Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
EPISODE 66


__ADS_3

Tapi Bella masih tidak terima dengan keputusan Ramon, dia tidak habis fikir bagaimana Ramon memecat cucu satu satunya di Negara ini dan memindahkan atau memutasi anaknya sendiri.


"Kek, ayolah kek, terus Bella kerja apa dong, Brian mau menceraikan Bella kek, apa kamu tidak kasihan dengan Bella. Bella janji akan. bekerja dengan baik dan tidak akan boros lagi kek, hik hik hik." Bella menangis tersedu di hadapan Ramon.


"Jangan menipu kakek dengan air mata buaya kamu itu,perempuan seperti kamu mau berubah, insaf kakek tidak percaya sama sekali, dari kecil kakek menyayangimu, menuruti kemauan kamu, bahkan mengangkat kehidupan Ayah kamu dan adiknya. Menganggap kamu seperti cucu kakek sendiri, tapi apa balasan kalian, menikung kakek dari belakang."


" Kek, Bella sungguh sungguh akan berubah dan bekerja dengan baik, tidak apa apa Bella menjadi kepala bagian pemasaran, Bella akan tunjukkan kalau Bella berubah, atau kalau perlu, Bella tinggal disini, merawat kakek 24 jam, Bella memang gila kek, gila shoping, Bella janji tidak akan menghambur hamburkan uang lagi." Kata Bella memelas.


" Kalau begitu ikut papa kamu ke manado kembangkan perusahaan kakek yang ada di sana."Jawab Ramon.


" Tpi kek, itu kan jauh dan bagaimana Bella merawat kakek nantinya, Bagaimana Bella bertemu dengan anak anak Bella, mereka ingin ikut dengan Bella kek, Dave setuju kalau anak anak mau ikut bersama denganku dia mau menikah dengan gadis belia dan tidak peduli dengan Twins, dulu saja Dia melarang aku bertemu, terus kalau kakek memecat Bella, bagaimana Bella menghidupi mereka kek." Bella masih berusaha menarik simpati Ramon.


" Apa yang kamu inginkan?" Tanya Ramon.


" Kembalikan posisi Bella dan Bella janji akan bekerja dengan baik, tidak jadi direktur keuangan tidak apa apa, tapi jangan pecat Bella." Ucap Bella.


" Maaf untuk mengembalikan posisi kamu kakek tidak bisa, begini saja, kakek yang akan bilang pada Dave untuk memberi kamu waktu setahun lagi untuk membawa Twins atau mereka akan kakek rawat disini, tapi hukuman kamu tetap berjalan, kamu pilih mana ke manado dengan ayahmu dan kembangkan perusahaan di sana, atau ke perusahaan cabang, mulai dari nol. Anggap saja ini ujian, apakah kamu layak menerima warisan kakek atau tidak." kata Ramon dengan tegas, biar bagaimanapun juga Donald dan Bella adalah keluarganya, jadi Ramon ingin Bella dan ayahnya belajar menghargai orang dan merasakan bagaimana susahnya mendapatkan uang, dengan begitu mereka bisa menghargai waktu serta menghargai jerih payahnya sendiri.


" Kantor cabang dimana?" tanya Bella.

__ADS_1


"Di solo, kakek baru saja mendirikan perusahaan di dasa, dan belum me dapatkan pelanggan dan klien besar, kakek memberimu tantangan, dalam waktu setahun, kau harus bisa mendapatkan minimal 10 klien biasa dan 3 klien besar, ciptakan lapangan kerja , serta satu resident, maka kakek akan mempertimbangkan warisan apa yang kau terima nanti, kalau kamu gagal, jangan harap kamu mendapatkan sepeserpun harta kakek, lebih baik kakek memberikan pada yang berhak." Kata Ramon dengan jelas.


Ramon tidak akan merubah sebuah keputusan yang sudah dia putuskan, bagaimanapun cara Bella merayunya, dia tidak akan mungkin goyah.


Bella meremas rambutnya dengan kasar dengan terpaksa dia menerima tantangan Ramon, daripada semua lenyap sekarang, lebih baik dia melaksanakan tantangan Ramon.


"Ole, satu tahun ya, Bella akan mewujudkan apa yang menjadi target kakek." jawab Bella. Dia akan di kirim di sebuah kabupaten kecil, dan harus mencapai target, disana tidak ada mall ataupun butik. Ramon memang sengaja mengirim Bella ke sana sebagai hukuman sekaligus pembelajaran untuk Bella, jika semua keberhasilan itu butuh perjuangan yang panjang.


Jika Bella berhasil dan bertahan di sana selama setahun, dan bisa menyetop pengeluaran yang tidak bermanfaat itu Ramon yakin, Bella bisa sukses.


Kita tengok yang ulang tahun yuk, Si kembar di beri pengertian oleh papa, serta anggota yang lain, kalau Twins harus menyukseskan acara outbound nya hari itu, dan mengirimkan vidio nya ke Ira.


Dengan semangat, acara outbond berjalan seru dan sukses. Dan ini adalah acara ulang tahun Twins yang berjalan lancar dan sukses untuk pertama kalinya.


" Pak Don kita dari perempatan di depan sana itu belok ke kanan saja saya langsung ke rumah sakit saja pak!" Pinta Ira.


" Siap nyonya muda." Jawab Dono dengan terkekeh.


" Ah Pak Dono, tidak nyonya besar sekalian, haha." jawab Ira menanggapi gurauan Dono.

__ADS_1


Dono mengikuti petunjuk dari Ira mengambil jalur kanan menuju ke rumah sakit umum daerah.


Dono juga melaporkan segala sesuatu yang dia lakukan.


Sampai parkiran rumah sakit Ira segera menghubungi kakaknya.


" Mas aku sudah sampai parkiran, ibu di rawat di kamar apa?" tanya Ira.


" Lho kok sudah sampai saja, bukannya kalau naik kereta nanti malam baru sampai Ir?" 📲


"Nggih mas, tapi Ira naik pesawat tadi, ibu bagaimana dan di rawat di mana?" Ira mengulang pertanyaannya.


"Di kamar dahlia 3, ibu sudah sadar kok."jawab Ahmad📲


" Yo wis Ira kesana sekarang, kita bicara di sana saja ya." Jawab Ira.


Ira menutup sambungan telponnya dan menuju ke kamar Dahlia tadi di sebut oleh Ahmad.


" Pak Dono sebaiknya istirahat saja, di sekitar sini ada hotel kecil kok, kurang lebih 100 mtr ke utara, baru bisa kembali ke Jakarta, pasti sampean capek banget." kata Ira.

__ADS_1


" Oke baiklah, kalau perlu bantuan kamu telpon pak Dono saja ya, jangan sungkan." Jawab Dono, memang dia juga capek dan ngantuk banget, tadi malam juga begadang dengan Art yang lain.


Dono kembali ke parkiran setelah mengantar Ira sampai ke lobi


__ADS_2