Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 113


__ADS_3

Bella mendengar bisikan polisi tersebut ke temannya.


" Iya bapak benar, kemaren saya masih sombong dan angkuh, tapi sekarang saya sadar, kalau ternyata kelakuan minus saya akan berbalik mencelakakan diri saya sendiri, maka dari itu, di dalam sini, saya akan mencoba memperbaiki diri saya, dan akan saya anggap di sini adalah sekolah serta rumah terbaik untuk saya." Jawab Bella.


"Eh." polisi tadi merasa kaget, dan ikut mendukung apa yang dilakukan Bella.


"Bagus nyonya, sebaiknya memang kita instrospeksi diri, dan memperbaiki semuanya sebelum terlambat dan ajal memanggil kita." Kata polisi wanita satunya.


"Oke nyonya Bella, pihak kepolisian akan menyediakan satu pengacara relawan untuk anda, semoga bisa bermanfaat, dan anda bisa kembali ke sel." Polisi memanggil asisten jaga untuk membawa Bella kembali ke sel


"Bu boleh saya minta satu hal." Pinta Bella


" Saya cuma minta buku dan bolpoin, saya akan menulis kisah hidup saya dalam tulisan, supaya kelak bisa menjadi pelajaran hidup." Bella meminta buku dan bolpoin.


" Baik nyonya, nanti akan kirim apa keperluan anda di sel."Polisi menyanggupi permintaan Bella dan akan mengantarkannya di sel dia.


"Terima kasih, sudah merepotkan, baik sekarang maupun nanti." jawab Bella.


Bella kembali ke selnya dan dia akan menulis seluruh kisah hidupnya dalam sebuah buku dan akan di serahkan ke kepolisian, entah nantinya akan di buang ke tong sampah atau di terbitkan.


Harapan Bella cuma satu jika kelak buku itu di terbitkan, dia berharap kisahnya akan menjadi pelajaran dan contoh hidup yang tidak patut untuk di tiru. bukunya akan dia beri judul PENYESALAN DI AKHIR MASA.


💗💗💗


Waktu berganti begitu cepat tak terasa Dave dan Ira sudah seminggu di korea, bukan cuma jeju, tapi juga Seoul, Dave juga mengajak mampir di perusahaan dia di sana, membeli berbagai macam oleh oleh.

__ADS_1


" Mas hari ini kita terakhir kan di sini, ayo kita wisata kulineran, pengen merasakan makanan khas korea lalu kita pakai pakaian tradisional korea pasti seru." Ira memiliki Ide untuk jalan jalan menikmati kuliner tradisional disana bahkan memakai pakaian tradisional, dia terinspirasi oleh dram korea kolosal yang sering dia lihat.


" Oke, aku tahu tahu tempat seperti itu, kita akan di bawa ke jaman kerajaan dulu." Jawab Dave.


" Wah mau pasti seru itu." Ira bahkan berjingkrak kegirangan.


" Iya bocil." goda Dave.


" Salah sendiri nikahnya sama bocil, kayak sugar dady saja, iya kan om." ganti Ira yang meledek Dave.


" Tapi seru, jiwa mudaku kembali, seperti pada jaman SMA dulu." Dasar Dave sama seperti Twins, dia bisa saja menjawab lawan mainnya.


Dave membawa Ira ke tempat yang dia janjikan tadi, mereka di dandani laYaknya raja jaman dulu serta permaisurinya, seorang pemandu menerangkan semua yang ada di tempat tersebut bahkan makanan apa daja yang bisa di nikmati pengunjung, mereka juga bisa mengekpresikan apa yang ada di dalam angan angan Pengunjung, dan nanti di akhir kunjungan mereka akan mendapatkan Vidio kegiatan pengunjung.


" Seru sekali mas, sampai tidak terasa sudah seharian kita menghabiskan waktu kita di tempat ini, dan itu makanan yang apa tadi itu namanya, pedes banget ya, mataku sampai mau nangis nih." Ira bahkan menceritakan kembali pada Dave.


Dave hanya menjadi pendengar setia dan sedikit banyak menambah bumbu cerita Ora, supaya istrinya tersebut merasa di hormati dan di perhatikan, Dave bisa mengambil hati Ira dengan baik.


" Mas, terima kasih ya , sudah mau mendengar ceritaku yang mas juga sudah mengalaminya, hehe garing ya, bosan iya pasti." Kata Ira yang dari tadi sering mengulang ceritanya.


" Enggak sayang, mas akan jadi pendengar yang baik." Jawab Dave mencubit hidung mancung Ira yang mancung.


Mereka kembali ke hotel dan bersiap untuk pulang ke tanah air.


" Mas, jadi kangen sama Mike dan Michael, seminggu rasanya sudah seperti sebulan saja." ucap Ira yang sudah tidak sabar untuk bertemu twins.

__ADS_1


"Iya sayang, tingkah konyol mereka yang bikin kangen, semenjak ada kamu, tingkah dan kepribadian mereka banyak berubah, dulu mereka sering marah marah, bahkan mengamuk kalau apa yang dia mau belum kami turuti, bahkan tidak mau berinteraksi dengan orang lain, cuma ular ijo yang mereka anggap sebagai temannya." jawab Dave.


" Sebenarnya mereka bukannya nakal mas, tapi butuh perhatian, mereka merasa kurang di perhatikan, apalagi mereka ingin sekali mengetahui siapa ibu mereka, jadi mereka melampiaskan semuanya pada kenakalan yang mereka ciptakan. Tapi kalau kita curahkan kasih sayang yang tulus maka semua akan berubah, twins anak anak yang cerdas dan banyak akal, Aku yakin kelak dewasa mereka akan menjadi pria sukses dan bertanggung jawab seperti mas." kata Ira


"Terima kasih sayang, kau memang yang terbaik untuk kami, untukku dan anak anak, love you so much mom." Dave sangat bersyukur mengenal bahkan mendapatkan Ira dalam hidupnya.


" Sayang, sepertinya aku harus memberikan banyak hadiah untuk bi Suci deh." Kata Dave lagi.


" Untuk?" tanya Ira penasaran.


" Karena dialah yang membawa bidadari tak bersayap ini pada kami, mungkin kalau kamu tidak datang di kehidupanku, kami masih seperti dulu." Dave menutup Koper mereka dan bersiap untuk Cek out dari hotel.


" Iya, aku juga harus benyak berterimakasih pada bu Suci, beliau yang membawaku ke tempat kalian, dan akhirnya mendapatkan suami yang ganteng dan tajir, lalu ibuku bertemu lagi dengan keluarganya, semua berawal dari bu Suci deh kayaknya."


" Hadiah apa ya yang cocok untuk bi suci?"


" Bagaimana kalau program bea siswa sampai sarjana untuk anak bu Suci, kan masih ada1 yang masih sekolah." Ira mengusulkan sebuah pendidikan gratis untuk anak bi Suci.


" Ide yang sangat bagus, mas setuju. Nanti kita urus semuanya, lalu kamu bagaimana sayang, mau kuliah di mana?" tanya Dave tentang pendidikan Ira.


" Kenapa mas menginginkanku kuliah?" tanya Ira.


" Tidak apa apa, cuma mas pengen saja istri mas meraih apa yang menjadi impiannya dulu, dan mencari pengalaman baru, kamu bisa berinteraksi dengan teman teman seusia kamu, tapi dengan satu syarat, harus bisa membagi waktu dan jaga diri, itu saja pesanku."


Dave memberi kesempatan Ira untuk maju dan mencapai cita citanya. serta bergaul supaya tidak bosan dengan urusan rumah, serta anak.

__ADS_1


__ADS_2