
Hari itu adalah hari yang seru untuk keluarga kecil Dave, Ira dan Twins juga makin kompak saja, sepulang dari sekolah mereka masih merecoki Ramon yang sedang bersantai, 4 buyutnya sudah membuat dia puyeng dan sakit perut dan hari ini ditambah lagi lagi satu cucu perempuannya yang biasa kalem ini berbah jadi aneh dan menggemaskan, Ira bergabung dengan bocil bocil itu berebut Lolipop dari Ramon, kali itu Ira mendapatkan loli bentuk hati dengan rasa strawberry eh malah dia menangis meraung raung membuat anggota keluarga yang lain datang mengerumuni mereka.
" Dave, lihat istrimu kenapa ini, kalian apakan anakku hingga begini." Kata Laksmi.
" Kakek yang bisa menenangkannya bu." Jawab Dave.
" Kok aku." jawab Ramon.
" Tadi dia ingin sekali lolipop coklat yang ada di saku celana kakek, sampai di sini malah dapat yang love." Jawab Dave.
" Waduh gaswat." Ramon segera memegangi burungnya dengan erat.
" Pa berikan lolipop nya,papa tidak kasihan itu sama cucunya." pinta Laksmi.
" Enak saja, ini satu satunya lolipop yang kakek punya, bagaimana kalau nanti dia potong potong." masih memegangi Burung tersebut.
Laksmi memukul jidatnya sendiri, gedek dengan kelakuan orang orang di rumah yang semakin lama semakin aneh ini.
" Pa, itu bukan lolipop tapi sosis bakar." Jawab Laksmi dengan gemes.
" Iya kalau bangun bisa kau sebut sosis bakar, lha papa ini mah jeli lolipop."Ramon masih mempertahankannya.
Dave cuma bisa menahan tawanya, mau tertawa dia takut dosa, dan untungnya para bocil sudah pergi entah kemana, jadi tidak tahu arah mana yang orang orang dewasa saat ini.
" Mas kakek jahat pelit, dua hari yang lalu Ira lihat dia punya lolipop coklat itu, dan di masukkan di saku celana warna hitam, eh kenapa itu malah burungnya yang di pegang?" tanya Ira dengan polos.
" Tuh papa dengar sendiri kan, Lolipop coklat bukan lolipop jeli papa." kesal Laksmi.
" Hehe, ya maaf papa kan tidak tahu, lha Ira sedari tadi melihat ya ke arah sini, ternyata lolipop karamel itu, Dave kamu ambilkan sana di kamar kakek, masih ada 3 di sana, kakek taruh di atas nakas, tapi sisakan buat kakek ya." pesan Ramon.
__ADS_1
" Baik kek." Dave segera bergegas mengambil lolipop tersebut, sementara Ramon mendapatkan tatapan mata tajam dari anak perempuannya.
" Maaf, papa janji akan segera mengecek kesehatan papa, tolong beri lah kakek kesempatan makan lolipop itu ya, ya." Rayu Ramon.
" Kasih lah bu, kasihan itu nangis nanti." Bela Ira, sambil mengerlingkan sebelah matanya pda Ramon.
"Ini juga, cucunya ikut ikut." Kesal Laksmi.
" Biarlah bu, masa usia kakek adalah usia platinum, jadi butuh perhatian, biarlah kakek menikmati masa tuanya dengan baik, yang penting kakek tidak memiliki diabetes Ira kir tidak apa apa kalau cuma sesekali doang." bela Ira.
" Lha ini baru cucu kakek yang paling cantik dan baik hati, eh ngomong ngomong bagaimana tadi hasil pemeriksaannya?" tanya Ramon.
" Alhamdulillah baik kek, semua bagus tapi dia masih sebesar biji kedelai." Ira meraih tangan Ramon dan meletakkannya di perut rata Ira.
" Semoga kakek akan terus sehat dan kuat, dan bisa mengikuti tumbuh kembang cicit kakek." Kata Ira. Ramon mengelusnya dengan lembut dan menciumnya.
" Iya sayang, semoga kakek masih di beri umur panjang dan kesehatan melihat anak anak kamu dan Ahmad tumbuh." jawab Ramon.
