Pendakian Kemuning

Pendakian Kemuning
Tajam


__ADS_3

Membawa ibunya ke rumah sakit, dia juga membantu seorang wanita bernama Iyem yang terlihat setengah depresi ketakutan. Jarum infusnya berkali-kali terlepas, dia mengukuhkan tubuh melihat sosok lain mengintai. Penampakan Sri dan Rode masih tergambar di pelupuk mata. Pemeriksaan ibu yang harus dia tunggu selama beberapa jam. Sams menuju ke rumah mengambil sisa uang tabungan untuk biaya keperluan mereka selama di rumah sakit.


“Kalau untuk membayar pengobatan wanita itu maka uang ku tidak cukup” gumamnya menghitung ulang uangnya.


Dia menjual sepeda motornya, tanpa persetujuan orang tua angkatnya. Sams membelikan ibunya untuk berganti dan menyedikan rumah kontrakan begitu juga dengan isinya. Semuanya belum lengkap tapi setidaknya terpenuhi, kesehatan ibunya sangat cepat membaik. Dia juga mengatakan tidak mau berlama-lama tinggal di rumah sakit dan melihat banyak orang-orang memakai jarum infus.


Setiap suster menyuntik atau mengganti infus, dia menahan jeritan mengingat bagaimana ayahnya menyiksanya. Tidak ada yang bisa di sebut kata bahagia walau dia anak satu-satunya. Ayahnya belum turun dari gunung dan kabar ibu angkatnya menghilang.


Di dalam kontrakan Sams membantu ibunya merapikan pakaian. Dia tidur di kamar belakang, penasaran dengan isi amplop, tulisan di setiap balik foto dan buku diary ibunya. Dia membuka diary melihat ratusan ribu tulisan yang mengutarakan semua isi hatinya.


...🔥🔥🔥...


Kampung Kala, 4 july 1999


Hari ini kita bertemu di bawah kaki bukit. Engkau seorang pria pemberani yang menyelamatkan ku dari kejaran makhluk hitam besar. Perkenalan singkat di landasi rasa cinta, dia mempersunting ku dengan mengabaikan kenyataan ayah ku adalah seorang manusia beraliran sesat. Tanpa rasa ragu Lem membuat rumah tanggaku bahagia.


Tidak perlu bergelimang harta, siapa yang mengira selama ini bayi di dalam kandungan ku telah di puja oleh ayah ku. Sama seperti dulu, ibu menyelamatkan ku dari makhluk pemakan janin. Dia mengorbankan dirinya sendiri, cerita itu aku dengar sendiri dari catatan ibu yang kini aku tumpahkan dalam catatan ku sebagai penerus kenyataan hal mistis yang tidak bisa di tutupi.


...🔥🔥🔥...


Lingkaran setan di dalam api yang melingkar menyala di bawah rembulan di selimuti hawa kabut putih pekat. Manusia sesat mendewakan gunung keramat sebagai sosok yang mereka sembah. Berita kehilangan satu anggota keluarga atas campur tangan pihak orang dalam.


Eden mengingat anak dan menantunya di ruangan terpisah. Tepat di usia kehamilannya yang mendekati hari perhitungan bersalin. Sekuat tenaga Rosah melahirkan sendiri di dekat pepohonan lalu meninggalkan anaknya disana.


Sams, nama mu akan terpatri bersama kalung yang selalu kau bawa.


~Lembar kedua

__ADS_1


Kuku setan berselimut kerlap-kerlip cahaya kunang-kunang. Panggilan jin merah meminta agar dia ikut bersekutu dengannya. Dia juga meminta dengan sukarela akan janin yang dia tunggu.


Mantra aneh yang katanya melindungi bayinya nyatanya untuk media memperlancar memberikan sesajian.


Mantra aneh tertulis dalam tiga lembar buku. Di ujung jalan ada gambar tengkorak, Sama seperti hari ini, bukan hany ibunya tapi sang ayah angkat bernama Sam sang menggantikan dirinya demi kehidupan Sams.


#Selembar penuh sketsa gambar berwana tengkorak. Dia merasakan sampai saat ini sosok yang sama ingin membunuhnya.


