
Anita mengajak Brian ke sebuah taman kecil, Brian menggendong Fabian, dia tak bosan bosannya menciumi anak laki laki yang berada di gendongannya, hatinya menghangat, saat uluran tangannya di sambut bocah berumur 4 tahun itu.
Sampai di taman, Anita meminta Bian untuk bermain.
"Bian sayang, kamu main dulu ya, mama ada perlu sebentar dengan Om Brian." Kata Anita dengan lembut dan penuh kasih sayang terhadap putranya, berbeda dengan Bella, yang bahkan menolak kehadiran putra kandungnya, dan tidak peduli sama sekali pada anak kecil.
" Apa yang ingin anda tanyakan tuan, saya tidak punya banyak waktu, setelah magrib saya harus bekerja lagi." Jawab Anita dengan sinis.
" Kamu bekerja lagi, dan kenapa tinggal disini bukannya ayahmu seorang Tentara bahkan waktu itu hendak menembak diriku." Kata Brian yang tidak tahu apa apa perihal hidup Anita selama ini.
"Puas, sudah puas anda membuat saya hancur sehancurnya, di usir dari rumah ketika hamil, bahkan saya belum lulus SMA, anda memang hebat. papa meminta saya menggugurkan kandungan saya, tapi saya menolaknya, dia tidak berdosa, yang berdosa adalah laki laki yang sudah keji dan pengecut itu, dia berani melakukan itu, tapi tidak mau bertanggung jawab. Anda tahu saya belum pernah merasakan pacaran seperti teman teman saya, tapi tiba tiba saya hamil.puas, lalu sekarang apa yang anda inginkan tuan Brian yang terhormat." Kata Anita dengan penuh amarah, dan siap meledak kapan saja.
"Cukup, cukup Anita, maafkan aku. Aku adalah lelaki pengecut dan tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk, aku akan menebus semuanya, semua waktu yang terbuang itu, aku akan mengembalikan semua kehormatan kamu, menjadi ayah yang baik untuk anak kita."Brian langsung memeluk erat Tubuh kecil Anita.
Brian mengingat waktu pelecehan yang dilakukannya pada seorang gadis yang masih memakai seragam sekolahnya.
" Saya mohon, jangan ambil anak saya tuan, dia adalah satu satunya harapan saya untuk melanjutkan hidup, tuan tolong lepaskan kami, kembalilah pada istri cantik anda yang kaya raya itu ,yang sangat anda cintai, bahkan anda terus memanggil namanya saat melakukannya pada saya, hik hik."Anita menangis sesenggukan.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak akan meninggalkan kalian lagi, cukup sampai disini penderitaan kalian, dan selanjutnya aku akan membahagiakan Bian dan juga dirimu." Ucap Brian.
" Saya tidak mau jadi pelakor tuan, saya punya harga diri yang saya pegang teguh, lebih baik hidup miskin daripada harus menjadi simpanan orang."Jawab Anita dengan tegas.
"Tidak, kamu bukan pelakor, kamu adalah ibu dari anakku, cuma wanita yang menyayangi anaknya adalah wanita yang hebat dan patut untuk di pertahankan."Jawab Brian.
"Lalu nyonya Bella bagaimana, dia adalah wanita yang sempurna, dan diinginkan setiap laki laki, saya juga ada di acara itu, kalian berdua sangat bahagia bersanding di atas pelaminan, pada saat itulah Bian di rawat di rumah sakit karena demam berdarah, uang yang seharusnya saya gunakan untuk bayar kontrakan, tidak jadi saya bayarkan, saya pakai untuk pengobatan Bian."Air mata Anita terus mengalir dengan deras.
"Sekarang ikut aku, kalian harus pindah dari tempat itu, lingkungan dan kondisinya tidak baik untuk kalian." Brian meraih tangan Anita dan segera di tepis oleh ibu muda itu.
"Tidak, aku tetap akan membawa kalian pergi, dan tunggu aku menceraikan wanita gila harta itu, dan menikahi mu, kita akan mulai dari awal, dan fikirkan anak kamu, masa depannya, pendidikannya, please Anita menurutlah, aku akan menjamin Bella tidak akan tahu keberadaan kalian, atau mengganggu kalian." Brian meyakinkan Anita kalau dia akan melindunginya terutama dari Bella.
Anita hanya mengangguk pasrah, semoga keputusan yang diambilnya adalah tepat.
Sore itu Brian membawa Anita dan Fabian ke sebuah apartemen mewah milik Brian yang baru selesai di bangun.
Di lain tempat, Bella marah besar, karena sejak tadi siang Brian tidak bisa dihubungi, asistennya juga, padahal nanti malam waktunya dia membayar berlian yang di pesannya.
__ADS_1
Brian baru pulang ke mansion setelah jam makan malam Lewat. Bella berada di dalam kamarnya dan melempar semua pakaian Brian.
" Apa apaan ini Bella, semakin hari kelakuan kamu seperti anak kecil saja, kenapa baju baju ku kamu buang ha." Suara Brian mulai meninggi.
" Ini salahmu, jam segini baru pulang, dan tahu tidak aku sudah menghubungimu ratusan kali tapi tidak satupun kamu angkat, tahu tidak hari ini aku sangat malu, karena tidak bisa membayar tasku yang hanya 200 juta itu, masa black cart eror.Dan malam ini jadwalku membayar berlian yang sudah aku pesan minggu lalu,terus ke acara lelang berlian." marah Bella.
" Uang uang uang, shoping shoping dan shoping terus yang ada di otak kamu, dengar ya, kartu sudah aku blokir dan bekukan,jadi kamu tidak akan bisa menggunakannya. Dan mulai hari ini, detik ini juga aku tutup keuangan kamu, kau sudah terlewat batas borosnya, memang cari uang itu tidak susah apa." Ucap Brian yang mulai emosi.
" Apa, kamu mulai hitung hitungan dengan istrimu sendiri, bukannya uang suami adalah uang istri juga, jadi aku bebas dong memakainya, kalau tidak di pakai untuk apa kamu mengumpulkan pundi pundi uang, sementara kita tidak ada anak." Jawab Bella
"Lalu apakah sudah ada tanda tandanya kamu hamil, atau kutukan gadis itu sudah terbukti." ucap Brian.
"Brian brian, jaman sekarang kamu masih percaya saja kutukan, ya jelas aku tidak akan hamil sayang, karena rahimku sudah diangkat sekalian Setelah aku melahirkan si kembar, alu tidak mau tersiksa dengan kemana mana menggendong bayi di perutku, tubuhku menjadi rusak."Jawab Bella dengan santainya.
" Plaak."Tiba tiba tangan Brian melayang ke pipi Bella, dia tidak habis fikir kalau dia mengangkat rahimnya dan tidak mau punya anak."
"Bi, kenapa kau menamparku, aku hanya ingin yang terbaik untuk kamu, aku tidak ingin jadi jelek di hadapan kamu sayang, lagian kita bisa mengadakan bayi tabung, bayar orang untuk mengandung benihmu, nanti setelah dia besar, maka kita akan mengambilnya, kan beres."Jawab Bella. dengan santai seperti tanpa dosa itu.
__ADS_1