Dave segera mengambil lolipop tersebut di kamar mewah pak tua tersebut, di tembok samping terdapat foto dengan ukuran besar, foto tersebut diambil saat hari pernikahannya, semua ada di sana, bahkan ada satu foto editan yang berdiri di samping Ramon, wanita tersebut memang mirip dengan Ira istrinya.
" Jadi ini wajah Nenek, wajahnya memang mirip sekali dengan Khumaira, makanya kakek langsung curiga waktu itu." Gumam Dave.
Lalu dia keluar kamar, membawa dua buah lolipop rasa karamel kesukaan Ramon yang di minta Ira, dan memberikan permen yang sudah membuat Ramon salah faham tadi.
💖💖💖
Dave mengajak keluarga kecilnya pindah ke rumah impian mereka, membina sebuah keluarga yang harmonis sepeti yang dulu dia impikan, tapi semuanya hanyalah mimpi belaka karena menikahi gadis yang salah.
Saat ini Dave mulai merangkai mimpi itu lagi, bersama Khumaira dan Anak anaknya.
__ADS_1
Ira dan Twins selalu membuat rumah itu menjadi rame dan seru, si kembar menjadi lebih sayang pada ibu sambungnya tersebut, dia tidak hanya menjadi ibu, tapi Ira juga teman yang baik bagi mereka.
Dave mendaftarkan kuliah untuk Ira, tapi dia tolak, Ira ingin fokus pada keluarganya.
" Sayang, bagaimana jadi daftar kuliah? kalau iya, aku akan mendaftarkan kamu di kampus yang sama dengan Sheren, supaya kamu bisa langsung ada temannya?" ucap Dave menawarkan kuliah Ira.
" Enggak ah mas, lebih baik aku fokus pada Twins dan kandunganku, usia twins adalah usia keemasan, kita tidak boleh melewatkan masa masa ini, karakter dan kepribadian mereka bisa kita bentuk mulai dari sekarang, jangan sampai karena kesibukan kedua orang tuanya, anak anak menjadi korban, di titipkan kesana kemari dan kita hanya sebentar berinteraksi pada mereka, kelak kita akan menyesal mas." Kata Ira, dia memutuskan untuk fokus jadi ibu rumah tangga.
" Oke sayang, mas cuma takut kalau nanti kamu bosan, dan orang lain mengira Dave tidak memperhatikan istrinya."
" Enggak, siapa bilang aku bosan, justru bersama mereka aku bisa enjoy, anak anak polos dan jujur, tidak ada sandiwara kehidupan, dan usia kehamilanku juga masih rentan, aku takut karena sibuk kuliah, dan rumah tangga perkembangan dia juga terhambat, menurutku pendidikan itu tidak hanya bisa kita dapat dari bangku sekolah atau kuliah, justru dengan kita terjun langsung dalam masyarakat kita bisa mendapat ilmu yang melimpah." jawab Ira.
Dia menyandarkan kepalanya di dada Dave.
" kamu benar, Mas tidak akan memaksa, Mama Ira pasti lebih tahu apa yang tebaik untuk dirinya dan juga untuk kami." Dave mengecup pucuk kepala Ira dengan lembut, dia juga mengelus perut Ira yang masih rata.
" Oh iya sayang, tadi Brian dan calon istrinya datang ke kantor, mereka memberi kita undangan pernikahan."
" Oh ya kapan?" nya Ira.
" Besok malam, minggu kita datangkan?" Dave meminta tanggapan Ira.
" Datang dong, Brian kan sahabat kamu dan juga anggota di perusahaan kamu." jawab Ira.
" Baiklah, malam minggu datang ya, tapi mama sehat kan, tidak mual atau pusing?"
" enggak mas, palingan nanti istrimu ini tidak tahan kalau melihat makanan enak, nanti tolong bantu tahan ya, ntar lama lama bisa seperti beruang." kata Ira.
" Siapa bilang seperti beruang, mama Ira akan semakin cantik dan seksi kok." jawab Dave.
__ADS_1
" ndak usah bohong kalau gendut bagaimana?"
"Tidak apa apa sayang, tidak ada yang akan menghina wanita gemuk karena hamil, karena dia sedang mengemban tugas mulia." jawab Dave jujur.