
Twins kaget dengan tindakan Will, itukan mainan yang mahal.
" om, ini kan sangat mahal, nanti orang tua om marah lho." Kata Mike.
" Enggak sayang, itu pakai uang om sendiri kok, om kan baru gajian, jadi tidak bakal ada yang marah, ini hadiah dari om, om berharap Twins bisa menggunakannya dengan baik dan untuk belajar oke." ucap William.
" Oke deh kalau begitu thank you om Will yang ganteng dan baik hati." jawab keduanya.
" Ih, sudah dapat apa yang di mau pakai bilang ganteng dan terima kasih, tadi kemana dik. Ganti Sheren yang menggoda mereka.
" Tadi belum ganteng, karena sekarang sudah jadi pacar tanteku yang paling cantik sedunia ini baru kelihatan gantengnya. Jawab Michael.
" Au ah gelap, kalau ngomong dengan kalian, pasti ada saja jawabannya." kesal Sheren.
" Haha, sudah sudah ayo kita pulang, papa dan mama kan hari ini akan berangkat, ntar ketinggalan lho." William mengingatkan kalau kedua orang tua mereka akan ke korea untuk bulan madu.
" Oh iya hampir saja lupa, ayo om kak kita pulang, mereka pasti udah nunggu kita." Michael menarik tangan William untuk segera pulang.
untung saja Twins tidak ketinggalan , mereka sampai di rumah pas ketika Save dan Ira turun dari lantai Atas.
" Papa, mama." Kedua bocah tersebut berlarian menghambur ke pelukan keduanya.
" Kalian dari mana, sepertinya seru sekali?" tanya Ira, dia mengacak rambut Mike.
" Dari dufan, terus kami punya misi membuat Om will menembak kak Sheren." Bisik Mike di telinga Ira.
" Oh ya, terus terus?" tanya Ira kepo dan antusias.
" Terus sukses 200 persen ma." jawab Mike.
Bahkan Ira dan Mike sempat bertos ria segala.
" Apasih pakai bisik bisik segala, sepertinya seru, kasih papa bocoran dong?" Dave ikut penasaran dengan obrolan mereka.
__ADS_1
" Rahasia." jawab Mike dan Ira bersamaan.
" Hahaha, papa kena bully." tawa Michael.
Dave jadi cemberut dan iri melihat kedekatan kedua putranya dan Ira.
" Nanti mama ceritakan di perjalanan pa." bisik Ira.
" Ya sudah papa turun dulu ya, itu ada Will du bawah. Dave turun dulu sementara ketiga bocah itu bercerita seru sambil cekikikan, barulah Turun menyusul Dave.
" Terima kasih Will, kamu sudah repot repot menjaga anak anak saya, dan saya minta maaf kalau mereka nakal tadi." ucap Dave.
" Enggak pak, eh kak, twins anaknya seru dan menyenangkan, saya senang bermain dengan mereka ramai, kocak, jahil juga, seru deh pokoknya, nex ya twins." jawab William, yang sama sekali tidak merasa direpotkan.
" Sejak dulu saya sendiri kak di rumah, sepi dan sunyi, saya sempat iri dengan keluarga kak Dave yang ramai." imbuh William.
" Terima kasih, memang menjadi anak tunggal itu resikonya, semua sendiri, disini jadi ramai juga karena adanya dua bocil ini, jadi tidak sepi lagi." jawab Dave.
Setelah berbincang sebentar, william pamit pulang, soal mainan Twins mereka titipkan di pos satpam, takut papa marah.
" Sayang, papa dan mama tinggal dulu ya, kalian baik baik di rumah, nurut kata oma dan Kak Sheren, sekolah yang rajin pula, kan ada teman baru di sekolah, siapa itu, mas Iwan pasti tambah seru kan." Dave pamit pada kedua putranya, di lanjutkan Ira.
