Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 131


__ADS_3

" Sayang, mas janji tidak akan melirik Wanita manapun kecuali Khumaira seorang, dia yang ada di dalam situ kalau dia cewek, mas sudah bertahun tahun menantikan kamu, untuk apa mas berpaling hanya pada ibu ibu kurang pekerjaan itu, gak level sayang." kata Dave sungguh manis terdengar di telinga Ira.


" terimakasih tuan papa tersayang, eh oh ya mas, kamu merasa aneh tidak dengan sikap aku dari tadi, entah mengapa aku sebel dan sebel banget deh melihat kamu di goda ibu ibu, mana bawaannya nangis, manja dan cengeng ya." Kata Ira yang juga heran dengan sikap dia yang tidak biasanya.


"Tidak apa apa sayang, itu bawaan ibu hamil, aku sudah sedikit banyak belajar dari kak Ahmad tentang seputar ibu hamil, jadi tidak akan begitu kaget."Jawab Dave.


"Hehehe, mas Ahmad sudah 2 kali mendampingi mbak Nila hamil, memang ada saja tingkahnya, kalau ngidam, semoga anak kita tidak merepotkan ya ." Ucap Ira.


" Tidak apa apa direpotkan, papa siap. Asal jangan minta di ambilkan bulan dan bintang, bagaimana cara ambilnya." Canda Dave.


Mobil Dave terus melaju Dengan kecepatan sedang, pagi ini dia free, dan urusan kantor dia wakilkan ke Asistennya.


Mobil sampai di pelataran RSIA dan langsung ke poli kandungan, Dave sudah membuat janji dengan Dokter Sinta. Dokter spesialis kandungan senior di sana. Jadi mereka tidak perlu antri, hanya menunggu satu antrian saja.


Dave menemui Asisten dokter dan menyebutkan nama nya di sana.


" Baik tuan Dave, setelah antrian nomer 2 anda bisa langsung masuk." jawab Asdok tersebut. Tiba tiba ada yang tidak terima dan merasa antriannya di serobot oleh Dave.


" Eh tunggu tunggu, enak saja baru datang sudah mau langsung masuk saja, kami yang sudah antri dari tadi pagi masih harus antri lama lagi, memangnya siapa lo, pemilik rumah sakit ini?" pria satu itu marah karen dia. sudah mengantri tapi belum juga di panggil, padahal dirinya ingin segera memeriksakan kandungan istrinya dan mengetahui jenis kelamin anaknya.


"Tapi tuan, memang tuan Dave ini sudah mengambil antrian lebih dulu, dan dia baru menjemput istrinya." bohong asisten dokter tersebut.


" Enak saja, tidak bisa begitu dong, ini namanya curang, kalau mau duluan ya datang langsung dan tunggu di sini antri. lihat nomer saya 4, nomer lo berapa?" Tanya pria sombong tersebut.


Dave mengambil ponselnya dan membuka hasil scan nomer antrian di sana, tadi malam Dave sudah membuat janji tapi dia tidak mau mengambil yang no 1, dia masih harus mengantar Si kembar juga.


"Ini tuan nomer antrian saya 3, jadi setelah tuan dan nyonya itu memang giliran kami." Jawab Dave tidak mau kalah.


"Berani lo ya sama gue, tidak tahu siapa Bondan, penguasa wilayah Jakarta pusat ini, dan gue saja mau antri lama, eh elo datang datang nyelonong, sudah bosan hidup apa." marah Pria bernama Bondan tersebut.

__ADS_1


" Sudahlah mas, biarkan saja tuan Bondan ini dan istrinya duluan, mereka juga sudah antri dari tadi." Kata Ira, yang tidak mau menimbulkan kericuhan.


"Tapi sayang."Elak Dave. Ira mengkode Dave supaya sabar. Akhirnya Dave mengalah, dan mempersilahkan Bondan dan istrinya duluan.


" Sus biarkan tuan Bondan ini dulu yang masuk." Kata Dave pada suster tersebut.


"Baik tuan."Jawab suster.


