
Ira segera mencari kakaknya setelah sampai di kamar Dahlia 3 sesuai instruksi Ahmad, dan menemukan Laksmi berbaring di pojok kamar di tunggu omeh Ahmad, dengan segera Ira mendekati ranjang ibunya.
" Bu Ira pulang, ibu sakit apa bu,hik hik hik." Tangis Ira pecah melihat ibunya yang terbaring lemah di pojokan.
" Asam lambung, di tambah lagi darahnya cuma 85, dan ibu sebentar lagi akan di usg dokter bilang ada benjolan di perutnya, nunggu dokternya datang." Bukan Laksmi yang menjawab tapi Ahmad.
" Bagaimana kata dokter mas?" tanya Ira.
"Ibu harus istirahat total dan tidak boleh terlambat makan, memang ibu kalau sudah asyik bekerja sering lupa makan Ir, kalau soal benjolan itu, nunggu hasil usgnya, oh ya ngomong ngomong, kamu kok sudah sampai saja, kalau naik kereta itu paling cepat nanti malam baru sampai?" Tanya Ahmad dengan penasaran.
"Aku naik pesawat, tadi majikan Ira yang mengurusnya, dan di temani asisten beliau, Tadi pak Dono Ira suruh istirahat dulu sebelum balik Ke Jakarta lagi." Jawab Ira.
"Aneh, majikan kamu baik sekali, jangan jangan nanti suka lagi sama kamu, hati hati nanti di kira pelakor lho, jaman sekarang banyak laki laki tidak cukup punya satu istri, ada yang nambah."Jawab Ahmad.
" Mad, jangan godain adikmu, ibu yakin Ira tidak mungkin mengganggu rumah tangga orang, kata mbak Susi memang majikan mereka baik banget." Kata Laksmi membela Ira.
" Hehe, iya sih bu, Ahmad kan cuma khawatir saja kok, Ira adalah adik satu satunya Ahmad. Ahmad tidak mau terjadi apa apa dengan Ira." Jawab Ahmad.
__ADS_1
" Majikan Ira duda mas, hehe, tadi malam dia melamar Ira, dan kedua anaknya sudah Ira anggap seperti anak kandung Ira sendiri." Jawab Ira.
Ahmad dan Laksmi kaget mendengar pernyataan Ira.
" Apa, ngaco kamu jangan aneh aneh, jangan karena kita itu miskin, kamu menerima sumbangan orang, mereka memang kaya Ir, tapi tidak juga kalau kamu nikah dengan bapak bapak, bagaimana kalau dia cuma memanfaatkan kamu doang, kamu itu masih mudah, cantik dan pintar, masa depan kamu masih panjang dek, jangan menyerah dengan keadaan abang pasti akan membantu kamu menyelesaikan hutang ke bu Suci." Ahmad menasehati adiknya panjang lebar, dia tidak mau, kalau Ira menikah dengan bosnya yang sudah tua, demi uang. Ahmad belum tahu saja bagaimana majikan Ira, yang sudah mirip opa korea itu.
" Masmu benar nduk, jangan karena keadaan ekonomi kita hingga akhirnya kamu memilih jalan yang salah, lihat meski kita miskin, tapi alhamdulillah, kita bahagia, soal makan juga tidak pernah kekurangan, asalkan bisa nerimo apapun yang Allah berikan ke kita, tidak semua kebahagiaan diukur dengan uang, pangkat. tapi dari diri kita sendiri, kalau kita lihatnya terus ke atas, maka tidak ada kata cukup sebelum kita di kafani, maunya lebih lebih dan lebih. Kata Laksmi, juga memberi petuah pada putrinya itu.
"Mas, Bu, Ira memang baru kenal dengan pak Dave, itu juga karena Ira menjadi pengasuh Twins, tapi karakter beliau, perhatiannya, membuat rasa itu tumbuh, bukan karena dia kaya, dan selama bersamanya Ira merasa nyaman. Dan ternyata Dia punya perasaan yang sma dengan Ira, Alhamdulillah juga si kembar putra beliau menerima Ira juga bu, mas, dan Ini Ira juga punya foto Pak Dave, katanya mereka akan menyusul Ira kemari untuk melamar Ira pada ibu dan bapak." jawab Ira.
" I ini hp kamu Ir? bukannya harganya mahal, bahkan di atas gaji kamu?" Kepo Ahmad, di belum melihat gambar Dave sudah mengomentari iphone milik Ira.
" Hehe, iya mas, ini di beli sebelum Ira jadian, Anak anak membelikan hp ini sewaktu melihat hp jadul Ira, dan langsung mengajak Ira membelinya." Jawab Ira sambil cengengesan.
Ahmad manggut manggut lalu melihat gambar yang terpampang jelas di galeri yang Ira sudah bukakan. Ahmad terkejut melihat pemuda tampan yang menghiasi layar hp tersebut, mata Ahmad melebar, dia mengucek matanya dan melihat lagi sosok Dave.
" I ini ma majikan kamu Ir?"Tanya Ahmad dengan terbata, lalu mengulurkan hp mahal tersebut pada Laksmi.
__ADS_1
"Kenapa mas, ada yang salah?" Heran Ira.
" ini mah, sudah mirip artis korea yang sering di lihat mbakmu, kok ya mau pria keren, kaya seperti dia sama gadis udik, kampungan dan miskin seperti ini." Jawab Ahmad, masih tidak percaya.
" Enak saja, adiknya yang cantik dan keren begini di bilang kampungan." Cemberut Ira.
" Hehe, kaget aku, kalau ini mah tak perlu mikir mikir lagi, kalau mas ahmad jadi kamu, ya sudah pasti akan mas terima."Jawab Ahmad.
" Ih plin plan tadi saja Ir jangan ini, itu, bla bla."
" Ya maaf dek, mas kan belum tahu orangnya." Elak Ahmad.
" Kamu sudah memikirkannya masak masak nduk, bagaimana dengan keluarganya, apa setuju, suatu pernikahan itu tidak cuma menyatukan hubungan pria dan wanita, tapi juga kedua keluarganya, kita dan mereka bagaikan bumi dan langit, ibu jadi khawatir nanti kisah nenek akan terulang lagi, ibu dan nenek kamu dipisahkan dengan kakek, keluarga kakek membuang kami, hingga akhirnya kita ada disini sekarang."Kata Laksmi.
" Alhamdulillah, anak anak dan kedu orang tua pak Dave setuju bu, mereka tidak mempermasalahkan status sosial Ira, asalkan anak dan cucu mereka sayang dan nyaman dengan Ira mereka setuju, dan oma Mila malah yang sering membuat beberapa kesempatan supaya Ira bisa bersama dengan pak Dave.". jawab Ira.
" Alhamdulillah kalau begitu, ibu hanya bisa mendoakan kamu nak."Jawab Laksmi terharu.
__ADS_1