
Hari ini adalah hari kelulusan William, Sheren mengajak Twins ke kampusnya, menyaksikan prosesi wisuda William, mereka berjalan menelusuri halaman kampus menuju ke AULA utama gedung kampus dimana wisuda di gelar, di sepanjang jalan banyak juga yang bisik bisik membicarakan Sheren.
" Heran deh gue apasih yang Will lihat dari cewek itu, lihat saja penampilannya tidak menunjukkan kalau dia dari keluarga kaya, apalagi bawa bawa anak kecil lagi, ntar anaknya lagi." bisik salah satu Mahasiswi seangkatan Dengan Will mereka juga memakai kebaya dan menenteng toganya, sepertinya mau wisuda juga.
" Iya tuh anak angkat mungkin." jawab salah satunya, tapi Sheren tidak mau meladeni mereka semua, yang ada nanti malah akan merusak suasana dan dandanannya.
" Mata mereka katarak apa ya kak, sudah cantik begini di bilang tidak pantas, lihat saja mereka seperti Anabel." Ucap Mike pada Sheren.
" Hihihi, bisa saja kamu dik, ayo kita ke dalam saja om Wil ada di dalam, kalau kita ladenin mereka bisa bisa dandanan kakak hancur lagi , ikutan jadi Anabel dong."
" Berarti kontes Anabel dong." timpal Michael sambil tertawa ngakak. Twins mengikuti kata Sheren untuk tidak menghiraukan mereka atau nanti akan kacau, apalagi Twins pasti punya ide jahil untuk mengerjai mereka.
Ketiganya berjalan bergandengan menuju Aula, di dalam kedua orang tua William juga sudah hadir, rencananya hari ini William akan melamar Sheren.
" bagaimana cincinnya sudah siap kan?" William memastikan cincin yang akan dia pakai untuk melamar Sheren, sudah di bawa Oleh ibunya.
" Sip, semua sudah beres, pa masak calon mantu kita di tembaknya pakai Permen kapas, tidak bermodal sekali anak papa ini." Kesal Mama William.
" Hehehe seperti papa dulu, malah pakai cincin dari tangkai bunga." Cengir Sebastian papa Wil.
" Tapi yang penting di terima iyakan pa, dan itu membuktikan ketulusannya menerima kita." tambah William
Sebastian Membenarkan kata kata putranya, dulu sewaktu dia melamar istrinya di belum punya apa apa dan Rena rela menemaninya dari nol hingga sampai sekarang.
__ADS_1
Kedua orang tua William sangat menyukai Sheren yang lucu dan ceria, apalagi dia juga berasal dari keluarga yang tidak main main asal usulnya, seorang keturunan Aditama.
" Itu mereka datang Ma." Bisik Will.
Segera Sheren dan Twins menghampiri mereka.
" Maaf tante kami terlambat." ucap Sheren dia menyalami Kedua orang tua Willian dan mencium kedua tangan mereka, dilanjutkan Twins.
" Wih nek, om Will keren memakai baju itu, dik kapan ya kita bisa memakainya." Puji Michael.
" Tahun depan juga bisa bang." jawab Mike santai.
" Ih merusak suasana saja, tahun depan kan cuma wisuda TK dodol." kesal Michael.
" Hahaha, ngambek deh abang tersayang, gak enak bang kalau kita segera wisuda berarti segera tua dong, ah ribet paling enak jadi anak anak, kita bebas bermain." Kata Mike lagi.
" Semua manusia pasti akan tumbuh menjadi dewasa sayang, itu sudah kodrat." jawab Mama William.
" Hehe iya sih nek, tapi masih lama kok."
Tak lama kemudian acara di mulai Sheren dan twins duduk bersama kedua orang tua William, Twins sampai ketiduran di bangkunya karena merasa bosan dengan prosesi yang lama, hingga nama William di panggil dan mendapatkan gelas cumlaude di jurusannya, dia mendapatkan penghargaan dan medalinya.
" Silahkan saudara Willian untuk memberikan kesan dan pesannya, bagaimana bisa mencapai pencapaian ini." MC memberikan waktu untuk William untuk menyampaikan kata kata nya.
