
Mereka menghitung bersama uang yang ada di celengan Twins.
Ternyata jumlahnya sangat banyak, anak sultan memang, celengan saja segitu banyak, jumlah uang mereka tidak kurang dari 30 juta.
" Bagaimana kalau kita belikan papa jam tangan, mbak perhatikan beberapa hari ini papa tidak memakainya, lalu kita buat kue dengan hasil karya kita sendiri dan memasak masakan kesukaan papa." Ira memberi ide pada Twins.
" Setuju"
" Setuju."
"Pak Don kita ke supermarket dulu, membeli bahan bahan lalu kita ke toko jam tangan ya pak." pinta Ira.
" Siap non." Dono langsung mengemudikan mobilnya ke sebuah supermarket berbelanja, apa saja yang diperlukan.
Menunggu mereka belanja dan menyiapkan kejutan untuk Dave, kita lihat di pt Angkasa.
Ramon sendiri yang memimpin rapat pagi ini, semua petinggi perusahaan dia kumpulkan.
" Kemaren saya sudah memeriksa beberapa laporan selama dua bulan terakhir, dan semua mengecewakan saya, terutama direktur keuangan, saya tahu dia cucu saya, tapi sebagai pimpinan disini saya tidak akan tinggal diam melihat ketidak adilan ini. Maka pagi ini saya memutuskan untuk Direktur keuangan mengembalikan uang yang sudah du korupsinya, dan menurunkan jabatannya ke bagian Pemasaran, saya mengirim Nona Bella untuk membenahi kinerja di sana, dan supaya dia belajar dengan baik serta tidak menyalah gunakan jabatannya." Ucap Ramon tegas dan jelas, bahkan itu cucunya sendiri.
Bella dan kedua orang tuanya mau pemrotes tapi Ramon sudah mengatakan sesuatu.
" CEO kalau kamu mau protes kenapa nona Bella di pindahkan, maka saya juga bisa memindahkan kamu juga menjadi office boy." Ucap Ramon. Membuat nyali Donald menciut, dia tidak berani membela putrinya di depan pak tua itu.
" Kek ini tidak adil aku cucu kamu kek, dan ahli waris kakek, boleh dong memakai sedikit hasil jerih payah kita " Protes Bella.
"Mau cucu ataupun anak sekaligus saya tidak peduli, yang salah harus di hukum. kalau saya memanjakan anak dan cucu saya itu namanya menghancurkan mereka secara perlahan lahan." Jawab Ramon.
" Dan posisi direktur keuangan akan saya serahkan pada Bima. dan posisi Bima sebelumnya akan di ganti oleh bu sherli.
Semua peserta setuju dan menyambut dengan baik keputusan Ramon.
Setelan rapat selesai dia meminta Andika untuk menyelidiki latar belakang Ira.
" Andi kamu cari tahu identitas dan asal usul pengasuh twins!" perintah Ramon.
__ADS_1
" Ah bos suka ya, dia cantik dan masih sangat muda." Jawab Andi.
Langsung saja sebuah bolpoin mendarat di keningnya.
" Aduh tuan sakit." Andi mengelus jidatnya yang sakit.
" Makanya kalau punya otak di pukul, jangan nyerocos, anak itu pantasnya menjadi cucuku, dia cantik dan sederhana serta wajahnya mirip seperti Yulia, istriku yabg hilang." jawab Ramon, barulah Andi paham, dan melaksanakan tugas dari bosnya tersebut.
Kembali ke Twins dan Ira. mereka memilih sebuah jam yang sederhana tapi elegant. uang mereka tidak cukup untuk membeli uang jam yang mahal, tapi jam tersebut di beli dengan penuh kasih sayang dan perjuangan si kembar.
Setelah beres Dono membawa mereka ke rumah, Ira minta ijin ke bu Suci untuk meminjam dapur untuk mereka berkreasi.
Pertama mereka menyiapkan bahan untuk membuat kue ulang tahun.
Oma yang baru pulang dari arisan heran mendengar suara twins di dapur.
" Suci, sepertinya saya mendengar ribut ribut di dapur ada apa?" heran Mila.
" Itu nyonya, twins ingin membuat kejutan untuk tuan muda, hari ini kan hari ulang tahun tuan Dave. Semoga tuan senang dengan kejutan yang mereka buat nyonya." Jawab Suci.
"Buat apa ini, sepertinya seru?" tanya Mila.
" Oma, kami membuat kue ulang tahun papa dan juga makan siang kesukaan papa, hari ini kan papa ulang tahun." Jawab Michael.
" Boleh oma gabung?"
"Yes oma."
Dapur mansion itu tambah seru dengan di tambah bergabungnya oma Mila.
" Ayo kalian mandi dan berpakaian yang keren, nanti kita bawa kuenya ke papa." Ira meminta mereka untuk bersiap sementara dia mem paking semuanya ke wadah yang cantik. Lalu ikut bersiap.
Oma Mila menitikkan air matanya. Dia terharu dan sangat senang dengan semua ini. Dulu Dave sibuk dengan pekerjaannya, si kembar yang nakal bahkan tidak mau di atur oleh siapapun, kini berubah manis dan lucu.
" Ira, kedatanganmu membawa suasana baru di rumah ini, semoga saja Dave juga berjodoh dengan kamu nak, ibu sangat bahagia jika kelak itu terwujud.
__ADS_1
Twins sudah selesai dengan gaya mereka yang keren, bahkan mereka menirukan penampilan sang papa dengan jas lengkap.
"Oma , kita sudah seperti papa belum?" Michael meminta pendapat omanya.
" Wah cucu cucu oma sudah seperti eksklusif muda saja, ini mah keren banget sayang." jawab Oma.
" Mbak Ira mana?" Tanya Mike.
"Masih bersiap, tunggu sebentar ya?" jawab Oma.
"Ckckck, kenapa sih setiap perempuan itu dandannya lama ya oma?" ucap michael .
" Haha, bisa saja kamu, kan mbak Ira tadi harus paking semua ini dulu supaya makin cantik."jawab Oma.
" oh ya ,hadiah untuk papa apa?" tanya Oma.
" tadi pagi kita kumpulkan celengan kita oma dan membelikan papa jam tangan, supaya papa tahu waktu dan tidak terlalu sibuk bekerja." Jawab Mike.
Mila langsung mengacungkan kedua jempol nya untuk twins.
" Mau tahu tidak, apalagi yang bisa membuat papa pulang tepat waktu." bisik oma.
" Apa itu oma?" Tanya keduanya penasaran.
" Buat papa menikah lagi, supaya papa juga ada yang mengurusnya." jawab Oma.
"Tapi oma, kata teman teman, ibu tiri itu jahat oma, gak mau ah punya ibu tiri yang jahat, kami sudah cukup dengan ibu kandung jahat jangan di tambah dengan ibu tiri yang jahat juga." Sewot Michael.
"Kalau seumpama yang jadi ibu Twins itu mbak Ira, kalian mau tidak?" tanya Oma lagi.
Twins saling berpandangan dan mereka sama sama mengangguk.
" Kalau ibu kita nya mbak Ira Mike setuju oma, bagaimana kak?" tanya Mika.
" aku juga setuju kalau mbak Ira jadi mama kita, dan kita panggilnya mama Ira." Jawab Michael.
__ADS_1