
Dua gadis cantik itu memilih tempat yang strategis dan Sheren juga meminta pendapat Ira.
" Ir, gue diajak kenalan dengan idola kampus, bagaimana menurut lo?" Tanya Sheren.
" Orangnya seperti apa?" Tanya Ira.
" Orangnya cuek dan dingin, mirip mirip seperti kak Dave." jawab Sheren.
" Berarti kamu tahu dong harus bagaimana?" Tanya Ira.
" Kalau lo, bagaimana menanggapi kakak gue?" Sheren malah ganti bertanya.
" Lho kok saya mbak, kalau saya dengan pak Dave ibaratkan pungguk merindukan rembulan." Jawab Ira.
" Tapi gue yakin kalau kakak gue ada perasaan lebih padamu, tapi dia mungkin masih gengsi saja." kata Sheren.
" Gengsi, diam tidak akan merubah keadaan mbak, kita ini perempuan jadi kalau misalnya pak Dave atau kak William suka dengan kita seharusnya mereka terus terang, kalau saya tidak akan memperjuangkan cinta tapi gengsi mbak, karena wanita butuh kepastian dan tidak akan mai di gantung, seumpama memang pak Dave suka dengan saya tapi dia gengsi atau apa alasan yang lain, lebih baik jangan, lebih baik kita menerima orang yang gentle." Jawab Ira.
Sheren manggut manggut.
" Dan sebaiknya mbak, jangan terlalu menunjukkan rasa suka mbak sama dia, buat orang itu penasaran dan selalu ingin tahu tentang mbak, tapi kalau suatu saat hubungan itu cuma stuck di situ saja, kita boleh menyerah." Ucap Ira lagi.
" Iya benar Ir, kita harus punya harga diri, dan bebas memilih." Imbuh Sheren.
" Ayo makan, ini makanan populer di kafe ini."
Tak lama, William melewati meja mereka bersama perempuan setengah baya. William menghentikan langkahnya dan menyapa sheren.
"Sheren." panggil William.
__ADS_1
" Eh kak Billy, sama siapa?" Tanya Sheren.
" Mamaku, kebetulan baru dari butik dia. Ma ini kenalkan Sheren ,adik kelas Billy di kampus dan itu..!Belum selesai William bicara nyonya karina ibu William sudah memanggil Ira duluan.
" nona Ira kan?" panggil Karina.
"Nyonya karina."
" mama kenal?" heran William,
" Dia ini calon istri mr Dave, dan ini siapa hadis cantik satunya lagi?" tanya Karina.
" Saya Sheren adik Dave aditama." Jawab Sheren. Akhirnya nyonya Karina mengajak William untuk bergabung dengan kedua gadis itu.
Mereka ngobrol panjang lebar dan nyonya Karina sepertinya juga sangat menyukai Sheren. Tapi mr Sean menelpon istrinya supaya segera pulang.
" Sori ya nak Sheren, nak Ira, kami harus pulang, ini papa Billy mencari tante, lain kali di sambung lagi ya ngobrol serunya, lihat itu muka anak tante sudah seperti kain pel saja kusut, sedari tadi kita bully." Karina pulang bersama dengan anaknya dan kini tinggal mereka berdua.
" ih jadi malu tahu." Jawab Sheren.
"Kalau sudah begini, gas dan pepet terus mbak, Ira setuju deh, punya adik ipar yang ganteng seperti dia." Ledek Ira
"Ih tadi katanya di suruh jual mahal sekarang suruh pepet terus bagaimana sih."kesal Sheren.
"Tidak apa apa awalnya untuk manasin hati mantan, lama lama bucin beneran."kata Ira
"Awas tak sumpahin nikah dengan kak Dave lo." Kesal Sheren.
" Aamiin, sumpah yang bagus."
__ADS_1
Sheren memukul tangan Ira dengan tempat tisu dan mereka tertawa ngakak bareng.
Dengan perasaan bahagia keduanya pulang dan kembali ke kamar masing masing, Tapi Ira melihat Si kembar dulu memastikan mereka sudah tidur apa belum. menyelimuti mereka baru keluar. Dan kembali ke kamar, tanpa dia ketahui Dave memperhatikannya dari ruang kerjanya.
" Ira, benarkah aku menyukainya, gadis yang sederhana dan polos itu, sudah merubah semuanya, dia dengan tingkah lucunya membuat kedua anakku nyaman, dan membuat jantungku berdetak dua kali lebih kencang dari biasanya." gumam Dave.
" Ah, dia masih muda, cantik dan smart, aku cuma seorang duda beranak dua, pantaskah bersanding dengannya, ah Dave ingat Dave, tujuan hidupmu untuk si kembar, jangan membuat mereka dan menuruti keegoisan kamu.," Dave dilema dengan perasaan dirinya dan juga anak anaknya.
💖💖💖
Malam berubah menjadi pagi yang cerah, sebenarnya hari ini adalah hari ulang tahun Dave, tapi sudah lama Dave tidak pernah mempedulikan hal tersebut, mungkin dia sendiri telah lupa dengan hari spesial itu.
Twins dan Ira juga sudah siap untuk berangkat ke sekolah.
" Pa, kami diantar pak Dono saja, nanti papa telat lagi, ini kan sudah siang." Ucap Michael mencari alasan.
"Baiklah hati hati di jalan ya."kata Dave,sebelum berangkat, dia mencium kedua anaknya dan pergi menggunakan Mobil nya.
Dono juga sudah siap mengantarkan Twins dan Ira.
" mbak Ira, hari ini kami tidak ada sekolah, guru guru ada rapat."ucap Mike.
" lho terus kita mau kemana coba, dan kalian juga sudah berseragam lengkap begini?" Heran Ira.
" Hari ini ulang tahun papa mbak, kami mau memberi kejutan pada papa tapi bingung mau memberi kejutan apa untuk papa, sudah lama papa tidak merayakan hari ulang tahunnya, kata oma, semenjak kami lahir papa sibuk terus,bahkan sering lembur meski di hari ulangtahunnya." Michael memberi tahu ira Semuanya.
" Kalian pengennya mau memberi kejutan apa untuk papa, biar mbak Ira bantu."
Kedua bocah itu malah mengeluarkan celengan mereka untuk membuat kejutan pada sang papa.
__ADS_1
Dono yang mendengar obrolan mereka juga setuju, sekali kali kita buat kejutan untuk tuannya.