Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 95


__ADS_3

Mobil Dave akhirnya sampai di sebuah butik terkenal yang khusus menyediakan pakaian pengantin. Mereka masuk ke dalam dan langsung di sambut oleh pemilik butik itu, Oma Mila dan Twins sudah ada di dalam, mereka sudah memilih beberapa gaun dan kebaya yang cocok untuk pernikahan mereka.


"Pa, ma, lihat ini, mama Ira pasti cantik banget kalau memakai kebaya ini."Tunjuk Michael pada salah satu kebaya yang cantik dan mewah, Ira di minta untuk mencoba, tapi ternyata modelnya terbuka dan Dave serta ira tidak Setuju.


"Tante, ada tidak kebaya penganten yang lengkap dengan hijabnya?" Tanya Ira.


"Ada non, saya ambilkan dulu, ini model terbaru kami, dan tante yakin akan sangat cocok di pakai nona Ira." jawab Pemilik butik.


" Mas, bolehkah saya berhijab setelah menikah nanti, Ira ingin menyempurnakan agama Ira, dan menutup aurat Ira." Ira minta ijin pada Dave untuk berhijrah.


"Subhanallah sayang, tentu saja boleh, mas akan mendukung semua keputusan kamu, asal itu positif, dan mas akan lebih tekun belajar dan belajar supaya menjadi imam yang baik untuk kalian." Jawab Dave.


Oma Mila juga terharu dengan keputusan Ira, dan dia yakin kalau calon menantunya ini adalah yang terbaik dari yang baik, untuk menjadi pendamping Dave.


"Subhanallah nak, mama bangga padamu sayang, dan mama yakin kalau kamu adalah perempuan terbaik untuk putra mama, semoga pernikahan kalian lancar dan tidak ada suatu kendala apapun juga."Mila mendoakan mereka, dan berharap semua lancar.


"Terima kasih ma."Ira juga sudah mengubah panggilannya Ke oma menjadi mama.


Pemilik butik membawakan set kebaya muslim dan beberapa gaun nuansa islami untuk resepsi.


Ira kemudian mencoba kebayanya, dan sangat pas di tubuh Ira, dia semakin cantik dengan sebuah jilbab yang di sematkan di kepala Ira.


"Subhanallah ma, lihat bidadari ini, Dave sungguh sangat berterima kasih pada bunda Laksmi yang telah melahirkan dan merawat berlian seindah ini, dan telah memberikannya pada Dave.


Mila juga terpesona dengan kecantikan alami Khumaira.


" Tante kami ambil kebaya yang ini, untuk tuxedo saya serta anak anak, tante sesuaikan."Ucap Dave.


"Siap tuan, saya juga sudah mengukur Twins tadi untuk membuatkan Tuxedo mereka.

__ADS_1


" Jawab Pemilik butik.


Berikutnya Ira mencoba gaunnya, dan mereka foto bersama.


Acara selanjutnya, Ira dan Dave akan mengadakan foto prewedding, ke seorang fotografer spesial prewed.


Dave mengajak Ira makan siang dulu di sebuah restoran, sebelum mereka diminta berpose yang aneh aneh oleh fotografernya.


Barulah Dave membawa Ira ke studio foto. Mereka sudah membuat janji sebelumnya, jadi tidak harus menunggu lama.


Setelah semua beres barulah Dave mengantar Ira kembali, tapi ternyata Twins minta untuk di belikan Mixue yang lagi viral itu lho.


" Mas, twins minta Mixue kita beli di mana?" tanya Ira.


" Dekat komplek rumah saja, supaya rasanya tidak berubah." Jawab Dave.


" Sayang, rencananya aku akan membeli rumah sendiri untuk keluarga kecil kita, sebentar lagi aku punya istri, dan tidak ingin merepotkan mama terus." Dave menginginkan kalau, ingin tinggal di rumah sendiri jadi privasi rumah tangga mereka, tidak ada yang akan mengganggu.


" Aku setuju, lagian di rumah Sheren juga sudah dewasa dan nanti akan menikah juga, lagian tidak baik privasi keluarga kita diketahui orang lain, meski orang tua dan saudara sendiri, tapi jangan lupa untuk terus menyambung silaturahmi pada semuanya." Jawab Ira mendukung keputusan Dave.


" Coba kamu ambil ponsel mas, di saku celana kiri ini, dan cek galeri rumah impian, kamu pilih yang cocok untuk kita!" Dave meminta Ira sendiri yang memilih rumah masa depan mereka.


Dengan Ragu Ira merogoh saku celana Dave, untuk Hp jadi tidak terlalu dalam.


" Sandinya apa?" tanya Ira.


" my family." Jawab Dave.


Ira membuka HP Dave dan nampak gambar wallpaper nya foto mereka berempat.

__ADS_1


" Ini foto kapan? kok aku juga sudah ada di sana ?" Penasaran Ira.


" Kapan ya, oh waktu kita di taman dan bertemu kakek Ramon untuk pertama kalinya." Jawab Dave.


Ira segera membuka sandi ponsel itu dan melihat lihat galeri di dalamnya, disana banyak foto Twins, bahkan dirinya. Baik itu bersama Twins atau sendirian. Ira jadi tersenyum dan berbunga bunga melihat semua galery Dave, lalu dia membuka galery rumah impian.


Ada beberapa rumah mewah yang sudah Dave pilih, tapi dia sengaja ingin mengetahui pendapat Ira.


" Semuanya bagus dan mewah, ini model rumahnya terlalu wah, isinya banyak barang barang pecah, tidak begitu aman untuk anak anak, terus yang ini terlalu menonjolkan kemewahan, ini sederhana elegant, banyak kamar, dan halamannya luas, aku suka yang ini, nanti kalau kita punya banyak anak, halaman yang di sini bisa di sulap jadi tempat bermain, halamannya juga luas, ada tamannya juga, pasti udaranya seger, banyak kamar juga jadi kalau keluarga berkunjung, kita tidak perlu bingung masalah kamar, aku duka rumah no 5." Tunjuk Ira.


" Coba dekatkan sini, aku mau lihat!" Modus Dave supaya bisa dekat dekat dengan Ira.


" Itu model rumahnya sederhana sayang, kenapa tidak yang no 2 mewah?" Tanya Dave.


" Enggak, tidak semua yang nampak sederhana itu jelek, ini unik namanya,alami dan kelihatannya nyaman." Jawab Ira. masih dengan menscrol gambar rumah itu.


Dave tiba tiba mengecup sekilas pipi Ira yang menurut dia lucu.


" Modus ih." Cemberut Ira


" Jangan cemberut, tu bibirnya monyong monyong gitu, jadi pengen aku cium lho." goda Dave.


" Auh, sakit sayang" keluh Dave


" Biarin,kamunya mengalihkan pembicaraan saja." kesal Ira.


" Haha, iya iya nyonya, papa juga suka pilihan Nyonya, dan yang sederhana itu menyimpan sesuatu keindahan tersendiri dan estetik, seperti calon istriku sederhana tapi anggun dan mempesona."Jawab Dave.


" Mulai deh modusnya, aku rasa kamu mulai suka menggombal ya mas." Ucap Ira.

__ADS_1


__ADS_2