
Di rumah sakit, dua hari setelah operasi Bella baru sadar, mungkin jiwa dan tenaganya lelah dan ingin beristirahat, jadi lama untuk bangun. Hari Ini Bella membuka matanya, yang dia lihat pertama kali adalah atap putih ruang Icu.
" Apa gue sudah mati ya, tapi ini kok aroma rumah sakit." gumam Bella. Dia melihat sekelilingnya, terdapat peralatan medis yang tertempel di tubuhnya, kepalanya terasa nyeri dan berat, Bella berusaha menggerakkan tangannya ke atas, terasa kaku dan tidak bertenaga.
Suster datang ke dalam untuk mengecek rutin kondisi pasien, dan melihat Bella sudah sadar. " Akhirnya bu Bella sudah sadar." ucap suster tersebut sambil mengecek semuanya.
" Kenapa saya berada di sini?" tanya Bella.
" Anda kecelakaan karena menghindari kejaran polisi." Jawab Suster tersebut.
" Sit, gue harus kabur." batin Bella yang masih belum sadar bagaimana kondisinya.
" Apa di luar ada polisi yang jaga? dan dimana keluargaku?" tanya Suster.
" Ada 2 polisi yang gantian menjaga anda nona, kalau keluarga selama ini belum ada yang datang, tapu seluruh pengobatan di tanggung tuan Ramon." jawab Suster.
" Lalu dimana Kakek ku Ramon itu, kenapa tidak kesini?" Heran Bella.
" Maaf nona saya kurang tahu, tapi barusan ada pengacara tuan Ramon datang dan berbicara dengan polisi di luar, beliau juga masuk ke sini." jawab Suster.
" Sus bantu gue keluar dari tempat ini, jangan sampai polisi itu tahu, ntar gue bayar lo mahal." Bella memprovokasi suster tersebut dengan iming iming bayaran tinggi.
" Memang anda mau kabur kemana, lihat kondisi anda, bangun saja susah, berjalan tidak bisa, maaf saya takut nona, dan saya tidak mau anda menjadi beban saya nanti." Suster itu menolak permintaan Bella.
__ADS_1
" Ya kan gue baru sadar, besok juga sudah baik." jawab Bella.
Suster tadi tersenyum miring dan menggelengkan kepalanya, dia tidak habis fikir, orang baru sadar sudah merencanakan kejahatan, pakai mau kabur segala.
Suster tadi menaikkan tempat tidur Bella hingga dia bisa bersandar lalu membuka selimut Bella, menunjukkan bagaimana kakinya.
" Lihat nona, mau kabur kemana dengan kaki seperti itu, satu kaki anda hancur dan di potong, dan yang satunya masih bisa di operasi, dan sebaiknya anda menyerah saja, tidur nyenyak, duduk manis di penjara daripada jadi buronan, yang ada anda mati sia sia." jawab Suster.
Bella langsung berteriak histeris setelah tahu kakinya. " Aaaaaaa, tidaaaaak, ini tidak mungkin, aku mau ke singapura, mana kakikuu." Bella mencari kakinya ,,,yang hilang.
Teriakan Bella membuat polisi yang ada diluar , masuk ke dalam sana mendengar teriakan pilu Bella.
" Ada apa ini sus berisik sekali?" tanya polisi dan melihat kalau tahanannya sudah sadar.
Bella masih terus berteriak dan menangis histeris. " Aaarh, kembalikan kakiku"
Bella memukul mukul mukul kasur du hadapannya dengan penuh emosi dan kebencian.
" Gue ini wanita paling cantik dan kaya sedunia, mana mungkin cacat, semua ini gara gara Ira, dia yang barus di penjara, dia yang seharusnya mati, bukan gue yang harus hilang kaki." Bella meremas rambutnya sehingga luka di dahinya kembali menganga dan mengeluarkan darah, suster tadi segera memanggil dokter untuk menangani Bella.
Dokter menyuntikkan obat penenang hingga akhirnya tubuh Bella lemas dan tidur, baru mereka menjahit kembali dahi Bella yamg bocor.
💗💗💗
__ADS_1
Setelah hari melelahkan dan menegangkan kemaren, hari ini adalah hari yang sangat penting dan juga sangat mendebarkan untuk Pasangan Dave Aditama dan Khumaira larasati.
Setelah subuh MUA profesional sudah datang untuk mendandani pengantin. sedang asistennya mendandani seluruh anggota keluarga Nugraha.
Laksmi datang ke kamar putrinya, hari ini dia akan melepas putri kesayangannya untuk Dave, seorang duda keren beranak 2.
" Sayang kamu cantik sekali, putri mama sudah seperti bidadari apalagi dengan jilbab yang kau kenakan itu." Kata Laksmi.
" Bu,hik hik, terima kasih sudah melahirkan dan merawat Ira dengan limpahan kasih sayang." Ira memeluk Laksmi dan menangis.
" Hei, calon pengantin jangan menangis, nanti make upnya luntur, cantiknya hilang, malah seperti hantu nanti." Kata Laksmi.
"Bu, jangan bercanda deh." Ucap Ira cemberut.
" Sayang, ternyata putri ibu sudah dewasa, dia sudah tahu mana yang baik dan benar, Setelah semua penderitaan yang kau alami, mulai dari kekurangan Finansial sampai di ejek sana sini, di selingkuhi dan sekarang mendapatkan Jodoh yang sangat jauh dari orang orang yang selama ini menghina kamu nak, semoga pernikahan langgeng ya, ingat sebagai istri yang baik harus berbakti pada Suami, jangan pernah menolaknya ciptakan keluarga yang adem ayem dan tenteram, jadi lah istri yang enak di pandang serta menjaga kehormatan dan menjaga nama baik serta hartanya." Laksmi menasehati putrinya untuk yang terakhir kalinya sebelum dia melepas masa lajangnya.
" Inggih Bu." Jawab Ira.
" Jangan sesekali mengumbar aib suamimu kepada siapapun itu, dan jangan pernah membawa masalah keluargamu keluar dari rumah, apalagi di umbar di media sosial seperti yang marak akhir akhir ini." Tambah Laksmi.
" Iya bu, tapi Ira akan selalu butuh nasehat dan bimbingan ibu, supaya Ira menjadi lebih baik dari yang sekarang." Kata Ira.
" Iya sayang tentu saja, rumah ibu akan selalu terbuka untuk anak anaknya, bahu ibu akan selalu ada untuk membantu menopang keluh kesah anak anaknya, kedua tangan ibu akan terbuka lebar untuk memeluk erat anak anaknya." Jawab Laksmi.
__ADS_1
" hik hik, ibu adalah ibu yang terbaik di dunia ini, ibu bagaikan bunda Khadijah yang selalu mendampingi suami di manapun titiknya berada, dan membimbing putra dan putrinya ke jalan yang Allah ridhoi." Ira semakin terisak mendengar petuah Laksmi, dia tidak bisa menahan tangis harunya, Ira kembali memeluk Laksmi dengan begitu Erat, seperti tidak mau terlepas dan berat sekali untuk meninggalkan ibunya, walau rumah mereka tidak berjarak jauh nantinya.