
Hai kak, maaf ya kalau di episode sebelumnya ada hal hal yang tidak berkenan, tapi tenang saja sudah saya rombak total isi babnya, bisa di baca kembali ya kak.
Sebenarnya puasa itu tujuannya baik, supaya Bella bisa mengendalikan nafsunya meski harus menahan makan, minum serta protein hewani, dia harus bisa mengontrol dirinya untuk tirakat, apalagi yang tidak boleh keluar rumah sama sekali, kalau dia berhasil otomatis bisa mengurangi pengeluaran selama seminggu.
Kembali ke acara kemah keluarga Aditama. semua puas dengan acara yang sederhana, tapi sangat mengena di hati. setelah tengah malam para Art baru masuk ke tenda masing masing, demikian juga dengan Twins dan Ira. twins tidur di tenda dengan Dave, Ira dengan Sheren.
Malam itu Sheren dan Ira malah tidak tidur, keduanya asyk mengobrol ngalor ngidul entah apa itu sampai subuh.
Setelah sholat subuh Ira mendapat telpon dari kakaknya kalau ibunya pingsan.
"Ir, ibu pingsan, kami harus membawanya ke rumah sakit kamu ada uang tidak, kamu sudah gajian kan?" Ahmad mengabarkan kalau ibunya harus di bawa ke rumah sakit ,tapi mereka tidak punya uang, sebenarnya Ira sudah gajian, tapi memang dia belum mentransfer sebagian gajinya karena masih sibuk dengan kejutan ultah Dave dan Twins, jadi Ira belum sempat ke bank, dia juga belum mempunyai M banking jadi harus ke Atm dulu.
"Apa ibu pingsan mas, kapan?" tanya ira Dungan cemas.
"Barusan Dik, mas baru saja memanggil mobil sesa siaga, dan akan ke rumah sakit."Jawab Ahmad.
"Iya kalian bawa ibu ke rumah sakit, Ira akan minta cuti pulang mas." Jawab Ira.
"Jangan, kamu baru sebulan di sana, nanti majikan kamu bisa marah, baru bekerja sudah mau pulang saja, apalagi hutang kita ke bu suci juga masih banyak." Jawab Ahmad.
"Tidak apa apa mas, Ira akan ijin pulang sekarang, doakan saja Ira diijinkan cuti beberapa hari, kalau soal hutang itu, mas tidak perlu khawatir." jawab Ira.
"Mas tutup dulu telponnya ya kami mau berangkat."
"Iya mas, nitip ibu." Jawab Ira.
__ADS_1
Dan Ahmad menutup sambungan telponnya dan mengikuti ibu Laksmi ke Rs, bapak ikut mobil siaga, sementara ahmad mengikuti dari belakang dengan motor bututnya.
Ira segera menemui Mila, yang sedang minum teh di taman belakan bersama Dave dan Rafi.
"O oma, pak Dave." panggil Ira.
"Kenapa sayang sepertinya kamu gugup, ada apa " Tanya Mila heran.
"Ira mau minta ijin pulang kampung oma, ibu saya pingsan dan masuk rumah sakit, dan kemaren Ira juga lupa mentransfer uang untuk mereka." Jawab Ira lirih
" Apa ibu sakit, ayo biar aku yang antar kamu Pulang." Jawab Dave.
"Jangan pak, acara ulang tahun Twins masih belum berakhir, saya tidak mau semua rencana kita kacau, biar saya naik kreta api saja, nanti kalau acara sudah selesai, kalian bisa jujur pada Twins."Ira melarang Dave ikut, karena Twins pasti mencari mereka.
"Kereta api." kaget Mila.
" 12 jam 0ma perjalanan dengan kereta." jawab Ira.
Dave berdiri dan mendekati Ira.
" Kamu siap siap dulu, aku akan menghubungi tim pesawat, nanti aku antar sampai ke bandara." ucap Ira.
" Bagaimana dengan twins permainan outbond nya belum terlaksana, kalau kita berdua tidak ada semua, mereka pasti kecewa, janganlah kita mengecewakan mereka, ya, biar pak Dono saja yang mengantar, eh tapi memang bisa naik pesawat mendadak pak?" Tanya Ira heran.
" Jet pribadi sayang, spesial untuk calon istriku." bisik Dave. membuat Pipi Ira memerah.
__ADS_1
" Ira benar Dave, kalau kamu juga tidak ada nanti mereka mengira seperti yang dulu, tidak ada yang memperhatikan, nanti kita bisa, , memberi mereka alasan, kalau Ira pulang untuk mempersiapkan acara lamaran kita di kota kelahiran dia." Jawab Mila.
" Papa setuju dengan mama kamu, Ira kamu sebaiknya bersiap, soal twins serahkan semuanya pada kami." jawab Rafi.
"Terima kasih opa , kalau begitu saya bersiap dulu." Ira lalu ke dalam, mandi dan siap siap. Sheren masih tertidur lelap karena baru saja bisa tidur.
Dave menghubungi Rully untuk menyiapkan perjalanan Ira ke desa, sementara Dono ya g akan mengantarnya ke bandara.
Sementara di pt Angkasa Ramon berencana menyelesaikan kekacauan di perusahaannya sebelum dia membawa keluarganya pulang, hari ini dia akan membereskan tikus tikus itu.
" Pecat Bella, katakan dia lalai akan tanggung jawabnya, sudah seminggu tidak masuk kerja tanpa alasan, dan dia juga harus mengembalikan semua uang yang di korupsinya!" Ramon memerintahkan kepala HRD untuk mengirim surat pemecatan untuk Bella.
" Untuk Donald, cabut jabatannya menjadi CEO Perusahaan ini, dia tidak bertanggung jawab atas apa tugasnya, mutasi dia ke manado, dan mengembangkan perumahan yang kita bangun disana, sita semua asetnya yang berada disini, sudah lama mereka bersenang senang dan berfoya foya dengan uangku di atas penderitaan anak kandungku sendiri."Kalau soal Donald, Satria yang mendapatkan tugas untuk memutasi dan menyita semua aset Donal.
" Andi besok kita akan ke kampung putriku, siapkan perjalananku, ingat jangan sampai ada yang tahu tentang semua ini." Ucap Ramon dengan tegas, sebenarnya dia sudah tidak sabar ingin berjumpa dengan mereka, tapi dia harus menyelesaikan semuanya, kalau tidak maka akan membahayakan Posisi dan juga keselamatan Laksmi dan keluarganya.
Kembali ke Villa, Dave mengantar Ira sampai ke mobil.
" Sampaikan salamku, pada ibu dan bapak, dan kami akan menyusul kesana, untuk meminta bidadarinya ini langsung pada mereka, untuk menjadi istriku." Kata Dave, dia memeluk Ira dan mencium dahinya.
Ira juga mencium tangan Dave, sudah seperti seorang istri yang mengantar suaminya bekerja tapi bedanya, ini Ira yang pergi.
"Iya pak, nitip anak anak, jangan di buat kacau ya acaranya, itu bisa membekas di hati mereka." Ira mengingatkan Dave untuk melanjutkan Acara Twins dengan meriah.
" Iya nyonya." Jawab Dave.
__ADS_1
Dave membukakan pintu mobil untuk Ira dan menunggu di sana sampai mobil yang di kendarai Dono, hilang dari penglihatan dia.