Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 101


__ADS_3

Penghulu tersenyum puas dengan semua jawaban Dave, terkadang calon suami akan berputar putar menjawab pertanyaan Penghulu soa ini.


" Bagus tuan Dave, memang tidak di ragukan lagi, kalau anda menjadi orang yang sukses di usia anda, serta pengalaman menjadikan anda lebih dewasa."Jawab penghulu.


Sekarang dia menoleh ke arah Ira memulai pertanyaan yang sama dari segi sudut pandang calon mempelai Wanita.


"Saudari khumaira, apa anda ikhlas dan tulus menikah dengan saudara Dave.


" Saya tulus dan ikhlas pak, tanpa ada paksaan dari segi manapun. jawab Ira.


" Apakah pernikahan ini di dasari dengan perasaan cinta kedua belah pihak?" tanya penghulu lagi.


" iya pak, kami saling mencintai."Jawab Ira


" Apa yang anda sukai dari calon suami anda, dari segi fisik, materi, atau rohani?" tanya penghulu.


"Dari ketiganya pak, saya suka fisiknya, rohaninya, dia bertanggung jawab, dan membuat saya nyaman bersamanya, soal materi, setiap wanita akan menyukai keindahan dan kehidupan yang mapan." Jawab Ira.


" kalau anda suka dia dari segi fisik bagaimana kalau nanti sudah tidak tampan lagi bahkan merepotkan, umurnya juga terpaut jauh, dan segi materi, semua itu hanya sementara?"

__ADS_1


" Semua yang hidup dan ciptaan, baik ciptaan Allah maupun manusia pasti akan rusak seiringnya waktu, seperti manusia pasti akan menua, dan juga rusak, setelah ijab kabul ini, kami sudah terikat janji didepan Allah, dan apapun keadaannya saya akan terima, dan menemani dia hingga ajal menjemput kami, untuk materi, keuangan dan pendapatan suami saya, sebagai istri saya akan membelanjakan pendapatan suami saya dengan bijak dan transparan, menyisihkan mulai sekarang, untuk kepentingan pendidikan Anak, dana sosial serta hari tua, sebagai istri saya bukan wanita yang suka shoping barang barang mewah yang hanya untuk menuruti gengsi dan pamer, sebagai istri saya harus bisa menempatkan dimana posisi dan pergaulan suami saya dan harus siap bagaimanapun kondisi suami saya kerena roda terus berputar, harta hanyalah titipan dari Allah." Jawab Ira.


" Soal anak, hubungan seksual, bagaimana menurut anda?" tanya penghulu.


" Sebagai istri yang berbakti pada suami, saya akan melayani kebutuhan jasmani maupun rohani suami saya dengan ikhlas, dan jika suami saya menginginkan segera memiliki keturunan maka saya tidak akan menundanya lagi." Jawab Ira.


" Bagaimana soal pembagian kerja di rumah, dan apakah anda ingin bekerja setelah menikah?"


" Pembagian kerja, memang perlu pak, tidak semua pekerjaan rumah sanggup di lakukan sendiri oleh seorang istri, dan perlu bantuan dari suami, terutama mengurus anak, peranan ayah sangat penting juga, saya ingin anak anak kami akan menghormati ayahnya serta bangga punya ayah seperti suami saya, jadi saya sangat perlu bantuan suami, kalau soal pekerjaan rumah kami bisa membayar Art, tapi untuk urusan anak, tidak bisa di wakilkan ke baby sister atau ART " jawab Ira.


" Soal pendidikan dan ijin bekerja?"


Setelah semua pertanyaan di lontarkan dan di jawab dengan baik, Penghulu melanjutkan pembacaan khutbah dan doa sebelum ijab kabul setelahnya, meminta pak Budi selaku wali dan orang tua kandung Khumaira untuk menikahkan putrinya pada pemuda berstatus duda tersebut.


Budi menjabat tangan Dave dan mulai mengucapkan ijabnya.


" Nak Dave, hari ini pagi ini, saya sebagai wali dan ayah kandung Ira, akan menyerahkan tanggung jawab saya pada kamu sepenuhnya baik urusan dunia maupun akhirat." ucap Budi sebelumnya.


" Oke nak Dave mari kita mulai, saya nikahkan dan kawinkan engkau Dave Aditama bin Rafi aditama dengan putriku yang bernama khumaira larasati binti Budi setiawan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas murni seberat 200 gram di bayar tunai." Budi menguatkan kata tunai.

__ADS_1


" Saya terima nikah dan kawinnya khumaira larasati binti Budi setiawan dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." Dave melafalkan kabulnya dengan lantang dan dengan sekali tarikan nafas.


"Bagaimana saksi?" tanya Penghulu pada para saksi.


" Sah saha sah." Kata sah menggema di kediaman Ramon.


Mereka bahagia dan terharu atas prosesi ijab kabul yang sakral dan lancar ini.


" Alhamdulillahirobbilalamin..." penghulu lalu melafalkan doa untuk kedua mempelai supaya kehidupan rumah tangganya berkah, bahagia, di berikan banyak anak dan rezeki, sakinah mawadah warohmah, baik dunia maupun akhirat.


" Saudara Dave sekarang giliran anda me doakan yang baik pada istri anda." Pinta Penghulu.


Dave melafalkan doanya diatas ubun ubun sang istri, meniupnya tiga kali lalu mengecupnya dengan lembut dengan durasi waktu yang lumayan agak lama.


"Saudari khumaira sekarang ciumlah tangan suami anda untuk pertama kalinya, sebagai tanda hormat dan bakti pertama anda!" Pinta penghulu.


Ira kemudian mencium punggung tangan Dave dengan takzim, sebagai tanda bakti dan hormatnya.


Kemudian dilanjutkan menanda tangani surat nikah mereka, lalu terakhir sesi foto, masing masing memegang buku nikah mereka dan mendokumentasikannya.

__ADS_1


Selesai sudah proses ijab dan kabul penuh keharuan itu. penghulu mohon undur diri karena masih ada dua pasangan lagi yang akan di nikahkan hari ini.


__ADS_2