
Perseteruan Bela dan Sintya berakhir pertumpahan darah. Meja berukuran besar sebagai penahan di angkat jin merah. Pintu tercakar di makan Sintya dengan gigi setan yang dia miliki. Ketakutan Bela memeluk anaknya, dia membuka tangga yang menghubungkan ke ruangan lain.
“Cepat lari selamat kan Ceril!”
Bela mendorong anaknya sampai pada anak tangga lipat terakhir. Dia mendorong tangga menyuruh anaknya bersembunyi. Ceril menangis mencari tempat persembunyian. Suara jeritan ibunya menambah ketakutannya.
SIntya benar-benar menyiksanya. Dia menarik tubuh Bella yang masih ringkih setelah keguguran. Dia menjauhi Sintya yang mulai mengeluarkan gigi taringnya. Dia bawah, ada Edi menyiram rumahnya dengan minyak solar, dia berdiri di belakang Sintya menyirami tubuhnya.
“Kenapa kau lakukan itu mas? Bukan kah kau masih menginginkan ku?”
Sintya mengingat bagaimana Edi mulai menerimanya. Dia menanti-nanti menggantikan posisi sebagai nyonya besar dan hidup berbahagia.Tancapan jari yang akan dia arahkan ke tubuh Bela mengenai jantung Edi. Suara jeritan Bela dan Ceril yang melihat ayahnya terbunuh. Cinta yang tumbuh di hati Bela untuk Edi begitu besar. Pria itu menatap Bela terisak tangis dia berdiri menghalangi Bela yang bersiap membunuhnya.
“Lari Bela! Selamatkan Ceril!”
Wanita itu menahan hawa nafsu setan menarik organ Bela. Dia membakar dirinya sendiri dan rumah itu sambil memeluknya. Bela menggendong Ceril ke luar lalau berlari masuk namun pintu tidak bisa terbuka. Suara jeritan didalam kesakitan, suaminya meninggal di peluk wanita lain.
......................
Catatan Kemuning
Tancapan jari yang akan dia arahkan ke tubuh Bela mengenai jantung Edi. Suara jeritan Bela dan Ceril yang melihat ayahnya terbunuh. Cinta yang tumbuh di hati Bela untuk Edi begitu besar. Pria itu menatap Bela terisak tangis dia berdiri menghalangi Bela yang bersiap membunuhnya.
Aku melihatnya, bagaimana adik kelas yang bernama Bela tangannya di ikat dengan rantai berwarna hitam. Sejauh apapun dia pergi, sosok tersebut tidak akan melepaskan. Jin merah berhasil menggoda para manusia yang mendaki di gunung Keramat.
__ADS_1
Jebakan maut yang mengubah hidup bagai di neraka. Setelah insiden itu, dia memohon agar kemuning menemaninya mendaki. Kebanyakan orang mengatakan gunung itu mematikan. Tidak ada satupun orang yang tinggal di wilayah sekitar atau yang mengetahui cerita itu berani mendaki atau memasuki wilayah hutan.
Ini bukan kali pertama Kemuning mendaki. Doa dan harapan keselamatan anaknya tidak pernah putus. Bu Hamza memeluk Kemuning selalu berpesan berhati-hati, Namun Kemuning mengatakan kepergiannya sedikit lama. Kemuning, farsya dan Bela. Keinginan Bela dan Farsya di dalam kehendak masing-masing berharap terlepas dari jin merah.
Suara ketukan pintu sangat keras membangunkan seisi rumah yang sedang beristirahat setelah malam bersama. Tangisan Bela dan Farsya yang memanggil nama Kemuning. Hamza yang membuka pintu terkejut melihat keadaan mereka.Mempersilahkan masuk, memberikan segelas air minum, meminta mereka menceritakan masalah satu persatu. Mereka duduk di samping Kemuning, semua keinginan kuat meminta di komando masuk mendaki.
“Kalian berdua jangan berharap selalu selamat mendaki kalau bersama ku. Kita tidak tau nasib masing-masing orang di depan sana. Terlebih lagi semakin banyak makhluk aneh mengganggu” ucap Kemuning.
“Sebentar ya aku ambil minum dulu bantuin ibu di dapur” tambahnya.