" Pa ma, kalian bersenang senang saja di sana tapi kami juga minta oleh oleh pada papa dan mama." Kata Michael.
" Mau apa sayang, tanda tangan BTS, EXO atau nct hem, ?" tanya Dave.
" ih papa tahu dari mana itu boy band korea, ndak pa, ma, Mike dan Michael cuma mau mainan baru." jawab Mike.
" bukannya kalian baru beli mainan, kok mainan terus dek." Sheren mengingatkan mereka.
" Bukan mainan, robot atau super hero pa, tapi kami mau dedek bayi yang lucu, kata budhe Nila, kalau papa dan mama pergi bulan madu itu mau membuatkan kami adek bayi, dan jangan lupa ya, debay nya, cewek ya pa." Ucap Michael, bahkan dia mengatakan kalau semua itu Nila yang memberitahu.
Semua tertawa cekikikan kecuali Ira yang malu banget dan Dave yang tersenyum kecut.
__ADS_1
" oke, papa akan buatkan dedek bayi pesanan twins, tapi harus nunggu 9 bulan baru dedek bayinya akan keluar dan bisa di ajak bermain." jawab Dave.
" Kok lama banget ya, apa masih antri pa, tukangnya?" Tanya polos Mike.
" Enggak Antri, tapi dedeknya akan tumbuh dulu di perut mama Ira selama 9 bulan, baru nanti akan lahir, jadi Twins harus sabar dan belajar giat oke." Dave menjanjikan kepada anaknya tentang hadiah mereka, daripada nanti mereka akan mengurus terus dari A sampai Z.
Setelah cukup pamitannya pasangan pengantin baru tersebut berangkat ke seol dengan jet pribadi Dave.
" Sayang, masih ingat tidak tadi kamu mau cerita apa?" Tanya Dave sambil bermanja di pangkuan Ira di dalam pesawat.
" Oh, itu mas anak kita ada saja ide jahilnya, mereka tadi tidak cuma bermain di Dufan, tapi menjadi mak comblang antara Sheren dan William, akhirnya William nembak Sheren, mau tahu tidak dengan apa dia menyatakan cinta?" Ira bercerita dengan serius.
" Apa?" Dave juga memainkan dagu Ira.
" Pakai permen kapas, katanya supaya berkesan dan berbeda dengan orang lain, ternyata lucu juga ya si Will."Jawab Ira dengan tersenyum lucu.
" Terus di terima tidak?" tanya Dave lagi.
" di terima dan misi mereka sukses, ada ada saja, sekarang ini bocah umur 5 tahun sudah tahu cinta cinta, bisa gaswat mas, kita harus lebih memperhatikan mereka, aku tidak mau anak anakku dewasa sebelum waktunya."Kata Ira.
" Makanya sayang, mas tidak mengijinkan mereka menggunakan HP, karena mas tahu mereka itu cerdas, jadi mas takut mereka aka. terjerumus dan kalau kita kurang kontrol, bisa saja anak anak melihat hal hal yang belum untuk umurnya." Jawab Dave.
"Sayang, kamu kok semakin hari semakin cantik ya, mas jadi pengen dekat dekat terus." Dave mendusel ke perut Ira.
" tidak usah modus mas, kita masih di perjalanan." Jawab Ira, sambil tertawa geli.
" kalau sudah sampai berarti boleh dong." ucap Dave.
"Boleh apa?" tanya Ira pura pura tidak faham.
" Membuatkan Dedek bayi untuk twins, mas akan membuat bidadari mas ini terus ketagihan dan kita lembur terus supaya adonannya cepat jadi." kata Dave ngelantur.
"Itu sih maunya kamu saja." sewot Ira.
__ADS_1
" kok mau mas, kamu dengar sendiri kan apa kata mereka dan siapa yang mengajari mereka, lha wong kakak kamu sendiri." goda Dave. Ira mencubit dada Dave dan di balas dengan menggelitik Istri cantiknya tersebut.