Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 88


__ADS_3

dave kaget mendengar pernyataan Brian.


" Elo memperkosa anak SMA?" Kaget Dave


" Gue frustasi mendengar kabar kalau lo tidur dengan Bella, hingga dia hamil. gue balik ke Indo dan minum sepuasnya di hari pernikahan kalian, lalu gue bertemu Anita di hotel tersebut, dia baru dari toilet dan disana menghadiri Ulangtahun temannya, jiwa gue yang kosong, fikiran kalap, gue mengira dia adalah Bella, maksud gue mau balas dendam ke Bella, gue tarik gadis itu ke kamar dan gue perkosa dengan sangat kasar, gue sadar saat tahu kalau gadis itu masih perawan, tapi jiwa iblis gue menginginkan lebih jadi gue teruskan hingga puas. Gadis itu hamil dia dan ayahnya yang tentara datang kerumah meminta pertanggung jawaban, mereka gue usir, laly gadis itu menyumpahi gue mandul, ternyata benar, gue tidak bisa punya anak dengan Bella." ucap Brian.


"Lalu setelah bertemu dengan gadis itu apa yang terjadi?" kepo Dave.


" Dia marah dan mengusir gue Dave, serta menyembunyikan gue, ternyata selama ini hidupnya sangat menderita Dave, demi melahirkan dan membesarkan Bian anak gue, Anita diusir keluarganya, bahkan setiap hari dihina dan di bully tetangganya, dada gue sesak Dave, bahkan mendengar sendiri kalau anak gue di katakan anak haram. Lalu gue bertekad untuk menerima Fabian dan membahagiakan anak kandung gue dan ibunya, walaupun belum ada cinta, lalu gue putuskan untuk menceraikan Bella, sidang pertama sudah clear, tinggal yang kedua dan 3." cerita Brian.


" Lalu apakah gadis itu mau menikah denganmu yang statusnya masih suami orang?" tanya Dave.

__ADS_1


" Dia menolaknya, lebih baik dia membesarkan sendiri Bian daripada menjadi pelakor, dan aku terus meyakinkan dia, hingga akhirnya dia mau tapi ada beberapa syarat yang harus gue penuhi, dia tidak tergiur dengan harta yang gue miliki apalagi hasil curang, dia mau menikah asal setelah gue sah mendapat gelar duda, dan meminta gue mengembalikan semua harta haram gue, dia tidak mau anaknya di besarkan dengan harta yang tidak halal, saat ini gue proses mengembalikan semuanya ke yang berhak, dan dialah yang membantu dan mendukung gue. Beberapa hari ini gue datangi orang orang yang telah gue tipu, meski amarah bahkan pukulan harus gue terima, gue bakal lakukan Dave, dan dia ada di dekat gue, bahkan ikut menerima amarah orang orang itu, tapi gue lega Dave. gue akan mulai lagi dari nol." Jawab Brian dengan pasti.


" Good job, gue bangga pada lo Bi, lo sudah dewasa sekarang, benar kata orang dulu, di balik kesuksesan seorang pria ada wanita hebat di belakangnya, gue yakin lo bakal sukses lagi, dan gue sudah membuktikannya, dengan dukungan dan bantuan serta doa ibu gue, gue bisa menjalani semuanya, mengurus twins dan juga berkarir, dan sekarang gue juga mendapatkan gadis yang baik untuk gue dan anak anak gue, kalau lo butuh apa apa jangan sungkan hubungi gue, kita masih sahabat seperti dulu." Dave memberi semangat dan dukungan niat baik Brian, dia menepuk bahu Brian dengan lembut.


Brian berdiri dan langsung memeluk Dave, meminta maaf sekali lagi atas apa yang sudah dia perbuat padanya selama ini.


" Kantor cabang gue butuh direktur hebat seperti lo, setelah semua urusan lo beres datanglah ke kantor." Dave meminta Brian untuk datang ke kantornya dan akan memberinya pekerjaan.


" Terima kasih Dave, hati lo sungguh mulia, dan berjiwa besar, tapi lo harus hati hati dengan Bella, gue yakin dia akan terus mengejar lo dan lo harus beri perlindungan extra pada calon istri lo, Bella orangnya nekad." Brian juga mengingatkan Dave untuk lebih berhati hati dengan Bella.


" Fakta apa bro?" kepo Brian.

__ADS_1


" Kalau Ira pengasuh twins sekaligus calon istri gue, ternyata cucu kandung kakek Ramon, Ibu Ira adalah putri kandung kakek Ramon yang hilang 40 tahun yang lalu." jawab Dave.


" Apa, ini lebih bahaya lagi, nyawa dia dalam bahaya Dave." Kata Brian. Dua laki laki ini tahu betul bagaimana sifat dan peringai Bella selama ini.


" Terima kasih bro, semoga kebahagiaan bersamamu setelah ini, ingat uang dan harta itu memang penting, tapi jangan sampai harta dan uang lah yang mengendalikan dirimu." Dave memberi sedikit petuah pada Brian.


Fabian anak Brian berlarian mendekati meja mereka.


" Papa papa, kenapa tadi papa nangis dan kalian saling berpelukan?" tanya Bian.


" Hehe, tidak apa apa sayang , om Dave ini sahabat papa, kami lamaaa sekali tidak bertemu, seperti papa dan Bian, jadi papa kangen om Dave." Jawab Brian.

__ADS_1


" Oh, begitu ya, hai om namaku Bian, kalian jangan nangis lagi ya, mulai sekarang kalian akan terus bersama, seperti Bian dan papa, sekarang Bian sudah tidak nangis lagi mencari papa, karena papa sudah ada di sini, tapi mama tuh, yang masih suka nangis." ucap Polos Bian dan langsung di tutup mulutnya oleh Anita.


" Eh maaf tuan, kadang dia suka asal." jawab Anita. Mendengar kata kata itu, hati Brian semakin sakit, dan dia bertekad akan membuat mereka bahagia.


__ADS_2