
Mereka Istirahat di rumah sederhana Ira tapi suasananya nyaman dan sejuk, Rumah Ira berada paling ujung dan dekat sekali dengan Sawah jadi, begitu membuka jendela, mata mereka di suguhi pemandangan pematang sawah nan hijau.
"Rumahmu sejuk dan adem." Ucap Dave.
" Maaf ya mas, cuma begini keadaan rumahku." kata Ira
" Tidak apa apa, nanti aku mampir ke rumah sakit untuk minta restu bapak dan ibu, dan langsung kembali ke Jakarta, besok sore harus ke korea, kalau Twins katanya masih ingin disini dulu." Dave hari itu akan kembali Ke Jakarta setelah bertemu ayah dan ibu Ira.
"Terima kasih mas, kamu tidak mempermasalahkan tentang keluargaku." Ucap Ira lirih. Saat ini mereka duduk di teras samping, di dekat pematang sawah.
" Sawah sawah ini milik satu orang apa beberapa orang?" tanya Dave.
" Mulai dari yang ada di depan kita ini sampai ujung sana yang ada tanda pohon besar itu milik pak haji Bisri, tapi sekarang orangnya ikut anaknya ke kalimantan, ayah dan ibu juga ikut menggarap bersama 2 tetangga lainnya, nanti hasilnya di bagi 50% untuk pemilik sawah dan yanf 50% untuk yang menggarap sawah ini." jawab Ira
"Apakah kalian semua akan pindah ke Jakarta atau ke Singapura bersama kakek?" Tanya Dave.
__ADS_1
" Entahlah mas, itu semua ibu dan ayah yang akan memutuskan, serta mas Ahmad, kakek akan memgajari mas Ahmad mengurus perusahaannya, aku jadi takut mas." kata Ira lesu.
Dia takut nanti ada yang tidak terima dan keselamatan kakaknya dalam bahaya.
" Jangan takut, kakek pasti sudah punya rencana yang matang sebelum datang kemari, mas yakin kalau mas Ahmad pasti bisa, aku juga akan membantunya nanti." jawab Dave menenangkan Ira.
"Kamu juga harus kuat, pasti akan lebih banyak cobaan yang akan kalian terima nantinya, oh ya setelah kita menikah nanti kalau kamu ingin melanjutkan Kuliah juga bisa lho, untuk menambah wawasan dan Ilmu.Tapi dengan syarat, tidak boleh meninggalkan kewajiban utama, Aku juga sudah menyiapkan rumah untuk keluarga baru kita." kata Dave, pemuda tampan itu menggenggam lembut tangan Ira dan memainkannya.
" Ehem ehem." Terdengar suara deheman seseorang dari belakang.
" Eh kakek, katanya mau istirahat.? " Ira menyambut kakeknya dan membantunya duduk.
" Maaf kek, kami ngobrol saja sambil menikmati udara yang segar sekali, belum pernah Dave rasakan udara sesegar ini di Jakarta." Jawab Dave.
" Kamu benar nak Dave, oh ya bagaimana hubungan kamu dengan cucuku Ira? apa benar kau ingin menukahinya, atau cuma ingin menyelamatkan dia saja tadi?" Tanya Ramon.
__ADS_1
" Saya serius akan menikahi cucu kakek, maafkan Dave yang sudah berani mencintai Permata hati kakek, tapi perasaan ini tumbuh begitu saja dan semakin kuat di dalam sini." Dave menunjuk ke arah dadanya.
" Bukan karena si kembar?" tanya Ramon, dia ingin memastikan kalau Dave benar benar mencintai Ira bukan hanya karena anak semata.
" Twins juga salah satu alasannya, mereka sudah cocok dengan Ira, tapi dari diri pribadi saya sendiri, saya mencintai khumaira dengan tulus setulus perasaan dia pada Dave." Jawab Dave dengan pasti.
"Lalu bagaimana dengan Bella, dia juga cucuku, ibu kandung dari si kembar?" tanya Ramon.
" Bella adalah masa lalu saya dan Ira adalah masa depan saya, kalau Bella masih mau mengakui twins putranya, itu hak Dia, saya tidak akan melarang mereka bertemu maupun berinteraksi, tapi kalau untuk kembali, maaf saya tidak bisa, luka yang telah dia torehkan sangat dalam dan tidak bisa di kembalikan seperti sebelumnya, tapi saya punya obatnya."Jawab Dave .
" Kakek peecaya, kalau kau bisa diandalkan, Tapi kamu harus menjaganya ekstra, kamu tahu sendirikan kalau Bella itu orang yang bsgaimana, kakek takut dia nekad dan melakukan sesuatu yang tidak kita inginkan." jawab Ramon.
" Iya kek, apa yang kakek khawatirkan sama dengan yang ada di dalam benakku, aku takut nanti setelah Bella tahu kalau Ira adalh cucu kakek, membuat dia tidak terima dan berbuat jahat, jadi kita harus siapkan Pengawal untuk dia." Usul Dave.
" Kamu benar nak, nanti setelah Laksmi sudah bisa pulang, semua akan Kakek bawa pulang, dan lebih mudah untuk memantaunya, Lalu biarkan Ira pulang bersamaku, kau boleh membawanya pulang kembali setelah statusnya berubah menjadi istri kamu." Jawab Ramon.
__ADS_1
" Dave ikut saja mana yang terbaik untuk Ira, saat ini keluarganya yang lebih berhak atas dia." jawab Dave
" Terima kasih nak, tidak salah cucuku mendapatkan pemuda seperti kamu, bukan malah mencampakkan kau seperti yang di lakukan Bella, kakek yakin saat ini Bella dalam mode panas, jabatan hilang, suami akan menceraikan dia, dan punya anak dari perempuan lain, warisan yang selama ini dia harapkan juga lenyap, kakek juga berfikir sama sepertimu, dari mereka semuanya keselamatan Ira juga yang paling kakek khawatirkan, jadi biarkan dulu Ira bersamaku." Ramon ternyata juga punya pemikiran yang sama dengan Dave, jadi Dave merasa lega, karena dia yakin kakek Ramon pasti sudah punya persiapan lebih.