
" Apa yang terjadi, bukannya kemaren dia masih baik baik saja?" tanya Ramon.
" Entahlah Lah kek, Polisi menemukan mbak Bella pingsan di dalam selnya tadi pagi, entah sejak kapan dia pingsan." Jawab Ira.
"Lalu sidangnya?" Tanya Ramon lagi.
" Kami sudah melaporkan ke pihak pengadilan, sidang Bella akan di tunda sampai dia sembuh. Jawab polwan.
" sekarang apa sudah sadar?" tanyanya Lagi.
" Masih di tangani dokter tuan, semoga saja lekas sadar." jawab polwan.
" Yah bahaimana kalau kira adakan doa bersama di sini, meminta pertolongan dan petunjuk pada Allah, semua adalah ciptaan Allah dan atas kehendaknya lah Bella bisa sembuh, kalau memang Allah akan mengambilnya semoga dia meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, kita mohonkan ampun untuk semua kekhilafan dia." Budi mengusulkan untuk doa bersama untuk keselamatan Bella.
" Aku setuju." Jawab Dave, dan diiyakan yang lain.
Mereka mengambil tempat di pojok ruang tunggu yamg tidak mengganggu lalu lintas pengunjung maupun dokter. Budi memimpin doa tersebut di lanjutkan membaca surah yasin sebanyak 3 kali.
Tak lama kemudian Dokter keluar ruangan dan mencari Ira.
" Ada yang namanya Ira di sini?" tanya Dokter.
" Saya dokter." Ira langsung berdiri dan mendekati Dokter tersebut.
" Ayo ikut kami ke dalam, pasien ingin anda ada di sisinya saat ini." Kata Dokter.
Ira segera mengikuti dokter tersebut dan menghampiri Bella yang berbaring lemah, nafasnya juga sudah tersengal sengal, meski sudah dibantu alat pernafasan. Bella mengangkat tangannya memanggil Ira, sedangkan tangan satunya memegang dadanya yang terasa sesak.
"Mbk Bella, Istighfar terus mbak, sebut nama Allah ya mbk, Allah Allah Allah, jangan lelah menyebut namanya." Ira Memegangi tangan Bella dengan lembut dan membisikkan Lafal Allah pada telinga Bella.
" Allah, Allah, Allah, Bella mengikuti kata kata Ira dan Air mata mereka luruh bersama, Ira terus menguatkan Bella dan terus berdzikir.
__ADS_1
"A ku, ti-tip, A nak a nak, ja ga me re ka."
" Iya mbak pasti, kita akan menjaga mereka bersama sama, mbak pasti sembuh, aku akan meminta pda Dave dan kakek untuk mencabut semua tuntutan mbak, dan kita akan bersama sama lagi, twins butuh mbak, butuh ibu kandungnya mbak, hik hik."
" Ja-ngan me na ngis a adikku, doakan Aku, su-pa-ya ja lan itu terang." tangan Bella menunjuk ke depan, entah apa maksudnya. Ir peka, kalau saat ini Bella sedang mengalami sakaratul maut.
" O rang itu sudah menungguku." Kata Bella lagi.
" Mbak Bella ikuti kata kata saya ya, pelan pelan mbak Ashadu Alla"
" A as ha du Alla"
" Ilaha ilallah"
" I ila ha il la Alla"
" Waashadu anna"
" Muhammadarosullah"
" Mu muhammad dar rosulullah"
Bella menghembuskan nafas terakhirnya setelah selesai melafalkan dua kalimat syahadat tersebut.
" Innalilahi wainnailaihi rojiun, semoga mbak Bella khusnul khotimah dan di berikan jalan yang terang serta di terima di sisi Allah, aku akan memenuhi amanahmu mbak, aku akan menjaga dan menyayangi twins sebagaimana aku menyayangi dirimu sendiri, penderitaanmu di dunia ini telah berakhir, semoga engkau mendapat tempat layak di sana, selamat jalan Isabella nugraha."
Ira keluar Ruang UGD, sedangkan tim Dokter menjalankan tugas mereka di dalam. Ira berjalan dengan gontai, Air matanya tidak dapat di bendung lagi, tadi di dalam dia masih kuat, tapi begitu sampai di luar, Ira ambruk di lantai, bersandar pada dinding ruang UGD tersebut.
Dave segera menghampiri istrinya lalu memeluknya Erat, Ramon juga terduduk Lemas, mereka faham apa yang terjadi di dalam sana hanya dengan melihat ekspresi Ira.
Dokter Keluar dan mengabari kalau Bella sudah meninggal, dan meminta pengurusan jenazah.
__ADS_1
" Keluarga saudari Bella?" Tanya dokter.
" iya kami dok." Jawab Ahmad.
" Inalilahi wainailaihi rajiun, saudari Bella baru saja kembali ke rahmat Allah dengan tenang, dan di antar dengan alunan dzikir, semoga beliau di terima di sisi Allah, kami sebagai tim dokter sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan beliau, tapi Allah berkata lain, dia sudah membebaskan segala penderitaan saudari Bella di dunia ini, kami juga turut berbelasungkawa atas meninggalnya beliau." Kata Dokter.
" iya Dokter Aamiin dan terima kasih atas semua bantuan dan doa dari tim Dokter." jawab Ahmad.
" Lalu bagaimana dengan Jenazahnya, akan di antar kemana? di sucikan di sini atau di rumah duka?" tanya Dokter.
" Di Rumah duka saja dok, kami keluarga ingin mengurus dan memberi penghormatan untuk yang terakhir kalinya pad Bella." Jawab Ahmad, dia memutuskan untuk Mensucikan Bella di rumah oleh keluarga terdekat dan menyolati dia dengan sempurna sesuai ajaran islam.
" Baiklah kalau begitu, bapak urus dulu semua administrasinya dan kami akan siapkan Ambulan." jawab Dokter.
Keluarga di perbolehkan masuk ke dalam melihat Bella terakhir kalinya di sana, Ahmad menuju ke ruang administrasi mengurus semuanya.
Dave juga menghubungi orang tuanya, mengabarkan tentang Kematian Bella, dan langsung menuju ke mansion Ramon.
Dulu Ramon melarang Baik Bella maupun keluarganya untuk tinggal di sana, mereka cuma diijinkan untuk berkunjung.
Hari ini kedua orang tua Bella juga datang ke Jakarta guna untuk menemui putrinya yang di penjara, dan akan melaksanakan sidang perdananya, mereka buru buru ke kantor polisi untuk membesuk Bella dulu sebelum sidang di mulai.
" Kami orang tua Isabella nugraha ingin membesuk anak kami."Kata Donald.
" Maaf tuan, Isabella nugraha baru saja meninggal dunia di rumah sakit polri, dan jenazahnya akan di bawa ke rumah duka di jalan xx." jawab polisi.
Kedua orang tua Bella syok mendengar kabar putri kesayangan mereka telah tiada .
" Pa, tidak pa, Bella tidak mungkin meninggal, hik hik," Tangis mama Bella.
" Ini semua gara gara si tua ba**ka itu, anakku jadi begini." Donal marah mukanya memerah, dia menyalahkan Ramon, atas semua kejadian yang Bella alami. Donald segera mengajak Istrinya untuk pergi ke mansion Ramon.
__ADS_1