Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 132


__ADS_3

Bondan masih saja congkak dan sombong, dia bahkan menantang Dave supaya menutup kantornya, karena Bondan dan anak buahnya tidak takut polisi, mereka ikut merasakan apa yang Bondan dapatkan. kecuali kalau jendral polisi sendiri yang menutupnya.


Si sebrang sana, Dona sudah bergerak dia melaporkan semua kegiatan ilegal Klan milik Bondan dan meresahkan masyarakat , serta melaporkan jajaran di bawahnya yang ikut terlibat, semua bukti dan nama nma yang terkait sudah di simpan di sebuah File dan di serahkan langsung kepada jendral polisi di kantornya, mereka segera menuju ke kantor Bondan untuk menindak lanjuti semua dan menyidiknya langsung.


Kembali di rumah sakit


" Apa menutup usaha gue, memangnya siapa lo, jendral polisi atau presiden ha." tantang Bondan.


"Saya bukan siapa siapa, bukan jendral maupun president, tapi saya bisa membuat kantor anda di tutup hari ini juga." Dave dengan percaya diri mengatakan hal tersebut, karena Dono sudah memberinya pesan, kalau Jendral polisi sudah melakukan sidak di kantor Bondan.


" Haha lo belum tahu gue, apa di perusahaan lo kerja, tidak di kenalkan nama Bondan Sukoco?"


" Tidak, perusahaan kami benar dari preman dan antek anteknya seperti anda yang sok besar ini." Jawab Dave.


" Apa nama perusahaan lo, nanti gue tandai." kata Bondan.


" Ah perusahaan kecil kok, paling kamu tidak tahu, dan dengar ya lalu catet dan tandai, Saya CEO dari Aditama Grub sekaligus pemiliknya, dan tidak ada yang berani datang ke tempat saya untuk memalak, apalagi preman kecil seperti anda, dan tunggu saja beberapa menit, apa yang bisa sya lakukan untuk membungkam orang sombong seperti anda." Jawab Dave.


" A apa tadi A Aditama grub, a anda Dave Aditama? heran Bondan.


" Iya kenapa, tahu nama itu?"


" Maaf tuan, saya saya tidak mengenali anda, dan tolong jangan tutup usaha saya, Tolong ampuni saya tuan, Dono pasti akan membunuh saya." jawab Bondan.


" Tunggu saja 5 menit lagi!" pinta Dave pada Bondan, semua yang ada di sana cuma bengong, melihat pria yang tadinya sangat kasat dan sombong tiba tiba, lemes hanya mendengar nama Aditama.


Dave duduk di ruang tunggu sambil menunggu giliran mereka masuk ke dalam.

__ADS_1


Belum ada 5 menit, anak buah Bondan menghubungi ponsel Bondan serta Melaporkan keadaan di kantor.


" Bos, kamu di mana? ini ada Mr Dono datang bersama jendral polisi, pak Andrian maulana datang ke kantor, mereka menyidak habis habisan, semua di bawa dan kantor kita di tutup, bahkan tuan Robert juga tidak bisa berkutik lagi, kita hancur sekarang bos, habis semuanya." ucap anak buah Bondan dari seberang sana.


" Aaarghhh habis semua hancur semua jerih payahku selama ini." Tubuh Bondan linglung dan jatuh di lantai lemas seperti tak bertulang.


Hari ini dia berurusan dengan orang yang salah, sebenarnya bukan Dave yang Bondan takuti tapi Orang di belakangnya, yaitu Dono.


Istri Bondan yang tadi sudah di tampar bahkan dihinanya, masih mau menolong dia, membantu Bondan berdiri dan memapahnya keluar dari tempat tersebut.


Dono juga sudah melaporkan kalau misinya sudah beres.


"Mas apasih yang mas lakukan sehingga dia takut begitu dan akhirnya lemes begitu setelah mendapat telpon?" Ira sangat penasaran, sebenarnya apa yang Dave lakukan untuk memberi pelajaran Orang seperti Bondan itu.


