Pendakian Kemuning

Pendakian Kemuning
Iblis menagih janji


__ADS_3

Tidak ada yang bisa terlepas dari rajut iblis yang di semat. Nyawa akan di tahan, tidak ada pula yang harus di sesalkan setelah memilih jalan hitam.


Kemuning lebih sering berjalan-jalan di alam dimensi lain. Hantu pendaki Ayu memperlihatkan semua gambaran rahasia hitam di dalamnya. Mereka terpisah saat penampakan sosok iblis Capit mulai melakukan pemujaan di atas meja ritualnya. Ayu berpesan agar Kemuning tetap terus berjalan sampai dia kembali lagi. Dia akan berubah menjadi sosok hantu yang ganas setelah pria itu menabur darah di atas sungai. Tengkorak-tengkorak di dalamnya mulai mengeluarkan arwah-arwah bergentayangan mencari mangsa yang dia tuju.


Kemuning mengingat jelas terakhir kali meninggalkan tasnya. Dia mencari tepat dimana arah jalan yang pernah di lewati. Ketika dia menemukannya, tasnya yang kosong tanpa tulang tengkorak sahabatnya.


“Si iblis Capit itu pasti telah mencurinya!” gumamnya .


Di menoleh melihat dari balik pepohonan, Erik yang berjalan di belakang sosok hantu wanita berkebaya. Kemuning mengikuti mereka, dia bersembunyi di balik bebatuan. Suara deras air terjun, tangan-tangan keluar dari dalam air. Erik masuk ke dalam sampai tidak terlihat lagi. Kemuning menekan mulutnya yang hampir berteriak.


“Maafkan aku tidak bisa menolong mu Erik. Sekarang aku benar-benar yakin, Erik palsu yang selalu bersama Farsya adalah sosok lain penghuni gunung.”


......................


Orang tua melakukan segalanya demi anaknya, tidak perduli sebesar apapun yang akan di korbankan. Meski telah melakukan penolakan keras, diam-diam hanya menemui Langsat. Dia meminta anaknya kembali dengan nyawanya sebagai taruhan. Dia berharap anaknya kembali terbangun, wanita itu memulai menjalani ritual pergantian nyawa tepat di tengah malam di belakang rumah Langsat yang di tutupi tumpukan kayu di atasnya.


Tubuh Nia di siram air bunga, mantra yang di ucapkan memanggil dimana sukma Hana berada. Panggilan asing terdengar menembus alam lain, Hana mencari ke sekeliling, suara yang memintanya untuk pulang. Hana keluar dari tenda, dia melirik ke sekeliling telah berdiri makhluk-makhluk berwujud aneh. Dia kembali masuk menutup tenda, Hana memasang posisi berjaga. Tendanya di goyang dari luar, seolah semua makhluk tadi telah mengelilinginya.


“Arghh!”


“Hana! Pulang! Ibu mu menunggu di rumah! Cepat keluar dari sana” perintah suara asing.

__ADS_1


Dia berlari keluar, kakinya di tarik tangan setan sampai tubuhnya terbanting. Dia menghentakkan tubuh, berlari menghindar. Suara yang memanggilnya menghilang, dia berhenti berlari melihat ada sosok makhluk bersayap membawanya terbang.


Jin peliharaan kek Langsat.


Siluman yang di pelihara Langsat bertugas mengikuti perintah majikan dengan imbalan mendapatkan makanan yang dia inginkan.Langsat terpaksa mengeluarkan sosok ganas itu karena di desak Nia yang memelas ingin anaknya kembali.


Tubuh hana di cengkram kuat, kulit makhluk itu kering bersisik. Kepala mirip alien dengan bola mata melengkung berwarna merah. Dia bisa mengepak tinggi dengan sayap yang terlihat berbentuk daging yang melebar.


Hana meronta setengah mati ketakutan, lendir yang menetes dari rahang makhluk itu menyengat aroma yang sangat bau. Dia di campakkan tepat di samping tubuhnya yang sedang berbaring di atas tempat tidur.


