
Setan makhluk abadi tinggal di dalam neraka Jahannam. Dia akan mengganggu anak cucu Adam dengan berbagai cara.
Manusia penyembah berhala dan iblis, kekacauan di bumi tidak lagi terhitung jumlahnya. Perangkap setan mulai di buka menyesatkan manusia. Semua kejahatan belum terungkapkan.
“Tidak! kau harus pulang! cepat! Jangan membuat onar disini!” bentak Eden sangat kasar.
Di dalam pikirannya terlintas apakah Eden benar-benar kakek kandungnya, Sikapnya semakin kasar saat dia mendorong hingga dirinya hampir terjatuh. Berjalan menuju ke rumah sang paman, suara klakson mobil membuyarkan lamunannya.
“Hei sepupu, ayo naik. Kita pasti satu arah. Hehehe” ucap Anah melajukan mobilnya.
“Sejujurnya aku ingin mengambil benda-benda milik ibuku. Kenapa kakek melarang bahkan memarahi ku?”
“Aku tidak tahu menahu mengenai keluarga kita yang berantakan ini. Kau tau tidak bahwa hidup ku lebih rumit. Kakak pertama ku hilang, ibu ku mengalami depresi hingga kejadian lain berlanjut pada kakak kedua ku yang tiba-tiba mengalami penyakit gangguan jiwa. Aku tidak tau mereka ada dimana, sampai saat ini aku bagai anak sebatang kara yang menghabisi harta keluarga.”
“Lalu apakah kau tidak ingin meneruskan sekolah?”
“Hahah! Semua uang ku dan kapal elite yang ku miliki lebih dari cukup sampai aku mati. Kakek juga memiliki hujan uang setiap tahunnya.”
“Hujan uang?”
“Ah jangan di pikirkan. Lalu apa rencana mu?”
“Aku tetap bertekad mendapatkan barang peninggalan ibu..”
“Ayolah, bagaimana kalau kita bersenang-senang di bar kecil ku..”
Anah memutar mobil membawanya menuju ke kapar besar miliknya. Di dalam sana kapal di sulap seperti sebuah apartemen yang di dalamnya di fasilitasi segala keperluan mewah. Anah menyodorkan segelas bir padanya. Sams menolah hingga wanita itu memutar musik menari menggoyang kan pinggul melihatnya.
__ADS_1
Sungguh dia adalah sosok sepupu, dimatanya Anah di anggap sebagai seorang adik yang telah lama tidak berjumpa. Sama mulai melihat Anah melakukan hal aneh, dia segera berlari meninggalkan kapar pesiar. Tepat di pergantian malam selanjutnya, Sams mengalami gangguan makhluk yang serupa.
Menghapal secara garis besar bahkan terperinci. Dia berjalan mengikuti iringan kuda hitam yang membawa dua sosok wanita kebaya di kawal beberapa pria dan wanita yang memakai pakaian pendaki. Terlihat jelas mereka semua penghuni hutan. Sams meneruskan langkah melihat ayahnya seolah berubah menjadi sosok hantu dan ibu angkatnya yang menjadi salah satu bagian makhluk gunung keramat.
Dia mengikuti kemana ibunya pergi, sosok Rode mengincar manusia yang tampak kesakitan bersembunyi di balik semak. Mematahkan ranting menjauhkannya dari ibunya. Sams berlari kencang hingga menghilang kembali sadar.
Sosok hitam nyata berdiri di sampingnya. Dia menjerit ketakutan membangunkan paman dan bibinya.
“Kau sangat mirip dengan Rosa, mengalai mimpi buruk dan paman mu yang pertama kali terbangun membangunkan semua orang. Kalau kau mau maka aku akan menemani mu” ucap Rati mengusap rambutnya.
“Tidak terimakasih tante, aku sudah biasa mengalami mimpi buruk seperti ini..”
Dia mencari cara bagaimana mendapatkan barang ibunya. Saat semua orang kembali terlelap, ketukan pintu di jendela memperlihatkan gerakan Anah menutup mulut agar dia tidak bersuara. Dia keluar dari jendela mengikuti Anah berjalan masuk melalui jendela ruang tamu.
“Kemana kakek? Apakah dia tidak mendengar suara berisik saat kau membuka jendela?”
