Pendakian Kemuning

Pendakian Kemuning
Asal kebangkitan jin merah


__ADS_3

“Arghh! Jangan! Tega sekali kau membunuhnya!” teriak Rumga.


“Ahahah! Kenapa anak manis? Kau tidak sabar menyusul dengannya ya?”


Mile mulai mengangkat pisau ke arahnya. Rumga menggunakan kekuatannya melepaskan tali yang mengikat. Dia berlari mencari jalan keluar. Dia di kepung wanita yang memakai pakaian aneh. Wanita bertubuh kurus dan gemuk berhasil dia lumpuhkan. Pintu terbuka, dia berlari di kejar Mile menggunakan kekuatan iblis. Dia terjatuh di dekat batas pinggir hutan.


Jin menariknya memasuki hutan, Rumga menolak kaki hingga mendorong kuat. Berlari menjauh, seorang wanita yang memakai pakaian pendaki memberi petunjuk memilih jalur kanan. Di depannya dua sosok bayangan hitam dan putih melayang membantunya terlepas dari kejaran sosok penghuni gunung Keramat. Dia di bungkus jubah putih menembus masuk ke salah satu pohon.


Berdiri melihat empat wanita tersenyum menatapnya. Dua sosok tadi melayang di atasnya, Rumga ketakutan menjauh berlari mencari jalan keluar.


“Tolong! Jangan bunuh aku!” teriaknya histeris.


Dia memejamkan mata, mengeluarkan kekuatan membanting mereka memisahkan tanah berjarak sejauh-jauhnya. Rumga juga ikut terhempas di tanah perbatasan hutan jalur terlarang. Salah seorang wanita mengangkatnya masuk ke dalam sebuah terowongan bercahaya putih.


Sekeliling berselimut kabut putih. Rumga di tempatkan di atas batu besar, dia terbangun merasakan selimut hangat terbuat dari dedaunan. Di depannya ada empat wanita melihatnya. Dia ingat luka di dahi wanita berambut putih berjubah putih yang mengeluarkan darah terkena benturan batu di dahinya.


“Cepat sekali lukanya sembuh, apakah para makhluk di depan ku ini bukan manusia?” gumamnya.


Rumga ketakutan bergerak mojok di sudut bebatuan. Dia mengeluarkan kekuatan api menutupi dirinya sampai mau membakar dirinya sendiri. Mata membelalak melihat ke atap, hampir saja percikan api membakar seluruh gua. Sungga menggenggam tangannya, dia tidak memperdulikan tangannya yang terbakar.

__ADS_1


Menunjukkan siapa empat wanita yang dia anggap mengancam dirinya. Merasakan mereka tidak seperti orang-orang yang ada di sekolah akademi. Perlahan api padam, dia menerima uluran tangan wanita bertubuh tinggi menuntunnya menuju ke ruangan bebatuan lain.


“Maaf, kami tidak bermaksud menyakiti mu. Kami adalah bangsa penyihir, keturunan jin penduduk wilayah gunung keramat. Kami akan membantu mu dari kejahatan Mile.”


“Siapa dia? Mengapa dia ingin membunuh ku?”


“Dia penguasa terkuat, setengah kekuatan jin merah ada di dalam dirinya. Kamu tergolong memiliki kekuatan tinggi yang bermanfaat untuknya” ucap Ehit memperhatikan tangan anak itu masih bergetar.


“Malam ini kamu beristirahat di kamar atas, kami ada kerjaan penting memperkuat benteng pertahanan agar musuh tidak masuk ke dalam.”


Sungga mengantarnya sampai ke depan pintu. Rumga tidak melihat mereka ingin menyakitinya. Melihat wanita berambut pirang pergi, dia memperhatikan kamar terbuat dari ruangan bebatuan seakan berbisik padanya. Keanehan pada batu tembus pandang bisa melihat keluar. Detak waktu larut malam melelapkan sebagian penghuni gunung.


Syat_syat_


“Jangan bunuh dia Mile, belum saatnya. Mereka harus menjadi saksi melihat kematian Rumga saat kamu membangkitkan jin merah. Dengan begitu mereka akan sadar kekuatan mu jauh lebih besar dan hebat dari pada mereka” ucap Rayum.


“Ahahah! Ya kau benar. Aku tidak sabar menunggu hari itu. Mereka semua aku habisi! Hahah!”


