
Pagi itu setelah semua beres, Ira minta ijin ke Nila untuk datang ke reuni SMA sekolahnya dan nitip si kembar.
" Ya sudah sana, ini kesempatan bagus untuk. bisa berkumpul dengan teman lama, kalau tidak ada moment reuni seperti ini kita sulit bertemu mereka." Nila mengijinkan Ira untuk datang ke acara Reuni.
"Makasih mbak, nitip Twins juga ya."Kata Ira.
"Iya Dek, hati hati ya di jalan, kamu naik motor masmu ini saja, tadi dia nebeng pak Andi ke rumah sakitnya." Nila memberikan kunci beat Ahmad pada Ira, daripada naik angkutan.
Ira segera mandi dan berdandan sederhana seperti biasanya, dan berangkat ke kafe yang di tunjukkan Winarti kemaren.
Dia mengendarai honda beat milik Ahmad, dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di kafe tersebut Ira memarkir motornya dan menuju tempat acara. Teman temannya sudah pada ngumpul dan asyik ngobrol.
"Eh lihat siapa yang datang, Khumaira." Ucap Erna dengan suara lantang.
Ira tersenyum menanggapi perkataan Erna.
" Yuk kesana bergabung dengan yang lain."Ajak Erna.
" Hai sini Ir, kabarnya kamu kerja di Jakarta, bagaimana enakkan kerja di kota, lihat aku, tidak perlu kuliah, dengan bekerja di kota, aku bisa dapat cowok kota, mau tahu tidak siapa calon suamiku." Kata Indri.
Ira tersenyum dan mengiyakan saja, perkataan Indri.
" dia pemilik kafe tempatku kerja, ya umurnya sudah 40 sih tapi tak apalah, yang penting kan banyak duit hehe." Jawab Indri.
"Selamat ya, kapan nikah?" Tanya Ira.
"Santai dulu, paling 2 bulan lagi, masih pengen menikmati masa masa pacaran kami."
__ADS_1
" Eh Itu Nita, hai Nit." Sama Erna dan lainnya, yang melihat Nita baru pesan minuman.
" Hai, Erna, Indri, Lusi, Naura, apa kabar?" Sapa Nita balik.
" Bagaimana Nih, kabarnya yang bekerja di perusahaan besar?" tanya Erna kepo.
" Oh baik, lagi cuti buat ngumpul bersama kalian." jawab Nita bohong, sebenarnya dia agak canggung pada ira tapi apa boleh buat dia tidak mau kalau teman temannya tahu kalau sebenarnya dia di pecat.
"Wih, keren berarti, oh ya kamu dan Ira kan sama sama kerja di Jakarta, pasti sudah pernah bertemu dong." Kepo Lusi.
" Oh sudah kok iya kan Ir, kami kebetulan ketemu pas lagi mall ,iyakan Ir?" Nita memberi kode pada Ira.
Ira faham dan mengiyakan pernyataan Ira, dia tidak akan mem beritahukan kebohongan Nita , karena bukan urusan dia.
"Kapan kapan, ajak kita kita dong ke Jakarta, misal pas liburan semester kuliah, pengen banget jalan jalan kesana, tapi bingung nginep nya dimana, kalau di hotel pasti mahal dong." Imbuh Naura.
" Boleh, nanti kalian telpon saja aku atau Nita." Jawab Ira.
"Yakin mau ke tempat Ira, mau di ajak ke tempat lokalisasi, atau gabung sekalian."Ucap Rosa.
" Apasih maksud kamu?" heran Lusi.
" Yah, belum tahu dia, asal kalian tahu ya, alu tuh dapat informasinya langsung dari sepupu dia, dan yang pastinya dia tahu persis dong siapa saudaranya, Si Ira itu menjadi kupu kupa malam disana, ih amit amit deh."ucap Sinis Rosa.
"Eh, jaga mulut kamu, kalau tidak tahu jangan asal njeplak tu mulut." Geram Nita.
" Oh Ya, atau kamu juga, sama dengan dia, bilangnya ketemu di Mall, tapi Mall lokalisasi." Ejek Rosa
"Eh, apasih maksud kamu, bicara ndak jelas, aku dan Nita memang ketemu, tapi maaf ya buka. di tempat seperti yang kamu bicarakan tadi, kami bekerja yang halal." Jawab Ira.
__ADS_1
Rosa ini adalah, siswa paling kaya dan paling sombong di kelas mereka, dia selalu menindas yang di bawahnya.
" Oh ya, dan siapa tadi si Indri, mau nikah dengan pemilik Kafe, aih begitu saja bangga." cibir Rosa.
"Ih iri bilang bos." geram Indri.
" Iri, sama model model kayak kalian, gak level lah yau, asal kalian dengar ya, aku juga baru dari Jakarta, tapi tidak untuk bekerja di sana tapi untuk jalan jalan, karena pacarku sebagai direktur di perusahaan real ested ternama di dana, yaitu pt Angkasa, namanya Leo, keren kan." Pamer Rosa.
"Pt Angkasa kan perusahaan kakek kamu Ramon." Bisik Nita. Ira mengangguk.
" Aku dan Nita juga bekerja di sana, meski cuma pegawai biasa, bukan tempat yang kamu sebut tadi." Jawab Ira.
" Oh ya, kebetulan kalau begitu, aku akan minta padanya untuk memecat kalian, gak level perusahaan sebesar itu punya pegawai kampungan seperti kalian."Sinis Rosa.
" Atas dasar apa kamu meminta memecat orang sembarangan, bisa di tuntut karena telah menyalah gunakan kekuasaannya, kamu tidak takut kalau pacarmu itu bakal di pecat juga." ucap Ira.
" Emang ada jabatan yang lebih tinggi dari direktur, ngasal kamu." Sombong Rosa.
Rosa langsung duduk di tempat yang kosong, dan menelpon Leo pacar barunya itu.
" Ir, bagaimana ini akan ketahuan dong kalau kita tidak kerja di Pt Angkasa." Bisik Nita
" Tenang saja belum tentu juga pacar Rosa itu kerja di sana juga." Jawab Ira
" Aku akan telpon pak Andi, siapa tahu dia tahu." Ira memutuskan untuk menelpon andi.
" Ada yang bisa saya bantu nona?" Tanya Andi.
" Pak Andi, apakah ada di pt Angkasa direktur yang bernama Leo?" Tanya Ira.
__ADS_1
" Sebentar saya cek Dulu nona, nanti saya hubungi kembali." Jawab Andi tanpa bertanya banyak.
Suasana yang tadinya riuh penuh canda di meja Ira dan lainnya, tapi gara gara Rosa jadi panas.