
Laksmi terharu, putri satu satunya akhirnya menemukan jodoh yang tepat, selam ini dia selalu di hina teman temannya serta para tetangga, semoga Dave bisa membahagiakan Ira dan membungkam omongan omongan zak sedap tentang dia.
Dokter datang ke ruang inap Laksmi untuk melakukan Usg, dan pemeriksaan dengan seksama. Mereka membawa Laksmi ke ruang dokter spesialis dalam.
Ira dan Ahmad mengikuti ibu mereka ke ruang dokter tersebut dan mendengarkan penjelasan dokter Didik.
" Mas mbak, selain asam lambung ibu Laksmi yang naik, kami menemukan benjolan di dekat lambung, dan ini adalah sebuah tumor jinak, dan harus di operasi, untuk menghentikan perkembangan tumor tersebut." kata dokter didik dan Laksmi juga harus di operasi supaya tumor tersebut tidak bertambah besar.
" Apa, tumor, operasi?" Jawab Ahmad dengan Reflek, sementara Ira Menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Ada ada saja ujian keluarga ini.
" Lakukan yang terbaik untuk ibu kami dokter." kata Ira.
" Tentu saja mbak, kami akan berusaha semaksimal mungkin, dan setelah ini bu Laksmi tidak boleh melakukan pekerjaan yang berat, serta di jaga pola makannya."Kata dr Didik.
" Iya dok, kami akan memperhatikan semua itu."Jawab Ira.
Perawat membawa kembali Laksmi ke ruang inap sementara Ahmad menghentikan jalan Ira
" Dek tunggu, biaya operasi kan mahal, uang darimana kita?" Bisik Ahmad.
" Aku akan pinjam ke pak Dave dulu, yang penting ibu mendapat pertolongan." Jawab Ira.
" Itu biaya yang tidak sedikit, kamu juga belum menikah dengan pak Dave, jangan memberikan kesan yang buruk, pasti mereka akan mengira, kalau kamu ternyata perempuan matre yang cuma mau harta dia saja." Kata Ahmad.
"Mas Ahmad benar, tapi mau bagaimana lagi, kita tidak punya pilihan lain, kalau kita pinjam ke paman, dan saudara ibu yang lain, bukannya dipinjami tapi mereka malah nyinyir mas, semoga saja pak Dave mengerti dan mau membantu, meski terkesan Ira memanfaatkan beliau." Jawab Ira.
__ADS_1
"Memang dik, kalau kita pinjam ke saudara, bukannya mendapat pinjaman tapi mereka makin memojokkan kita nanti, mas manut saja sama kamu, nanti kita fikirkan lagi bagaimana cara mengembalikan uang pak Dave." Ahmad pasrah saja, memang kemana lagi mereka akan mencari uang dengan cepat.
Kemaren sebelum berangkat ke kampung Dave sempat memberikan sebuah kartu Atm berwarna gold, dan meminta pada Ira untuk menggunakan uang tersebut.
Akhirnya mereka kembali ke ruang inap Laksmi, disana saudara lelaki Laksmi, anak dari ayah angkat Laksmi datang menjenguk berserta istri dan anaknya.
" Baru di bawa kemana ibu kalian?" Tanya paman penasaran, sebab tadi saat mereka datang, Laksmi tidak ada di sana.
" Pemeriksaan lebih lanjut paman." Jawab Ahmad. Sementara Luna, anak dari kakak Laksmi memperhatikan penampilan Ira yang sudah tidak norak, bahkan pakaian Ira meski sederhana harganya mahal dan keluaran butik.
" Wau buk, pak, lihat deh siapa disini, keponakanku yang bekerja di kota rupanya." Luna bertepuk tangan sambil tersenyum sinis.
" Prok prok prok lihatlah bu, baru juga sebulan ke Jakarta penampilannya berubah, memakai pakaian branded, dan uluh uluh, memakai skin care juga, memang berapa gaji kamu di Jakarta, 50 juta, seratus juta. Atau jual diri, lulusan SMA ke ibu kota, kerja apa lagi kalau bukan menjadi wanita panggilan." Sindir Luna.
" Tidak usah menghina mbak, iri bilang, kamu hanya bisa kuliah di sini dan sekarang jadi apa, sedang yang lulusan Sma sudah berkembang."Jawab Ira tak mau kalah, dia tidak boleh lemah seperti dulu, yang hanya diam saja menghadapi semuanya.
" Kalau tidak level mbak diam saja, tidak perlu terlalu kepo dengan penampilan orang lain. pakai pakaian lusuh di hina, memakai baju branded juga makin di hina, asal mbak tahu, saya bekerja dengan halal, serta soal gaji, itu bukan urusan mbak Luna." jawab Ira.
Luna menghentakkan kakinya, lalu masuk ke ruangan tersebut mengikuti ayah dan ibunya.
" Eh dik Laksmi, sakit apa?" Tanya istri paman.
" Asam lambung mbak." jawab Laksmi.
" Miskin saja belagu, pakai sakit, nginep di rumah sakit segala memang mampu membayarnya, awas lho ya kalau pinjam duit, aku tidak bakal kasih." Kata Istri paman dengan sombong.
__ADS_1
"Alhamdulillah, kami tidak akan pinjam uang mas Candra, Anak anakku ada di rumah, mereka juga bekerja." Jawab Laksmi.
"Buk, mereka mengandalkan tuh perempuan kota itu lho, " Sindir Luna.
"Oh iya lupa dengan keponakanku, wah hebat ya belum genap 2 bulan sudah pulang saja dari kota, sudah bawa uang banyak?" Sindir Istri paman.
Belum sempat Ira menjawab tapi telponnya berdering, dia mendekati nakas dan mengambil sebuah tas gucci lalu mengambil sebuah iphone pro max dari sana, membuat mata Luna melotot seperti mau lepas dari tempatnya, dia saja yang anak orang kaya bahkan bekerja di kecamatan, belum bisa membeli tas merek itu apalagi iphone yang harganya selangit.
" Assalamualaikum, sayangnya mbak Ira." Ucap Ira pada Twins yang sedang melakukan vc.
" Waalaikumsalam mama, mama sudah sampai di rumah?" Tanya Michael.
"Sudah, ini mbak Ira sedang di rumah sakit nunggu ibu mbak Ira sedang sakit." Jawab Ira.
"Boleh tidak kami kenalan?" 📲
" Boleh dong." Ira meletakkan telponnya di depan Laksmi, wanita tengah baya itu melihat 2 balita yang tampan dan lucu, air matanya tak terasa jatuh melihat mereka.
" Halo oma, kenalkan aku Michael dan ini Mike, oma lagi sakit ya, itu wajahnya pucat dan menangis, sakit banget ya oma?" Tanya Michael bertubi tubi.
"enggak, oma cuma sakit sedikit kok, besok juga sembuh."Jawab Laksmi
Sementara kakak Laksmi berserta istri dan anaknya, merasa panas melihat semua itu, apalagi Luna, dia sangat membenci Ira, karena sekarang Ira bisa memiliki barang barang yang bahkan dia belum bisa memilikinya.
Luna menghentakkan kakinya kesal lalu keluar, diikuti oleh ibunya.
__ADS_1
" Dasar keluarga sombong, baru bisa bekwrja di kota saya sudah sombong, ayo pak kita pulang saja, palingan besok mereka juga ngemis ngemis minta pertolongan ke kita."
Candra juga tanpa pamit pergi menyusul anak dan istrinya, sementara Ira, Laksmi di tambah Ahmad melanjutkan Vidio call dengan twins.