
Dave dan ibunya masih mengobrol di bawah.
" Dimana Ira sayang?" Tanya Mila.
" Di kamar ma, menyiapkan kebutuhan kami di sana nanti." Jawab Dave.
" Jaga dia baik baik, dan jangan sampai kejadian masa lalu terulang lagi, dia masih muda Dave, emosinya juga belum stabil, dan kamu jangan hanya berperan sebagai suami bahkan dengan 2 anak, tapi kau juga harus bisa menjadi temannya, kakaknya, buat dia merasa nyaman." Mila menasehati putranya tersebut tentang pernikahan mereka, apalagi yang di nikahi putranya masih gadis belia.
" Iya ma, Dave akan berusaha." jawab Dave.
" Jangan berikan dia beban terlalu berat nak, serta berikan dia kesempatan untuk berinteraksi dengan teman sebayanya, atau kau bisa daftarkan dia ke kampus tempat Sheren kuliah, paling tidak ada yang sudah dia kenal." Mila punya ide supaya Ira melanjutkan pendidikannya dan bergaul dengan teman seusianya, supaya fikirannya lebih fresh.
" Mama benar, Dave akan memberikan dia waktu untuk bergaul, supaya tidak terfokus terus menurus dengan kegiatan di rumah dan jaga anak, asalkan dia bisa membagi waktu nantinya." jawab Dave.
" Baguslah nak, mama dengar kalian akan pindah rumah, apa benar itu nak?" tanya Mila.
" iya ma, Dave dan Ira akan belajar mandiri untuk mengurus rumah kami, tapi tidak berarti kami akan melupakan mama, kami akan sering datang kemari, terutama Twins. apalagi nanti saat kampus Ira sudah mulai aktif." kata Dave.
"Terima kasih nak, rasanya terasa hampa kalau tiba tiba Twins tidak tinggal di sini lagi, mereka adalah bagian hidup mama, sejak bayi mama yang menggendong, dan menimang mereka, merawat mereka, seperti padamu dan sheren." Air mata Mila jatuh, tak terasa cucu cucunya semakin besar dan kini akan pindah ke rumah baru mereka.
Dave memeluk Ibunya dan menenangkan wanita paruh baya tersebut, dia sangat ingat bagaimana pengorbanan ibunya selama ini, apalagi terhadap dia dan kedua anaknya.
" Ma, terima kasih, sudah menjadi mama dan nenek terbaik untuk kami, mama adalah mama dan nenek terhebat di dunia, di saat teman teman sebaya mama bersenang senang dan menikmati hidup, mama masih di sibukkan dengan kehadiran Twins, tanpa mengenal siang dan malam, mama terus menjaganya, mama juga terus bersabar di saat permintaan kami terlalu berat untuk mama lakukan, tapi mama tidak pernah mengeluh sedikitpun." Dave ikut menitikkan air matanya di pelukan ibu kandungnya itu.
Mila mengusap rambut lebat Dave dengan lembut.
__ADS_1
" Tidak ada seorang ibu yang terbebani dengan anaknya Dave, mama ikhlas, kalian semua adalah tanggung jawab mama dan papa nak." Mila kembali menitikkan Air mata haru tersebut.
" Dave tidak akan pernah bisa membalas semua yang sudah mama lakukan untuk kami, tapi walaupun hanya sedikit saja biarkan Dave membalas semua kebaikan mama, Dave dan Ira mendaftarkan mama dan papa ke tanah suci barengan ibu dan ayah, selama ini kita mengaku beragama, bahkan bergelimang harta, tapi kita malah sering melakukan yang di larang daripada perintahnya, semoga dengan hadiah ini, kebahagiaan mama dan keluarga kita akan lebih berkah." kata Dave.
" Terima kasih nak, ini adalah hadiah yang terindah yang mama dapatkan setelah kelahiran Twins, mama dan papa sangat bahagia dan bangga padamu, kau sudah semakin dewasa dan bijaksana , semoga Allah memberikan yang terbaik untukmu dan keluargamu, lalu kalian kapan?"
