Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 133


__ADS_3

Setelah konsultasi, Dave mengajak Ira pulang mereka berjalan di koridor rumah sakit beriringan tapi tiba tiba terdengar isak tangis Ira.


" Hik hik hik."


" Sayang kamu kenapa nangis?" tanya Dave dengan heran, perasaan tidak ada yang menyinggung dia.


" Entahlah, dari tadi aku ingin nangis tapi aku tahan mas." Jawab Ira, sambil menghapus air matanya, di pagi ini dia sudah dua kali menangis. Dave mengajaknya duduk sebentar.


"Memangnya kenapa? ada yang menganggu kamu, atau ada yang sakit?" tanya Dave dengan panik.


"Aku nangis lihat biji kedelai ku kok kecil sekali, bagaimana supaya bisa cepat besar ya, sampai terbayang bayang makan cilok endul di depan sekolah Mike." jawab Polos Ira.


" Hahaha sayang, aku pikir apa, kamu kenapa semenjak hamil jadi lucu begini sih." Dave mencubit hidung Mancung Ira dengan gemes.


" Hua mama, ibu. Mas Dave nakal, hidungku bisa jadi pinokio kalau di tarik tarik begitu." cemberut Ira sambil menggosok gosok hidungnya. Dengan gemes Dave mengecup bibir manis itu, karena biasanya dia akan diam kalau sudah di cium.


"Ayo beli cilot, supaya dedek bayinya cepet besar." Ira sudah membayangkan memakan jajanan anak anak tersebut,sampai mulutnya bergerak gerak sendiri


" Oke mama kita beli ciloknya, berarti kita ke sekolah Twins lagi nih?" Dave memastikan.


" Iya, tapi kok lebih pengen loli coklat di saku kakek kemaren ya, aduh bingung mas, mau cilok apa Permen loli coklat ya." Fikiran Ira sudah berubah, dia jadi pengen lolipop.


" Terus ciloknya masih mau tidak?" atau langsung ke rumah kakek?"


" Beli cilok lalu ke rumah kakek dan, hari ini mas Dave liburkan?" Tanya Ira dengan manja.


" Iya memang kenapa hemm?"


" Ehmm itu, Ira pengen dibuatkan temennya biji kedelai supaya tidak sendirian di dalam sana." Bisik Ira di telinga Dave.


" Wau, istriku sudah mulai berani ya, hahaha. fik ini anak ketiga gue pasti cewek ini." Dave tertawa lagi mendengar bisikan Ira, sesuatu yang sangat langka, kalau Ira mau mengajaknya bermain. jadi Dave ya seneng banget mendengarnya.


" Oke Bunda Ratu, ayo kita otw." Dave yang sudah tidak sabar langsung menggendong kucing kecil ini. Dave menurunkan Ira di tempat parkir.

__ADS_1


" Bagaimana kalau kita buatkan temen dedek bayinya dulu, supaya tenang, lalu beli cilok sambil jemput Twins, dan terakhir ke rumah kakek, pasti di sana kita tidak bisa sebentar, kita akan lakukan siang pertama di rumah baru kita sebelum besok kita pindah." Bisik Dave, sambil meniup ujung mata Ira.


Ira yang kaget dan merasa terjadi sesuatu pada tubuhnya mengiyakan ajakan Dave, dia mengangguk malu malu, padahal mau.


Tak menunggu lama, Dave langsung tancap gas memenuhi permintaan kucing kecilnya ini, sebelum berubah fikiran.


Mereka menuju ke rumah impian mereka dan Dave menggendongnya lagi sampai di kamar mereka. Dave mulai melakukan pemanasan yang bisa membuat Ira melayang, bahkan membuat istrinya sangat bergairah.


Sejak kemaren Dave merasakan efek kehamilan istrinya ini.


Hari itu Mereka menghabiskan sisa pagi yang syahdu di peraduan indah di istana baru mereka. Setelah puas, mereka melanjutkan ya dengan mandi bersama, tapi ini murni mandi saja ya, Ira sudah seperti Mike dan Michael saja yang ingin dimandikan Dave.


