
Dono mengantar Ira sampai di bandara dengan selamat, dan nantinya Dono juga yang akan mengantarkan Ira sampai di kampung halamannya.
"Pak Don, ini yang namanya bandara sukarno hatta itu ya, wah besar sekali, kalau Ira sendirian tadi kemari, pasti saya tersesat pak." Ucap Ira, dia memandangi sekelilingnya dengan takjub.
" Iya non makanya tuan Dave meminta saya supaya mengantar anda sampai di rumah dengan selamat, tanpa kekurangan suatu apapun."Jawab Dono.
"Maaf ya pak Don, jadi merepotkan sampean." Kata Ira lagi, dia merasa tidak enak.
"Santai Non, ini memang sudah menjadi tugas saya." Jawab Dono.
"Non ,ayo kita ke jalan khusus di ujung sana!"Ajak Dono
" Bukannya di situ tempat untuk boarding?" Tanya Ira.
" iya itu kalau kita naik pesawat komersial, tapi hari ini kita akan naik jet pribadi milik tuan Dave, kalau punya jet sendiri enak non, kita tidak perlu ikut jadwal penerbangan, dan bisa mengatur sendiri jadwalnya."Dono menerangkan.
"Wah keren ya pak, kalau sultan mah bebas ya, yang penting punya duit, hehe." Cengir Ira, dia berkata dengan jujur.
"Tidak juga non, mereka bekerja dengan keras, dan tanggung jawabnya juga banyak, bahkan memikirkan nasib ribuan kehidupan pegawainya." Jawab Dono.
" Iya pak Dono benar, semakin kita di uji dengan harta, pangkat dan martabat, maka makin banyak tanggung jawab kita, apalagi nanti kelak di akhirat, sebagai pemimpin sudahkah berbuat adil pada bawahannya, Kekayaan juga, semakin besar harta kita, maka makin banyak yang harus dipertanggung jawabkan, terutama Zakatnya, kalau uang dan kekayaan itu tidak di keluarkan zakat, sesuai dengan ketentuan agama, maka akan menyandung kehidupan dunia dan akhirat."Jawab Ira.
" Benar non, kelihatannya enak jadi orang kaya, tapi ternyata sama saja ya, mending yang tengah tengah saja, hidup cukup, butuh sesuatu cukup, apa yang kita inginkan tercukupi, itu yang terbaik."Kata Dono, sambil tertawa.
__ADS_1
"Itu mah menurut saya sudah lebih dari cukup pak Don, lebih nyaman daripada kaya sepertinya ya, hehehe." Jawab Ira.
" Itu non pesawat dengan tulisan Aditama family adalah jet pribadi keluarga Aditama, Tuan Dave sering bepergian keluar negeri waktu itu, kalau menggunakan pesawat komersial, beliau akan terlambat, jadi beliau membelinya." Jawab Dono.
Mereka naik ke jet tersebut. Begitu sampai di dalam, tak henti hentinya Ira mengucap tasbih dan syukur, baru pertama naik pesawat, langsung jet mewah.
"Wah ,ini sih bukan pesawat pak tapi lebih mirip apartemen, semua ada disini." jawab Ira
Tak lama kemudian Pesawat tinggal landas menuju ke surabaya dengan sempurna.
Pramugari juga menyiapkan sarapan untuk keduanya.
" Nona setelah dari bandara juanda, berapa lama lagi kita tempuh perjalanan?" Tanya Dono.
" 3-4 jam pak, jarak yang lumayan jauh, tapi kalau lewat jalan tol bisa 2 setengah jam." Jawab Ira.
" Pak Don, kita nain taksi online saja ya, kalau bis akan butuh waktu lama." Ucap Ira.
" Tidak perlu nona, tuan Dave sudah menyiapkan kendaraan, nanti saya sendiri yang akan menyetir dan memastikan keamanan dan kenyamanan anda."Jawab Dono.
"Dari tadi pagi, kenapa sikap pak Dono jadi berubah ya, jadi formal begini, biasa saja pak, kita ini sama."Kata Ira.
" Hehe, mulai tadi malam anda adalah majikan saya nona, jadi beda.". jawab Dono.
__ADS_1
" Ah pak Dono jadi gak asyik, saya belum menikah pak dengan Pak Dave, jadi kita sama, pekerja keluarga Aditama, padahal pak Dono sudah saya anggap sebagai paman sendiri seperti pak Roy." Kata Ira.
" Hehe, maaf ya Ir, tapi saya turut senang, akhirnya tuan Dave menemukan gadis yang tepat menjadi istri beliau, umur bukan penghalang kalay sudah jodoh, status sosial dan pendidikan tinggi ternyata tidak bisa menjamin kebahagiaan berumah tangga, saya juga salut pada keluarga Aditama yang ternyata bisa jeli memilih anggota baru keluarga mereka." Dono juga kagum dengan kepribadian Ira yang sederhana dan jujur, meski dia berasal dari kampung, tapi Ira bisa dengan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dan bisa menyesuaikan dengan siapa dia berhadapan.
2 jam Jet pribadi Aditama Family mendarat dengan sempurna di bandara Juanda,
Benar kata Dono, disana mereka di sambut oleh seorang yang membawakan sebuah Alphard untuk kendaraan Ira.
Dono menyetir mobil tersebut dengan kecepatan tinggi menuju tempat Ira di lahirkan. Dia tidak mau menunda nunda lagi pekerjaannya.
Sementara Di Pt Angkasa, Donald dengan terpaksa menerima keputusan Dari ayah angkatnya, tapi tidak dengan Monika dan Bella, sekembali mereka dari gunung putri dikejutkan dengan berita di pecat nya dirinya dan di mutasinya sang ayah. Bella dan Monika langsung ke kekediaman Ramon dan marah marah.
" Kek, apa yang kamu lakukan? atas dasar apa memecat ku, aku ini cucu kamu bahkan cucu tunggal kakek." Marah Bella.
" Terus kalau cucu kenapa? kamu bisa semena mena begitu ha, kamu sudah melanggar peraturan kantor, sudah seminggu lebih tidak bekerja, tanpa ada keterangan terus mau makan gaji buta kamu, dengar ya, daripada hartaku hancur di tangan cucu ya g tidak beradab dan tidak tahu malu serta tida' tahu berterima kasih." Ucap Ramon.
" Trus kalau bukan Bella mau kakek kemenakan uang kakek, makmum kek, kalau perempuan itu suka barang barang yang bagus dan mewah, ini malah di kata katai." Ucap Bella dengan kesal.
"Kau sudah keterlaluan Bella, sebenarnya sudah di taruh mana otak suami kamu itu sehingga mau menikahi perempuan gila seperti kamu ini." Jawab Ramon.
Kami segenap keluarga besar pengasuh si kembar dan author halu
MENGUCAPKAN SELAMAT IDHUL FITRI 1444H , tahun 2023. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
__ADS_1
💖💖💖💖💖