" insyaallah tahun depan, kalau Ira belum melahirkan, Dave masih butuh bekal, bukan bekal uang tapi bekal agama, Dave masih perlu banyak sekali belajar dulu ma." Jawab Dave.
"Ya sudah sana, bantu istrimu bersiap, dan istirahat, paling bocil bocil itu sore baru pulang." Mila meminta Dave untuk ke kamar san membantu Ira yang sudah dari tadi selesai bersiap.
Di Dufan, Twins sangat bahagia, apalagi saat mengerjai Sheren. mereka juga bertemu sahabat Sheren eh tepatnya mantan sahabat dan mantan Pacarnya, beberapa waktu lalu mereka di kabarkan putus, tapi kenapa sekarang bersama lagi.
Luna dan Boy mendekati Sheren yang menyuapi Twins, sementara William masih membeli minuman untuk mereka.
" Bukan urusan lo." Jawab Acuh Sheren, dia masih asyik menyuapi kedua ponakannya itu.
" aduh Sher, hidup ini harus di nikmati, meski lo putuskan persahabatan kita, gue bisa tuh dapat teman baru yang lebih tajir dan bodo seperti lo, dia bahkan menuruti semua yang gue mau, hahaha." Luna tertawa mengejek.
" Jadi parasit kok bangga." Tiba tiba saja Mike menyeletuk, dia tidak terima kalau Tante kesayangannya di hina.
" Hei bocil, jaga mulut lo, tidak pernah di sekolahkan apa itu mulut?" geram Luna.
" Memang kami kan baru TK jadi belum sekolah." jawab Michael.
" Huuh, anak siapasih nih, nakal sekali, mau di robek apa mulutnya." Luna makin geram.
__ADS_1
" Robek saja, kalau mau di penjara." Jawab Mike sambil mengunyah makanannya dengan santai. Dan kebetulan William datang dengan beberapa minuman di tangannya.
" Ada apa ini ribut ribut?" tanya William, memecah suasana. William mendekati Twins dan Sheren lalu meletakkan minuman tersebut di depan Twins.
" Ka kak William?" heran Luna dan Boy.
" Iya kenapa memangnya, kalian mau apa?"
" itu om, mereka mengira om papa kita nih dan Kak Sheren baby sister kami, mereka mengganggu makan siang kita saja. Jawab Michael.
" Kenap kak William ada di sini, apa hubungan kak Will dengan dia?" tunjuk Luna pada Sheren.
" Gur pacar Sheren, kenapa? masalah buat lo."Jawab William.
" Lalu bagaimana nasib Angel?" Heran Luna.
" Siapa itu Angel, kok sepertinya baru dengar nama itu, dan aoa hubungan nasib dia sama gue." Jawab William.
" Angel sangat menyukai kak Will, dia sangat berharap menjadi pacar kak Will, dan Angel jauh lebih cantik dan kaya daripada si manja itu." jawab Luna.
" Kaya, maaf aku tidak butuh kekayaan, dan itu semua sudah gue punya, soal manja, gue suka gadis manja seperti dia, tandanya sayang, iyakan sayang?" kata William mengkode Sheren.
" Oh jadi mangsa baru lo itu Angel, bagaimana ya kalau Angel tahu kalau kak Will sama gue dan Angel pasti mengira kalau lo tidak pecus menjalankan tugas lo, seperti lo mengompori dia, seperti lo mengelabui gue. siap siap ya sayang sayangku.Ayo sayang kita lanjutkan makan siang kita, aku sudah lapar banget nih, lihat Twins sudah kenyang kini tinggal kita." Sindir Sheren.
"Mau di suapi juga dong sama calon bini, pasti akan makin enak." William ikut masuk ke dalam drama, bahkan mengambil kesempatan untuk bisa di suapi Sheren.
__ADS_1