Kreekk_Bunyi suara pintu.


“Sams kamu belum tidur?”


“Belum bu sebentar lagi…” jawab Sems memperhatikan jalannya yang pincang.


Di dalam amplop ada benda-benda aneh. Benda yang paling menakuti adalah sebua mantra pemanggil dalam media ritual boneka.


“Aku tidak berani memainkan hantu. Apa aku bakar saja benda ini?” gumamnya sedikit ketakutan.


Dia menutup buku diary ibunya. Menyimpan di salah satu laci yang sengaja dia kunci. Tidak salah lagi semua musibah yang di alami di hidupnya karena keluar nya yang bermain ilmu Hitam.


Paman dan bibi yang tidak kalah gila memainkan permainan ritual pemanggil setan. Kedua anaknya yang menghilang kemungkinan besar di tarik ke. gunung keramat.


"Aku akan mengabarkan hal ini pada ayah dan ibu angkat ku" gumamnya.


Semalaman dia tidak bisa memejamkan mata. Ketakutan, bayangan hitam dan ganggu makhluk halus. Suara panggilan Rode dari kejauhan menakut-nakuti. Dia menutup rapat tirai. Berjalan memeriksa keadaan pintu dan jendela, sosok tinggi terbang menembus tubuhnya.


Pria itu tidak dapat di sentuh makhluk lain. Dia di hinggapi sosok yang di berikan ayah angkatnya. Di pagi hari sebelum pergi, dia mengingat hal apa yang harus di sampaikan terlebih dahulu pada kedua orang tuanya.

__ADS_1


Meminta ijin pada Rosa kemudian mempercepat langkah pergi ke gunung.


"Jangan kau injak kan gunung itu Sams, ayah dan ibu mu di ambil makhluk di dalamnya" telah terbukti sekalian pun menjadi pengikut setia setan maka dia akan di makannya! " sosok pria menariknya menunjukkan letak pemakanan ayahnya.


"Dimana ibu ku? "


"Dia bukan lagi ibu mu! Diri Rode di isi setan merubah wujud aslinya! "


"Tidak! tidak mungkin! "


--


Para wartawan yang masih berada di gunung mencari dimana lokasi yang strategis agar mempercepat proyek mengisi berita. Gambar yang mereka ambil selalu di tutupi kabut putih pekat.


"Kalau gini caranya bagaimana kita bisa mengambil gambar yang indah? " tanya pria berambut ikal membuang semua foto.


Gangguan mengancam, satu persatu mereka menghilang. Tiga wartawan yang mulai merasa gunung keramat terlalu angker dan mengambil jiwa. Mereka pulang tanpa membawa alat kerja yang masih di dalam tenda.


Badai di dalam hutan, suara ramai pasar yang tidak terlihat dan kekacauan mengancam. Seorang wartawan memberanikan diri meliput berita. Dia memakai jas hujan bersembunyi di sela alang-alang menyaksikan sosok wanita bertubuh kecil berwajah tua me mengeluarkan gigi taring menjuntai.


Suara retakan tulang, dia mencabik kambing hutan bak predator yang sangat rakus. Mengambil video dengan tangan bergetar, selesai mengambil dia berlari kencang dengan membawa kameranya.


"Apa yang ku lihat tadi? kalau sosok itu nyawa berarti nyawa kami semua sedang terancam! aku harus memberitahu mereka" gumamnya.


Sisa wartawan di tenda yang melihat rekaman kosong itu menggelengkan kepala. Mereka berpikir dia kelebihan mengkonsumsi alkohol. Dia merapikan barang-barangnya pergi meninggalkan kan hutan.


Menuruni gunung keramat tanpa membaca letak rute dan memperhatikan tanda jalan. Dia tersesat berada di ujung jurang melihat di bawah jurang yang dalam menantinya.

__ADS_1


"Tolong kami!" suara teriakan dari dalamnya.


"Hihih! kau mau bermain-main dengan kami? apakah kau lupa bagaimana riwayat manusia yang memaksa mengambil yang buka hak nya? "


__ADS_2