Sebagai pria normal, dia harus bisa menahan semua hasratnya, Dave tidak ingin istrinya kelelahan dan dan bisa membahayakan janin mereka.


Pasangan suami istri tersebut segera menuju ke sekolah Twins bahkan lebih cepat dari biasanya, bahkan mereka sudah sampai di sana 30 menit sebelum Bel pulang berbunyi.


Mata Ira berbinar, melihat para pedagang berjajar rapi di tempatnya, kebanyakan mereka penjual makanan dan jajanan.


Dave mengambil dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang warna merah dan menyerahkannya pada Ira. sementara dirinya hanya mengikutinya dari belakang, dan menggelengkan kepalanya.


" Beginilah punya istri bocil, lihat sudah mirip Mike dan michael versi perempuan." gumam Dave.


" setelah puas memesan jajanan yang diinginkan, Ira membungkus semuanya."


" Kok tidak di makan, katanya lapar?" tanya dave dengan sabar.


" Nanti makannya pa, nunggu kakak dulu, nanti kita makan bersama sama di taman di sana itu lho, pasti seru." Tunjuk Ira.


" Pa kamu jemput Twins Gi, mama beli minuman dulu, dan menggelar tikar di sana ya, mama tunggu."


" Siap bunda ratu." Dave mengangkat tangannya ke dahi tanda Hormat, lalu dia menyeberang dan menjemput Twins, barulah bergabung dengan Ira.


" Pa mama mana?" Penasaran Twins.

__ADS_1


" Mama menunggu di taman seberang sana, tadi dia beli jajanan banyak banget dan sekarang minuman, Ayo kita ke sana!" Dave menggandeng kedua putranya menuju ke taman tempat Ira berada.


Karena udaranya yang adem dan angin semilir membuat Ira tertidur bersandar pohon rindang disana.


" Tidur pa, ayo kita kerjain.' Usul Mike.


Kedua bocah tersebut mengambil bunga dari rumput dan mulai menggoda Ira, sementara Dave mengambil Vidio kejadian itu dan akan menunjukkannya pada Ira setelah bamgun nanti.


Twins mulai menggelitik Muka, dan kaki Ira dengan rumput tersebut,.dan ibu mereka malah bereaksi secara lucu.


" Iya jo, kai cari makan di sawah saja, ndak usah ganggu." rancau Ira


" Hahaha, dikira si ijo bang, ini juga."


" Aduh ini lagi, haciu haciu." Ira bersin dan bangun dari tidurnya sambil menggosok hidungnya.


" Hahaha." Tawa ketiga laki laki menggema di taman tersebut, mereka cekikikan melihat tingkah lucu Ira.


" Apaan sih ,pasti menertawakan mama nih, iyakan pa?"


" Iya, mama lucu sekali tadi." Tawa Dave.


" Ih gak lucu, ayo kita makan saja, sudah kelaparan sampai mama ketiduran ini." kesal Ira.


Mereka akhirnya mengiyakan permintaan ira dan membuka jajanan yang sudah di beli Ira. Twins bersorak gembira melihat aneka jajanan yang menggugah selera mereka bahkan sering di larang untuk membelinya, tapi sekarang semua berkumpul disini.


Twins dan Ira saling berebut seperti anak kecil menikmati semuanya sementara Dave mem vidio moment bahagia ini. Sesekali Ira maupun Twins menyuapinya dengan berbagai menu.


" Hahaha, lihat mama kalau makan seperti anak kecil, belepotan begitu, haha." tunjuk Michael. Malah si Ira ganti mengerjai mereka dengan mengoleskan bumbu kacang di pipi mike dan Michael.


" wah serasa jadi pengasuh baru papa, tapi seru, lihat muka dan pakaian kalian, ibu dan anak sama saja kelakuannya." gemes Dave.


" Biarin." jawab ketiganya kompak.

__ADS_1


__ADS_2