Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 91


__ADS_3

Setelah kepergian Bella, mereka mengadakan tukar cincin sebagai bukti bahwa Khumaira sudah ada yang punya. Dave menyematkan sebuah cincin berlian putih di jari manis Ira, sederhana tapi elegan.


" Khumaira, sebentar lagi kita akan menikah, aku sangat bahagia bisa mendapatkan seorang bidadari seperti mu, sebuah berlian yang selalu di rawat dan di jaga sepenuh hati oleh pemiliknya, kini akan diserahkan ke pemuda biasa yang banyak sekali kekurangannya." Ucap Dave dengan Lembut.


Ira menutup mulut Dave dengan jari telunjuknya, supaya Dave menghentikan omongan ngelanturnya itu.


" Mas, kau adalah cahaya yang di kirim Allah padaku, kalian adalah duniaku, disini aku banyak belajar, dan mengerti, ku adalah pria yang kuat, tegas, bertanggung jawab dan penyayang, akulah gadis yang beruntung mendapatkan cintamu, kau ibaratnya seorang pangeran, kalian kelurga kaya tidak pernah melihat seseorang dengan status sosialnya, kau bahkan tidak pernah malu memperkenalkanku sebagai calon istrimu, kepada semua rekanmu, bahkan kau menerimaku apa adanya, bukan kerena aku cucu kakek Ramon, tapi karena aku adalah Ira." Jawab Ira sambil berkaca kaca.


Dave mencium punggung tangan Ira dengan lembut.


prok prok prok, suara tepuk tangan mulai terdengar, di awali dari Twins dan di sambung Oleh yang lain. Twins mendekati Ira dan Dave dan memeluk keduanya.


" Ayo kita foto bersama, ini moment yang bagus." Sheren mengusulkan untuk foto bersama.


Akhirnya mereka mengadakan sesi foto keluarga. Andi dan Satria yang menjadi fotografer mereka.


Raut wajah, bahagia terpancar dari kedua keluarga besar tersebut, keluarga Aditama dipertemukan dengan keluarga Nugraha, keduanya memiliki pengaruh yang besar di negeri ini.


" Om Budi, kakek Ramon bagaimana kalau pernikahan saya dan Ira di langsungkan sehari setelah acara konferensi pers?" Dave mengusulkan tanggal pernikahannya di adakan setelah konferensi pers.


" Wah, yang sudah tidak sabar lagi mau menikah." Goda Oma Mila. membuat semua tertawa.


" Lho kan niat baik tidak boleh di tunda tunda, takutnya Dave khilaf ma, lihat calon istriku cantik begini siapa coba yang betah nunggu lama." Jawab Dave. Kakek Ramon langsung tertawa ngakak.

__ADS_1


" Hahaha, ternyata kamu lucu juga Dave, benar benar niat baik harus di segerakan, aduh hari ini rasanya kakek kembali muda, kakek bisa tertawa lepas bersama keluarga kakek." Ramon tertawa sampai air matanya jatuh ke pipi keriputnya.


Laksmi yang paling dekat dengan Ramon menggenggam tangan keriput itu dan menghapus air matanya.


" Kita juga bahagia bisa berkumpul lagi dengan papa, dan akan membuat papa tertawa seperti ini terus." Laksmi menghibur ayahnya.


" Janji, kalian harus ramaikan rumah ini, apalagi dengan suara banyak anak kecil, Ahmad, Ira. kalian harus beri kakek cicit yang banyak, nanti kita buat club yang hebat, hehe." Harapan kakek Ramon Ramon pada kedua cucunya. Ira dan Ahmad mendekat ke kakek.


" Asal kakek panjang umur dan melihat cicit cicit kakek lahir dan tumbuh, itu sudah ada 4 yang akan meramaikan rumah kakek." Jawab Ira berikutnya.


Ramon mengelus rambut kedua cucunya dengan haru, mereka sungguh anak anak yang baik dan tidak sombong.


" Kakek sangat bersyukur pada tuhan, masih di beri kesempatan dipertemukan dengan kalian, dan kakek sangat bahagia." Jawab Ramon.


Setelah Dari kediaman Ramon Bella langsung menuju ke club, dia minum banyak hari ini.


" Semuanya hancur hancur, mereka semua brengsek, Ramon, Dave, Brian, Ira, kalian akan tahu akibatnya, kalian tidak tahu telah berhadapan dengan siapa, semua harus jdi milik gue, hahaha." Bella sudah seperti orang gila bicara sendiri bahkan tertawa sendiri.


" Gue gue harus cari orang yang bisa membantu gue mengakhiri semuanya, gue adalah tokoh utamanya, jadi gua yang akan menang, gue." Bella terus minum sampai menghabiskan beberapa botol Whisky.


" Nona, tempat ini akan tutup ,sebaiknya anda bayar semua minuman anda dan pulang. Salah satu pelayan club menegur Bella.


" Lo tidak tahu siap gue ha, gue adalah pewaris tunggal Kekayaan keluarga Nugraha." Racau Bella.

__ADS_1


" Iya nona, tapi anda tetap bayar dan pulang." Kata Pelayan.


Bella menyodorkan tasnya pada pelayan tersebut. Dia sudah mabuk berat.


Pelayan tadi memeriksa dompet Bella mengambil Sebuah kartu hitam, tapi kartu tersebut, gagal, lalu kartu kedua ketiga bahkan sampai kartu ke 5 . semua gagal dan tidak bisa di gunakan.


" Nona semua kartu anda tidak bisa di pakai." jelas pelayan.


Bella tidak peduli dan masih saja bicara sendiri. Lalu pelayan tadi memanggil manager club.


" Tuan nona itu tidak bisa bayar minumannya, semua kartunya tidak bisa di pakai, di tasnya tinggal uang ini, hp dan kunci mobil." lapor pelayan tadi.


" Berapa bill nya?" tanya manager.


" 126juta tuan, dia memesan whisky paling mahal dan minum beberapa botol." Jawab Pelayan.


" Kembalikan uangnya dalam tas untuk ongkos dia pulang, dan kita ambil kunci mobil dan suratnya sebagai jaminan. " Jawab Manager, mereka menuju meja Bella dan mengambil kunci serta stnk Ferrari milik Bella.


Manager memanggil satpam untuk membawa Bella keluar.


" Bawa nona ini keluar, club akan tutup!" Perintah Manager.


Dua orang satpam mengangkat Bella dan menunjukkannya di pinggir jalan dalam keadaan mabuk berat.

__ADS_1


Bella seperti orang gila, dia berjalan sempoyongan entah kemana sambil terus maracau, memanggil manggil nama nama orang orang yang sangat dia benci, hingga akhirnya pingsan di tepi taman kota.


__ADS_2