Dia memberikan sebuah kunci kamar ibunya. Wajah bahagia Sams langsung membuka dan mengambil barang yang dia inginkan. Tapi ketika dia akan keluar, Anah malah menarik tubuhnya seolah posisi mereka bertukar. Dia bergerak membuka kancing baju Sams lalu mendaratkan sentuhan di bibirnya. Sams menampar Anah, sosok sepupu yang berkelakuan aneh itu terlihat antara sadar atau kerasukan.
Anah menindihnya, tenaganya sangat kuat. Dia seperti menumpahkan cairan hitam dari mulutnya. Sams menendang menjauhkan dari dirinya. Karena merasa terancam, dia tanpa sadar menusuk pisau di pundaknya. Anah pingsan, tangan menjatuhkan benda yang akan dia pegang untuk menopang tubuhnya.
Sams bersembunyi di balik lemari, kakeknya masuk ke dalam dapur melihat keadaan anah. Teriakan lain berasal dari Rati dan Emon, mereka bergegas membawa Anah ke rumah sakit. Sams ketakutan keluar mencari kendaraannya.
Dia mengirimkan pesan pada ayahnya agar segera menjemputnya di terminal. Segala kesibukan menambah kesan mencekam di hutan. Dia menepikan kendaraan mencari sinyal, tiba-tiba ada yang menariknya kemudian memukul kepala sampai pingsan. Sams di bawa ke gudang, terlihat dua orang wanita yang menatapnya. Salah satunya mendekat menanyakannya.
“Aku Sams, aku kesini menjadi orang tua ku. Kalian siapa? Dimana kita?”
“Saya Rosa dan dia pekerja rumah yang sangat saya percayai. Siapa orang tua mu?”
__ADS_1
“Lem, aku terakhir kali berada di rumah paman Emon dan bibi Rati..”
Semuanya di ceritakan setelah mengetahui wanita itu adalah ibunya. Lem muncul membawa pisau melepaskan semua ikatan di tubuh mereka. Dia memeluk Rosa dan Sams, dari belakang Eden memukul kepala Lem. Pukulan keras berulang kali sehingga dia tiada. Eden mengarahkan pisau mengayun ke arah Rosa.
“Seharusnya kau mati saja! Aku menyesal menunda mu di makan jin merah!” bentaknya.
“Ayah! Hiks..”
Eden menganut ilmu hitam, dia dengan sengaja memisahkan Rosa dengan Lem dan mengambil cucunya. Jin merah menunda kematian sebagai pengganti Jom. Dia tidak memandang lagi siapa yang ada didepannya. Tusukan tepat di perut wanita tua yang mendampingi Rosa.
“Arghh!” teriak Rosa histeris.
Sams menendang Eden, kali ini dia mengabaikan peran kakek yang semula sangat dia sayangi dan hormati. Sangat jelas di kisah ini bahwa ibunya tidak pernah sedikitpun mau membuangnya. Dia juga yang pernah membenci ayahnya kini berbalik membenci sang kakek. Semua bersarang pada Eden yang tidak mau terlepas dari aliran sesat.
Eden meninggal di tangan cucunya sendiri. Sams membopong tubuh ibunya keluar rumah. Di pertengahan hutan, ibunya minta agar dia meninggalkannya.
“Tidak bu, hidup dan mati aku akan bersama mu!” Sams mengerahkan semua kekuatannya menggendong sang ibu.
Iyem menyeret kaki bertemu dengan Sams dan Rosah, awalnya dia ketakutan berpikir mereka sama seperti Sri. Dia mengamati kedua kali, gelagat normal mereka sampai akhirnya mereka bersama-sama melanjutkan perjalanan.
“Siapa yang bisa keluar dari rumah ku? Hihihi” Jin merah tertawa kesenangan.
Siapa yang bisa terlepas dari rantai gunung keramat? Rode yang sadar terlihat keadaannya yang memprihatinkan. Dia terkejut melihat kedatangan Sri yang mulai kembali mengaturnya.
"Aku dimana? apa yang terjadi pada ku?
"Tenang kamu sudah aman. Manusia iblis tadi akan memakan organ mu kalau dia bisa mendapatkan mu"
__ADS_1