
Rafi menepuk pundak kanan putranya.
" Sabar Dave 3 doang dulu mamamu di pingit satu bulan, tidak boleh ketemu, bahkan telpon tidak bisa, tapi ketika hari H, rasa rindu yang terpendam langsung terobati bahkan tersalurkan saat malam pertama, papa bisa puas dan nambah terus." Rafi menghibur dave dengan menceritakan masa lalunya.
" Hahaha, bener pa, oke lah Dave kau harus bersabar, 3 hari akan bertemu setelah itu kau bebas mau ngapain saja padanya." Gumam Dave.
Dua pria dewasa itu tertawa sendiri di belakang Mila.
" Hayo apasih yang di tertawakan kayaknya seru banget?" kepo Mila.
" Tidak apa apa ma, ini urusan lelaki iyakan pa." Elak Dave dan dia menoleh ke arah papanya untuk mencari dukungan, Rafi mengangkat kedua jempol tangannya, menyetujui apa yang di katakan Dave.
Ira akhirnya pulang bersama keluarganya dan menerima keputusan Kakek Ramon dengan ikhlas.
Di dalam mobil Ahmad malah menggoda adiknya.
" Ais ais calon pengantin yang gelisah haris di pingit, udah tidak sabar nih kayaknya nyonya Dave." Goda Ahmad.
" Ih apaan sih, enggak ya, Ira cuma khawatir doang masa tidak boleh, kalau masalah pingit memingit, jangankan 3 hari, satu bulan juga ayo."Jawab Ira dengan sewot.
"Hahaha ngambek rupanya dia, kalau ngambek cantiknya ilang lho."Ahmad masih saja menggoda adiknya. Ira cuma membalas candaan Ahmad dengan mencebikkan mulutnya.
" Hahaha." Ahmad dan kakek Ramon malah menanggapi dengan tertawa keras.
💗💗💗
__ADS_1
Semua persiapan konferensi pers sudah 100 persen selesai, Ramon menempatkan orang orangnya di berbagai titik, dia tidak mau kejadian kemaren akan terulang lagi.
Dave dan keluarga juga hadir untuk memberi dukungan pada keluarga Nugraha.
Ramon duduk di tengah di sampingnya ada Laksmi dan budi lalu di sebelah kiri ada Ahmad dan Ira. Nila dan Kedua anaknya duduk di deretan penonton paling depan bersama Keluarga Aditama.
Baron orang bayaran Dari Bella juga ada di sekitar tempat tersebut, dia lolos dari pemeriksaan ketat, aparat dan bodyguard yang di sediakan oleh Ramon. Dia bersembunyi di lantai atas di ujung ruangan, dengan senapan jarak jauh yang sudah di persiapkan tempo hari.
Sasarannya adalah Khumaira, Pas acara di buka semua fokus pada Keluarga Nugraha, dan ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuk mengeksekusi rencananya, senapan diarahkan tepat di kepala pada Sosok Khumaira. Dia menunggu Khumaira di perkenalkan dan berdiri barulah dia akan membidik Ira.
Tapi naas, saat Baron melepaskan tembakannya, pengawal patroli melihatnya dan segera menangkis senapan Baron hingga akhirnya tembakan meleset mengenai lampu di ujung ruangan dan pecah.
Dor pyar
" Ayo kita bawa ke bawah, laporkan pada tuan Ramon." Ucap salah satu pengawal dan mereka menggiring Baron di hadapan Ramon. dan itu masih dalam siaran langsung sebuah televisi swasta.
" Tuan orang ini ingin mengacaukan acara anda!" Lapor pengawal.
Ramon meminta untuk menghentikan siaran langsung tersebut dan turun ke bawah menemui pria tersebut.
" Siapa kamu dan apa tujuan kamu mengacaukan acara saya ha."Ramon sangat marah dan menghentakkan tongkatnya ke lantai gedung tersebut.
" Maaf, saya cuma orang bayaran tuan." Jawab Baron.
"Siapa yang menyuruhmu, jawab!" bentak Ramon, meski dia sudah tua tapi aura kekejaman dan ketegasannya terpancar kuat.
__ADS_1
"Itu tuan Nona Isabella, istri tuan Brian." Jawab Baron sambil menoleh ke arah Brian yang juga hadir di sana.
Brian ikut mendekat dan dia merasa tidak ada hubungan lagi dengan Bella.
"Oh kamu Baron, maaf Urusan Bella sudah tidak ada campur tangan lagi dengan saya, kami sudah bercerai, meski masih ada satu sidang lagi." Jawab Brian.
" Lalu apa yang Bella inginkan hingga menyewa jasa kamu?" Tanya Brian.
"Dia ingin menghabisi nyawa wanita cantik bernama Ira, katanya gara gara dia semua pergi dari dia, anda, harta, tuan Dave dan anak anak, jadi Nona Bella tidak mau ada yang menghalangi dia memiliki semuanya." Jawab Baron dengan jujur.
" Karena kau sudah jujur maka, bawa dia ke penjara, proses secara hukum!" Ramon memerintahkan bodyguardnya membawa Baron ke kantor polisi, menjalani hukuman dia sesuai hukum yang berlaku di negara ini.
" Ya Allah, apasih yang wanita itu inginkan, dia terlalu serakah, tapi akhirnya berbalik padanya."Ucap Mila, dia merasa sangat geram dengan Perempuan yang pernah menjadi menantunya selama 9 bulan itu.
" Tak ku sangka selama ini aku memelihara ular beracun, dia tidak pernah punya rasa puas dan berterima kasih, kau ke rumah sakit, lihat keadaannya, setelah diperbolehkan pulang, minta polisi untuk memproses hukum nya, aku mau dia di hukum dengan Adil, karena sudah dua kali mengadakan percobaan pembunuhan, dan jerat dia dengan tuduhan pembunuhan berencana!"Ramon memerintahkan salah satu pengacara kepercayaannya untuk memproses hukum Bella.
" Kek, apa ini tidak keterlaluan, sekarang kondisi bu Bell sudah tidak bisa ngapa ngapain, satu kakinya di amputasi, yang satu juga patah dan baru dioperasi, dia sudah tidak bisa kemana mana." Ira merasa kasihan pada Bella, sudah jatuh tertimpa tangga pula.
"Kalau dia terus di maafkan dan di beri kesempatan, maka hal yang lebih buruk lagi akan dia rencanakan, kakinya yang cacat, tapi otaknya masih bisa berfikir, dia pasti akan punya segudang cara untuk membalas dendam atas semua kekalahannya."Ucap Ramon dengan jelas.
" Sayang kakek benar, kami semua mengenal Bella dengan baik, dia tipe wanita yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya, biarkan dia mendapat hukuman, dan belajar di sana nanti." Dave menambahkan keterangan dari Ramon.
" Oke deh, Ira manut saja bagaimana baiknya, kalau tidak nyawa Ira sendiri taruhannya." Jawab Ira pasrah.
Acara dilanjutkan kembali dengan lancar, lalu mereka ke kantor Pt Angkasa, untuk mengesahkan Posisi Ahmad dan Budi di sana.
__ADS_1