Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 114


__ADS_3

" Mas tidak takut?" goda Ira.


" Takut apa, istri cantikku ini di goda pria lain? ya takut lah masak enggak." Jawab Dave.


" Iih." Ira memukul paha Dave .


" Perasaan takut itu pasti ada sayang, aku bukan suami yang sangat posesif pada Istrinya, asal istriku bisa menjaga kepercayaan ku, itu cukup untuk mas Dave yang pengertian dan baik hati ini." jawab Dave yang membelot.


" Hihihi, kamu itu bisa saja deh, nanti kita diskusi lagi di rumah ya, dan sekarang fikirkan bagaimana menjawab pertanyaan Twins tentang hadiah yang mereka minta."


" Hadiah yang mana ya?" Dave pura pura berfikir sesuatu soal hadiah.


" Yang itu lho hadiah, hadiah yang mereka minta, soal dedek bayi." kata Ira.


" Oh itu, kamu tenang saja serahkan saja semua padaku, bukannya waktu kita mau berangkat kalau hadiahnya akan mereka dapatkan setelah 9 bulan, dan itu pr buat kita, apakah Ira junior sudah otw atau belum di perut mama, atau masih harus lembur terus nih, supaya cepat otw." Dave mengerlingkan matanya menggoda Ira yang sudah manyun saat Dave bilang lembur tadi.


" Mas, boleh aku minta satu permintaan?"


" Apa itu sayang? kalau mas sanggup insyaallah mas akan turuti semua permintaan kamu.


" Nanti kita tengok bu Bella yuk, sebentar lagi sidang perdananya akan di gelar." kata Ira.


" Untuk apa, bukannya dia sudah jahat bahkan sudah dua kali menginginkan nyawa kamu." Jawab Dave.


" Tapi dia sudah mendapatkan ganjarannya mas, bu Bella kecelakaan, bahkan satu kakinya di amputasi, kaki satu lagi juga cidera, bu Bella juga harus menjalani hidupnya di dalam penjara, itu sangat menyakitkan jika semua orang menjauh dari dia." jawab Ira.


" Apa kamu tidak marah dengan semua tingkahnya?" tanya Dave.


" Awalnya sih marah, tapi sekarang aku kasihan dan iba melihatnya, semua pergi dari dia, harta, suami, anak anaknya, bahkan kedua orang tuanya, hukuman itu jauh lebih sakit daripada penjara, dan bu Bella malah mendapatkan keduanya." Jawab Ira tenang.


Dave merangkul istrinya , lalu membelai rambut yang kini tertutup oleh jilbabnya, dengan lembut.

__ADS_1


" Hatimu memang sangat lembut sayang, bahkan kamu tidak menaruh dendam atas semua yang pernah dia perbuat padamu, iya nanti kita akan temui dia." Jawab Dave.


" Setelah itu kita juga akan bawa twins mas, Bu Bella adalah ibu kandungnya, jangan sampai seorang anak membenci ibu terlalu dalam, nanti akan menimbulkan penyesalan yang dalam juga, kita beri kesempatan Bella dan twins saling mengenal dan berinteraksi ya, biarkan mereka bicara dari hati ke hati, Ira yakin Twins akan menerima semuanya dengan lapang dada nanti."


Dave langsung memeluk tubuh Ira dengan erat, Dave tidak pernah berfikiran seperti yang Ira Pikirkan saat ini.


" Iya sayang, mas akan dukung semua yang mama Ira Lakukan."


" Ya sudah ayo kita siap siap berangkat ke bandara, rasanya ingin segera sampai di rumah." kata Ira.


Mereka akhirnya benar benar cek out dari hotel dan berangkat ke bandara, pulang ke tanah kelahiran, seindah apapun negara tujuan, tapi tetap indah negara sendiri.


skip perjalan


Pasangan pengantin baru itu sampai di bandara soekarno hatta dengan selamat, Twins beserta keluarga sudah menunggu mereka di sana.


Setelah nampak siluet Ira dan Dave, mata twins langsung berbinar, mereka berlari sambil memangil nama Ira, bukannya Dave, papa kandung mereka sendiri.


" Mama Iraaaa."


" Mama kangen Twins." Ira menciumi keduanya bertubi tubi.


" Ma mukaku basah nih." Keluh Mike.


" Biarin." Jawab Ira. Dan kedua bocah itu membalas menciumi Semua wajah Ira sampai basah.


" Ini baru adil." Kata Michael.


Semua tertawa geli melihatnya. tapi ada yang manyun saat itu, siapa lagi kalau bukan Dave


" Twins, papa kok tidak di sayang." protes Dave.

__ADS_1


" Wle biarin salah sendiri membawa mama kami kabur pakai lama sekali." Ledek Mike.


" What, tapi..! kata kata Dave terhenti saat kedua putranya datang memeluk dirinya erat. dan mencium kedua pipinya.


"Kami juga kangen papa, kangen banget, we love you dad." Ucap twins bersamaan. Mata Dave berkaca kaca mendengar kata kata yang sangat menyentuh hati dan jiwanya.


" Love you all my boys." Dave mencium kedua putranya penuh kasih sayang.


" Hadiah kami sudah ada belum?" tagih Twins


Dave menggaruk tengkuknya dan di tertawakan Mila dan Sheren.


" Syukurin." ledek Sheren yang merangkul kakak iparnya, dia juga kangen banget padanya, banyak sekali yang ingin Sheren ceritakan pada Ira.


" Hehe, sayang kan papa sudah bilang pada kalian, kalau dedek baginya akan lahir 9 bulan mendatang, jadi sabar dulu ya, dia masih akan sembunyi di dalam perut mama sembilan bulan lamanya." Jawab Dave dengan tenang.


"Benar ma, oma?" Tanya Mike, meminta kepastian kalau Dave tidak berbohong.


Serempak Mila dan Ira mengangguk, mengiyakan drama Dave.


" Oke, kita akan tunggu 9 bulan lagi, tapi kok lama ya Mike?" kata Michael pada Mike.


" Tak apalah lama, daripada tidak sama sekali." Jawab Mike.


Mereka kembali ke rumah dengan selamat dan perasaan bahagia, guna menyongsong hari esok. Setelah sampai di rumah, kini Sheren yang menguasai Ira, dia menceritakan kisah cinta dia sampai William menembak dia di Dufan.


💗💗💗


waktu berjalan begitu cepat, hari ini Setelah mengantarkan Twins ke sekolah Dave berjanji akan menemani Ira ke kantor polisi menemui Bella.


" Kamu yakin sayang?" Tanya Dave.

__ADS_1


" Yakin mas, ini aku juga membuatkan sarapan untuk bu Bella, semoga dia terima dan menyukainya." Jawab Ira optimis.


Mobil Dave menuju ke rutan dengan kecepatan sedang, sebenarnya dalam hati Dave merasa was was jika di sana nanti Ira akan merasa kecewa dengan sikap yang ditunjukkan Bella pada mereka nanti, tapi ini sudah menjadi keputusan Ira dan Dave harus mendukungnya.


__ADS_2