Dalam hati Dave masih dongkol dengan kesombongan Bondan, dan tidak hanya itu saja, dia juga menyerobot antrian nomer Dua.


" Eh lo juga, belakang gue, denger nama gue Bondan, catat itu." Ancam Bondan pada pengantri no 2, Nyali mereka yang ciut seketika takut dengan ancaman Bondan dan mengalah.


Dave diam diam mengambil gambar Si Bondan lalu mengirim pesan pada Dono.


" Don selidiki pria yang bernama Bondan, ini fotonya, katanya dia penguasa di jakarta pusat ini." Begitulah isi pesan Dave pada Dono.


Dalam waktu sekejap saja, Dono sudah mengirimkan profil dari so Bondan tersebut.


" Jadi dia ketua geng preman yang selalu menarik pajak Perusahaan perusahaan di sini, untuk memperkaya diri, oke si preman pasar, lo tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa sekarang." Gumam Dave.


" Ada apa sih mas ,dari tadi bergumam sendiri?" kepo Ira.


" itu, mas baru saja chat Dono dan minta profil si sombong itu, ternyata dia preman dan mafia pajak, pantesan sombong." Jawab Dave .


" Sudah cuekin saja, dan jangan buat masalah, apalagi dia preman atau mafia, ih ngeri." kata Ira.


" iya sayang biarkan saja dia menikmati hari yang indah ini dengan tenang." jawab Dave.


Tanpa sepengetahuan Ira, Dave memerintahkan Dono untuk membuat kantor si Bondan di tutup.

__ADS_1


Bondan keluar dari ruangan dokter Sinta dengan muka di tekuk dan memendam rasa marah pada Istrinya.


Sesampainya di luar ruangan Bondan menampar istrinya dengan sangat keras, padahal dia sedang hamil besar.


Semua memandang ngeri dengan apa yang mereka saksikan saat ini.


" Masyaallah apasih mau orang itu mas." bisik Ira.


"Entahlah sayang, kita jangan ikut campur, nanti akan semakin keruh suasananya." jawab Dave. dia tidak mau Ira kenapa napa kalau menolong wanita tersebut.


" Dasar wanita tidak berguna, semua sama saja, gue sudah keluar banyak uang untuk lo, tapi kenapa melahirkan anak laki laki saja tidak bisa ha, 5 Istri sama saja, tidak ada yang berguna." marah Bondan.


" Maaf bang, saya tidak bisa menentukan apakah bayi kita laki laki atau perempuan , semua atas kehendak tuhan." Jawab istri Bondan dengan gemetar.


Bondan semakin marah, karena istrinya menyebut nama tuhan di depan dia.


" Jangan sebut Sebut nama tuhan, gue tidak percaya, dia tidak bisa membuat kita kaya dan berkuasa, semua dari hasil keras gue." Bentak Bondan . Dave jadi habis kesabarannya dia berdiri dan menghampiri Bondan.


" Oh jadi anda merasa sudah hebat, dan tidak butuh tuhan, lalu kenapa anda tidak bisa menjadikan Bayi yang istri anda kandung itu menjadi laki laki?" Tanya Dave dengan suara beratnya.


" Itu karena dia yang bodoh." jawab Bondan tidak terima.


"Itu berarti anda sama bodohnya dengan dia, karena tidak mungkinkan kalau dia hamil tanpa kerjasama dari anda?" tanya Dave lagi.


Wajah Bondan menjadi pucat pasi. Tapi dia tidak mau kalah.


"Eh orang darimana lo, menantang gue lo, dengar ya gue..."Belum selesai Bondan bicara Dave sudah menyelanya.


"Oh nama lo Bondan sukoco, ketua preman dan mafia pajak di kota ini, lo mengambil upeti pada pedagang dan perusahaan perusahaan di kota ini, dengan dalih pajak keamanan, bagaimana kalau hari ini juga kantor kebanggaan lo ini di tutup, apakah masih bisa menyombongkan diri atau masih menyalahkan tuhan." Dave semakin bisa memojokkan pria sok hebat tersebut, dia dan jajarannya hanya menggunakan kekuatan, tanpa menggunakan otak.

__ADS_1


__ADS_2