Pendakian Kemuning

Pendakian Kemuning
Tipuan setan selanjutnya


__ADS_3

Gemercik air sungai yang berbisik penyampaian kata yang belum terlihat. Kaitan yang tidak akan pernah di ketahui semua makhluk kecuali penyampaian pada gambaran alam lain. Beralih dari fenomena mistis, tidak ada yang mengetahui sebelumnya. Melepaskan diri dari kebangkitan jin merah, sisa dari penyihir putih pewaris terakhir masuk ke dalam dimensi tidak terlihat.


Pemanggilan, penangkapan mereka di mulai dari dukun yang mengampu gunung. Dia memperalat manusia yang membutuhkannya. Mengumpulkan jebakan, kelima penyihir putih pewaris terakhir terjebak di dalam api yang menghanguskan tubuh mereka.


Bisikan kematian, jin merah memberi tanda melalui banyaknya kekuatan iblis menyelubungi gunung keramat. Misteri kematian lima penyihir putih hingga saat ini jasadnya belum di temukan. Penampakan badan halus bergentayangan. Jarang bahkan pemanggilan banyak dukun sakti tidak dapat mengambil sisa kekuatan atau menggerakkan mereka.


Di dunia gunung Keramat, dari luar hanya ada bayangan makhluk halus yang menampakkan wujud di selingi pesona keindahan alam sekitar. Teriakan suara di malam tertentu, perkampungan yang tinggal di bawah kaki gunung sering kali menyalakan penerangan seterang-terangnya demi menjauhkan gangguan makhluk halus. Tidak jarang senja tiba, seluruh perkampungan sepi tidak ada yang berani keluar walau satu langkah sekalipun.


Kemuning menyampaikan pada Ayu kalau kakaknya masih berada di Gunung Keramat. Alam mereka yang berbeda membuat keduanya tidak bisa bertemu walau sesame makhluk halus. Tangisan makhluk halus mengeluarkan darah hitam. Ayu menarik tangan Kemuning memasuki fortal alam tidak terlihat. Di dalam kegelapan, cahaya kunang-kunang menuntun masuk memperlihatkan dengan jelas bayangan sosok wanita tua yang tidak asing baginya.

__ADS_1


Berlari meraih sang nenek, menyentuh tangan teramat dingin. Perputaran dunia lain kembali lagi ke alam nyata tepat dia berdiri merasakan kakinya yang basah. Berdiri di bawah aliran sungai, kali ini tubuhnya berpindah di depan air terjun.


Tulang tengkorak bertumpukan di dalam air terlihat sangat jelas. Sosok wanita kebaya melepaskan bola matanya memberikan pada sosok jin merah. Dia terlalu kenyang menyantap banyak organ terutama jantung segar yang dia nantikan.


......................


Vila milik Sri terbuka lebar memperlihatkan pada dunia itu adalah sebuah tempat peristirahatan ternyaman di sela menikmati keindahan di pegunungan. Cuaca dingin, langit mendung dan suasana nyaman. Jin Merah menggunakan kekuatan mata jahat membuat para pengunjung berbondong-bondong memesan tempat itu setiap satu pekan.


“Liburan kita bakal seru nih. Yah, Soni dengar di dekat Vila ada air terjunnya. Jangan lupa kita mandi disana ya yah!”

__ADS_1


“Huh, padahal Sasya mau kemah dekat Vila. Ayah, ibu, pokoknya kita kemah dulu ya baru menginap di Vila..”


Perdebatan permintaan keduanya di alihkan dengan canda dan tawa. Tanpa terasa mereka sampai di depan gerbang. Seorang wanita muda memakai pakaian seksi tersenyum membukakan pintu. Tusuk sanggul terbuat dari emas. Di selipan daun telinga ada bunga kamboja kuning yang warnanya senada dengan selendang yang melilit lehernya.


“Selamat datang di Vila gunung Keramat. Saya pengurus Vila akan mengantarkan kalian masuk untuk melihat-lihat ke dalam.”


“Terimakasih.. oh iya mbak, apakah ada pekerja Vila yang bisa membantu pekerjaan kami selama menginap?”


“Tidak ada bu, tapi kalau ibu butuh sesuatu silahkan panggil saya. Rumah saya berjarak beberapa langkah dari belakang Vila. Arah masuk ke dalam hutan..”

__ADS_1


Suara wanita itu terdengar menyeramkan. Dia berjalan kaku, pandangan dingin memperlihatkan setiap sudut tempat. Saat berada di halaman belakang, tiba-tiba saja wanita itu menghilang. Teriakan suara kedua anaknya membuat Mey berlari menjatuhkan tasnya.


“kemana perginya mas Oto?” gumamnya sambil berlari menuju ke kamar anaknya.


__ADS_2