sosok iblis itu meninggalkan air liur di tubuhnya. Sri yang tidak lagi merasa jijik, dia merasakan tubuhnya menyatu dengan makhluk itu. Sosok jin merah telah menunggu tindakan Sri menghabisi Desi, walau manusia itu telah berubah setengah makhluk halus.
βTenang saja, peringatan ku tadi cukup membuatnya kesakitan. Kemungkinan besar dia tidak bertahan sampai besok. Walau dia membawakan banyak mangsa.β
__ADS_1
......................
Penemuan mayat yang terbungkus kain hitam mengeluarkan aroma busuk menusuk hidung para pekerja. Mastur berlari pontang-panting melaporkan pada Pon yang sibuk bercengkrama dengan para wanita-wanita muda yang sengaja dia undang untuk membantu proses proyek kerjanya. Semua itu di luar jalur, tanpa sepengetahuan para pekerja lainnya.
βPak! Ada mayat di dekat penggalian di tepi sungaiβ teriak salah satu karyawan.
Nafasnya tersengal-sengal menunjuk ke sisi timur. Pon menyuruhnya membuka pembungkus mayat. Dia berpikir pasti ada barang berharga di dalamnya. Berlari menuju ke kerumunan para karyawan, langkah pekerja terhenti mendengar perintah Kemuning meminta para karyawan lain menguburnya.
βApa-apaan ini, kamu baru di angkat menjadi staf sudah berkuasa penuh tanpa bertanya pada para senior!"
Pon bertolak pinggang melotot mendekatinya. Para staf lainnya hanya bisa terdiam tanpa menyuarakan pendapat mereka . Sejak awal, Pon memegang kendali atas perintah bos perusahaan. Kemuning membalas tatapan sinisnya, dia juga tidak mau kalah mengeluarkan mata mendelik memasang wajah menyeramkan. Dia menolak perintah Pon membuka penutup mayat.
__ADS_1