Ke empat penyihir dan gadis istimewa itu di bawa ke ruangan persembahan. Pisau telah di siapkan, Mile mengangkatnya lalu menebas lehernya. Dia mempersembahkan darah Rumga untuk jin merah. Suara teriakan ke empat penyihir putih terbawa sampai membangunkan mereka yang mendapatkan mimpi yang sama. Mereka melihat Rumga masih tertidur pulas.

__ADS_1


Pagi hari yang mendung, kabut putih menyebar berasal dari kekuatan penyihir putih. Fenomena selimut kabut putih membungkus mulai dari kaki gunung hingga bagian puncak berkaitan pelindung segala kekuatan jahat yang lebih besar di dalamnya.


Tidak ada yang tau apa yang akan menghalangi, berupaya merampas yang bukan miliknya. Penyihir putih bangsa jin terakhir sekuat tenaga melindungi diri serta menyelamatkan Rumga yang ternyata darahnya mengalir kekuatan yang sama seperti mereka.


Dia memiliki kekuatan lebih besar sebagai suku termuda penerus terakhir. Mempertajam kekuatan, mengarahkan bagaimana cara kerja mengatur kekuatan sehingga bisa menyerang dalam satu tujuan. Dedaunan yang di gerakkan berhasil berubah menjadi kekuatan putih menembus badan pohon menumbangkan tanpa menyentuhnya.


Patahan kayu, dahan, ranting dan daun yang berhamburan. Melakukan gerakan jurus lain tanpa terasa dari kejauhan ada yang memperhatikan. Sarang penyihir putih terbilang cukup kuat. Hanya mata bangsa putih dan kekuatan hitam terkuat bisa menembusnya. Sampai kini, rahasia Rayum tersimpan sedalam-dalamnya. Mile, para pengikutnya, ke empat penyihir putih tidak mengetahui dia adalah salah satu suku yang sama pada bangsa jin putih. Dia sengaja mengasingkan diri, membentuk diri sampai menjadi pengikut Mile. Dia mengubah dirinya terlihat menyakiti penyihir putih. Berpura-pura membunuhnya.


Rumya menggunakan caranya sendiri untuk melindungi suku penyihir putih terakhir yang nyawanya di ujung tanduk. Rencana Mile yang akan bergerak menerobos pertahanan sarang penyihir putih di mulai dari titik yang sengaja dia pilih. Dia memasang beberapa jebakan menarik kekuatan penyihir hitam jika melewati jembatan kekuatan putih.


Sinar merah di gunung keramat menyalakan kekuatan hitam. Rayum melihat suku kegelapan, bangsa jin penyihir hitam memanggil kekuatan terbesar yang ada disana. Rayum menarik setengah kekuatan hitam masuk ke dalam tubuhnya demi mengelabui seluruh pengikut jin merah.


Terkadang dia berwujud penyihir putih, terkadang seutuhnya bertubuh kegelapan.


Penguasaan kekuatan seutuhnya terkendali menemui penyihir tertua di negeri kegelapan. Meski aliran darah suku hitam jin kegelapan melekat di dalam dirinya. Dia menyeimbangkan tidak memilih ataupun memihak di antara keduanya. Rayum menemui Duri, dia meminta bantuan jalan mengubahnya seutuhnya terlihat sebagai bangsa kegelapan.


Setiap malam menahan rasa sakit memuntahkan kembali daging-daging busuk, hewan hidup yang di telan sebagai penahan serangan kekuatan yang akan menghantam suku kegelapan. Dadanya semakin sesak, urat menghitam penuh di sekujur tubuhnya. Terkadang dia sampai pingsan, tubuhnya hampir di makan hewan buas di dalam hutan demi mengasingkan diri sejauh-jauhnya.


Di tengah perkumpulan aliran kegelapan, Mile menebas leher Tineke. Asal pengikutnya itu dari manusia yang berstatus wanita gila. Tineke meraih kekayaan berlimpah ruah dari jin sala satu penunggu di gunung. Mile menjadikannya pengikut sebagai cadangan makanan di kala cahaya merah kebangkitan iblis menyinari tubuhnya.

__ADS_1


Srak__


Pisau tertancap sampai memutuskan lehernya. Darah mancur di tampung menggunakan rahangnya yang lebar.


__ADS_2