" Bukan aku sebenarnya yang dia takuti yang tapi Dono, Dono itu dulu mantan ketua mafia yang paling berbahaya di sini, tapi dia taubat, keluarganya habis di bantai musuh musuhnya, dan hanya dia yang masih tersisa, aku cuma meminta Dono untuk menutup usaha ilegal Si Bondan itu dan semua sudah beres, makanya dia lemes tadi.


" Karena dia punya dukungan di kepolisian, jadi dia semakin meraja lela dan semakin berkembang. hanya setingkat brigjen dan jendral saja yang bisa menaklukkan pria seperti itu dan Sangat Takut pada Dono, sehingga perusahaan kita bebas dari sampah seperti itu.


Ira mengangguk paham dan makin cinta deh dengan ayah dua anak eh bukan tapi mau tiga.


Tak menunggu lama lagi Dave dan Ira di panggil masuk ke dalam ruangan dokter Sinta.


" Selamat pagi tuan, nyonya silahkan duduk!" pinta dokter Sinta.


" terima kasih dok." jawab keduanya.


mereka lalu duduk, Tubuh Ira panas dingin dan dia merasa gugup. Dave memegang tangan istrinya dengan lembut.

__ADS_1


" Rileks tidak usah tegang." Bisik Dave.


" iya nyonya Rileks saja oke." Kata Dr Sinta.


Dokter Sinta menanyakan bio data keduanya untuk mengisi buka KIA, yang nantinya harus mereka bawa saat kontrol.


Setelah selesai Dr Sinta mengajak Ira ke sebuah ranjang pasien, dia di minta berbaring dan menaikkan pakaiannya sebatas Dada. Dr Sinta mengoleskan gel di sana lalu mulai menggerak gerakkan sebuah alat untuk USG.


" Tuan, nyonya silahkan perhatikan ke arah monitor di depan, itu adalah gambar rahim nyonya Khumaira, kita periksa dulu ya, apa benar si kecil sudah berada di sana."


Dokter Sinta masih mengerakkan pelan alat tersebut dan berhenti di sebuah titik, dia memutuskan di area tersebut.


" Lihat itu, ada sebuah biji kedelai disana, titik seperti Biji kedelai itu adalah sebuah janin yang nanti akan tumbuh di dalam rahim Nyonya khumaira." Dr Sinta mulai mejelaskan.


"Sudah tahu usianya?"


" Belum." jawab Keduanya kompak.


" Terakhir haid tahu?"


" Kira kira 5 bari sebelum kamu menikah dan sekarang baru jalan 3 mingguan." Jawab Ira.


" Wau berarti tuan Dave ini sangat jago, sekali tembak langsung tok cek, perhatikan angka di pinggir itu nyonya, angka itu menunjukkan perkiraan usia janin anda, dan sekarang sudah mau jalan 2 minggu, selamat ya. untuk panjang janin masih sangat kecil, sekitar 0.01, sampai 0.02cm. organ organnya juga belum terbentuk secara nyata, nanti setelah usia kandungan 6 minggu, maka kita bisa mengecek, pertumbuhan anggota tubuh baby nya ya nyonya." kata Dokter Sinta.


Setelah menjelaskan tentang apa saja tentang janin dari Hasil USG tersebut.


Dr sinta membersihkan sisa sisa gel tesebut, barulah Dr Sinta membuka sesi konsultasi tentang seputar Ibu hamil.

__ADS_1


Dave mulai yang sudah pernah menjadi ayah, masih belum faham perihal kehamilan, karena dulu dia hanya bisa menjaga Bella dari kejauhan saja, karena Bella sangat membenci Dave, tapi kali ini dia siap menjadi ayah dan suami siaga, merasakan kembali repotnya menuruti ngidamnya wanita Hamil.


__ADS_2