Bela dan Farsya saling berbisik agar tidak menceritakan keinginan sebenarnya Bela terlepas dari jin merah dan Farsya yang mau meminta sosok makhluk berbulu hitam besar mengambil anak gundoruwo yang selama ini dia anggap manusia.
“Jadi bagaimana kamu bisa sadar dia bukan anak mu?”
“Aku turut prihatin kak, jadi dimana bayi itu sekarang?”
“Dia ada di rumah ibu ku, mau tidak mau dia tetap darah daging ku dan cucu ibu ku. Selama ini aku di jebak di gunung Keramat sial itu. Wujud gundoruwo yang menyamar menjadi mas Erik."
Cuaca menunjukkan waktu pertengahan malam. Hamza meminta mereka beristirahat di kamar Kemuning. Ibunya Kemuning yang bersikap hangat membuat kedua tamu itu betah disana. Mereka melihat foto-foto album lama di dalam bingkai sederhana di atas meja
Persiapan mendaki yang di bawa Kemuning kali ini terlihat sangat banyak. Ada satu ransel tambahan, Kemuning membentang bedcover menyediakan tiga bantal dan selimut di atasnya.
“Anak gadis tidur di kasur aja. Kami yang tidur di bawah” ucap Bela.
__ADS_1
“Ya benar kamu harus jaga kesehatan besok kan kita mau melakukan perjalanan panjang” kata Farsya melemparkan bantal dan selimut.
Pagi yang terik, kepergian berkali-kali mencium punggung tangan ibunya dan memeluk erat. Kemuning adalah anak semata wayang. Kalau dia melangkah satu kaki keluar rumah, Hamza mulai tidak tenang dan was-was. Gunung Keramat tampak Familiar di mata Kemuning.
Segala seluk-beluk perjalanan yang di hafal dan berbagai jenis penampakan yang mengganggu.
Sosok manusia yang menyerupai iblis di dalamnya seperti Sintya, Desi, Capit terlebih lagi mbah kliwon yang di pertanyakan statusnya.
Di dalam perjalanan, pikiran Bela melalang Buana memikirkan anak bayi yang selama ini dia rawat ternyata berwujud makhluk halus. Semasa mengandung sampai melahirkan, Farsya di hantui makhluk kecil yang tidak henti meminta ASI sampai mengeluarkan darah.
“Ngelamun apa Far? Aku tau ini berat. Aku harap keputusan mu ke gunung keramat tidak akan meminta apapun dari gunung itu atau memohon sebuah keinginan yang akan membuat mu menyesal seumur hidup.”
“Ya aku mengerti Kemuning. Terimakasih telah membantu ku dan Bela.”
Bela menghadap ke kaca bus. Tangisan mengingat bagaimana suaminya mati mengenaskan dia tidak akan pernah memaafkan Sintya dan Mena yang membunuh janinnya. Perjalan mereka di kejutkan suara bunyi keras dari langit. Seperti suara ledakan, dari depan terlihat asap hitam dari Gunung.
......................
Sebuah kecelakaan pesawat menabrak tebing Gunung Keramat. Sebelumnya beberapa detik terjadinya tabrakan, terdengar peringatan berupa bentuk suara Landing gear not down yang berasal dari sebuah sistem peringatan pesawat. Namun ada juga yang berasumsi pesawat yang melintas di atasnya di tarik tangan setan mengambil banyak korban jiwa.
Makhluk-makhluk yang terbiasa di beri makan, sesajian terbengkalai tidak tenang menunggu mangsa. Keesokan harinya Basarnar berhasil menemukan titik lokasi jatuhnya pesawat. Semua awak pesawat dan penumpang meninggal dalam kecelakaan begitu pun pesawat dalam kondisi hancur berkeping-keping. Serpihan puing tercampak.
Hal yang paling mengerikan adalah penemuan lebih dari seratus mayat dan lainnya di nyatakan hilang.Kabar itu sangat cepat di liput media masa. Tapi wartawan masih melangkah maju mundur untuk mengambil berita tersebut. Tidak ada yang berani mendekati gunung Keramat yang terkenal keangkerannya.
__ADS_1