Terkejut selama ini dia berada di dalam lain sehingga tidak merasakan sakit pada kakinya. Melihat makhluk yang membawanya menghilang, dia mulai masuk ke dalam tubuhnya sendiri.


Berita anaknya telah sadar, Nia dan Hamdi segera pergi ke rumah sakit. Rasa bahagia memeluk Hana sampai menangis mengusap rambutnya. “Akhirnya engkau terbangun anak ku” ucap Nia berlinang air mata.


“Andai saja waktu itu aku mendengar perkataan Kemuning. Pasti kami semua selamat dari bahaya.”


Gangguan makhluk halus tetap mengincar, kali ini setiap malam dia mendengar suara rintihan suara tangisan. Dia melihat ibunya duduk di kursi goyang sambil membungkuk. Hana mendorong roda mendekati, tapi tiba-tiba wajahnya berubah pucat mengeluarkan suara meracau.


“Bu, belum tidur? Hana temenin ya bu..”


Nia menjerit sekuat-kuatnya, dia pingsan kepala di topang Hana. Keributan di malam itu membuat gempar para pekerja. Mereka baru berani membuka mulut mengenai kelakuan Nia yang tidak wajar.

__ADS_1


“Maaf non, ini bukan yang pertama kali nyonya seperti ini. Bibi sering melihat nyonya besar melakukan hal aneh lainnya. Misalnya selalu memesan daging mentah untuk di makan langsung..”ucap si pengurus rumah.


“Bapak juga lihat semalam nyonya besar makan tikus mati di belakang rumah non.”


Pak Wawan yang bertugas membersihkan halaman di kejutkan mendengar suara aneh di bawah pohon. Nia melahap bangkai tikus sampai tidak tersisa. Tidak berani mendekat, dia hanya memperhatikan dari balik pot besar. Hana meminta mereka melaporkan apapun mengenai ibunya.


Pukul 20:00 WIB, meja makan hanya terdengar suara gesekan sendok di atas piring. Nia yang merasa seolah tidak terjadi apapun pada dirinya masih tampak lahap menelan potongan daging. Dia tidak menyapa kepulangan suaminya atau menegur anaknya kalau belum minum obat. Selesai makan, gerakan kaku berjalan meninggalkan meja.


Hana memberitahu pada ayahnya mengenai peristiwa itu, Pikiran sang ayah menjadi kacau mencari tau kemana istrinya pergi beberapa hari yang lalu. Semula dia meminta ijin pergi ke rumah ibunya yang sedang sakit. Saat bertanya kabar pada mertuanya, dia terkejut mendengar kabar kesehatannya yang semakin membaik juga menanyakan kabar anak dan cucunya.


“Kemana perginya Nia waktu itu? pantas saja tiba-tiba Hana sadar setelah dia sampai di rumah” gumam Hamdi.


Dia memeriksa panggilan nomor telpon. Beberapa panggilan riwayat taxi online, mencari lokasi tempat istrinya pergi. Dugaan Hamdi yang kuat kalau istrinya pergi ke desa seberang menemui dukun Langsat.


“Bagaimana cara menghentikan makhluk itu kek?”


“Kau pikir makhluk itu gampang membatalkan janji dengan setan? Istri mu sendiri yang membuat janji. Dia meneteskan darah sebagai tanda ikatan. Sekarang kau cepat selamatkan istri mu, dia datang menagih janjinya..”


Dia lari ke dalam mobil melajukan kendaraan kencang. Di sepanjang perjalanan pikirannya tidak tenang. Tiba-tiba mesin mogok di tengah jalan, dia keluar memeriksa mesin. Melihat di tengah jalan tidak ada satu pengendara pun yang melintas. Hamdi meninggalkan mobilnya, berlari di tengah malam. Dia melambaikan tangan ketika melihat truk datang dari arah depan.


“Dasar gila! Mau cari mati!” bentak supir.

__ADS_1


“Maafkan saya pak, saya buru-buru pulang mencari tumpangan. Istri saya mau di bunuh, tolong antar saya pak..”


__ADS_2