__ADS_1
" Terima kasih atas waktunya, saya juga tidak menyangka bisa di posisi ini, padahal kalian tahu siapa saya sebelumnya, seorang mahasiswa yang nakal dan sering bolos, bahkan membeli jasa orang lain untuk mengerjakan tugas tugas saya, dan masih banyak kenakalan yang saya lakukan, misalnya sering ganti ganti pacar, hehe."
" Saya memanfaatkan kepopuleran disini untuk bisa mendapatkan kekasih yang cantik, untuk mantan mantan saya, saya minta maaf karna sudah menyakiti kalian. Saya baru merasakan bagaimana susahnya mengejar seseorang yang kita cintai, dan saya baru sadar kalau masa depan itu tidak bisa di buat main main. Saya bertemu dengan seorang pengusaha sukses dan bertalenta, saya belajar banyak hal pada beliau dan termotivasi dengan kisah hidup beliau, makanya mulai hari itu saya merubah pola hidup saya dan mulai banyak belajar dan serius alhasil ini yang bisa saya peroleh selama ini." William berhenti sejenak.
" Dan ada satu lagi yang memotivasi saya supaya lebih baik lagi, dia adalah gadis yang selama ini saya cintai, untuknya saya akan berusaha untuk lebih baik lagi, dan berjanji akan membuatnya bahagia, membuatnya nyaman serta melindunginya, dia selalu memberi dukungan dan semangat. Dan hari ini kupersembahkan medali serta prestasi ini untuk dia, dan hari ini pula di depan kedua orang tuaku serta teman teman semuanya saya akan melamarnya menjadikan dia sebagai satu satunya pemilik hatiku, ratu dalam hidupku."
Sheren yang mendengar kata kata William langsung menutup mukanya, dia tidak menyangka kalau hari ini William akan melamarnya, bahkan di depan seluruh mahasiswa di kampusnya, dia merasa sangat bahagia sekaligus malu dengan tindakan tak terduga William.
Seperti halnya moment dia menembaknya, di depan banyak orang, dia mengatakan cinta bermodal permen kapas, lalu apalagi ini.
" Cie cie." Goda Twins yang baru bangun dari tidurnya, bocil bocil ini tahu saja kapan mereka harus bangun.
" Nona Sherena Aditama, aku mohon untuk naik ke atas panggung." Sebuah nama yang akhir akhir ini menjadi viral karena di gosipkan dekat dengan William dipanggil ke atas.
Semua pada heboh dan berbisik bisik membicarakan kebenaran gosip yang beredar selama ini.
William kembali memanggil nama Sheren, sedangkan Sheren masih bengong di tempatnya, dia bingung harus bagaimana. Twins bangun dari duduknya, membantu tante tercintanya itu untuk bangun dan keduanya menggandeng Sheren ke depan. Tak lupa Rena menitipkan Kotak kecil kepada Mike untuk di berikan pada William.
Sheren mulai berjalan ke depan, satu persatu sahabat William bangkit dari duduknya memberikan tepuk tangan pada sahabat mereka, diikuti yang lainnya, yang setuju dengan hubungan keduanya.
Suara tepuk tangan makin banyak, memenuhi Aula kampus tersebut, menyambut hubungan baik dua insan manusia, menuju ke hubungan sakral dan halal nantinya. William tidak mau pacaran terlalu lama, mereka bisa berpacaran setelah menikah karena semua akan terasa lengkap kalau sudah di halalkan.
" Semangat Bro, gas poll." Seru salah satu sahabat William di mulai dari Darren dia berjalan menyambut Sheren memberikan setangkai mawar, dilanjutkan beberapa sahabat dekat William yang lain.
__ADS_1
Semua adegan bunga itu tadi sudah di setting oleh William, ada sekitar 20 mahasiswa yang memberikan bunga mawar itu pada Sheren hingga gadis itu sampai di depan panggung.
William menunggu gadis pujaannya di atas panggung, menyambut tangannya dan di gandengnya ke tengah panggung.