Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 104


__ADS_3

Malam yang indah berubah, menjadi pagi yang cerah. Kita tinggal dulu pengantin baru yang masih enggan untuk bangun dari peraduannya, kini kita tengok bagaimana kabar Bella.


Karena Dokter sudah memperbolehkan Bella untuk pulang, kini giliran polisi membawanya ke rutan, dia harus mempertanggung jawabkan semua perbuatannya, Bella di jerat pasal percobaan pembunuhan berencana.


Pagi itu dia di bawa ke ruang interogasi, masih beruntung pihak kepolisian menyediakan kursi roda sehingga memudahkan dia beraktifitas.


Polisi wanita mendorong kursi Roda Bella ke sebuah ruangan, Disana sudah ada 2 orang polisi yang akan menginterogasinya. Polisi tersebut memeriksa dokumen laporan Tentang Bella.


" Nyonya Isabella putri nugraha, atas dasar apa anda ingin membunuh saudari Khumaira larasati aditama?" Tanya Polisi.


" Hahaha, jadi namanya sudah berubah lagi dari nugraha menjadi aditama, sungguh hebat perempuan satu ini." Jawab Bella.


" Jangan mengalihkan perhatian, jawab pertanyaan saya." Tegas polisi.


" Memang sudah seharusnya dia mati, supaya tidak menjadi parasit dalam hidup gue, dia sudah mengambil semua milik gue, harta gue, kakek gue, anak gue, suami gue." Jawab Bella.


" Maksud anda kakek itu Ramon adi Nugraha, kenapa memang sudah terbuktikan kalau dia cucu Mr Ramon. untuk Harta wajar dong kalau cucu nya mendapat bagian, makanya jadi orang jangan serakah." Jawab polisi.


" gue tidak serakah, apa yang seharusnya jadi milik gue harus jadi milik gue, enak saja orang asing mau merebutnya." Jawab Bella, dia belum sadar juga dengan karma yang sudah dia dapatkan saat ini.


" Lalu yang anda sebut anak itu siapa, suami?" Tanya Polisi.

__ADS_1


" Dia sudah membuat gue di ceraikan suami gue, terus anak anak gue membenci gue, itu gara gara kemakan omongan liciknya, Dave juga, dia ayah anak gue tapi malah memilih dia, seharusnya gue yang ibu dari anak anaknya yang lebih dia pilih, lalu siapa yang serakah di sini, semua sudah habis habis." Bella bahkan memukul mukul Pegangan kursi Rodanya.


" Wanita ini mungkin sudah gila, perlu kita panggil dokter jiwa." bisik salah satu Polisi.


" Apa kalian bilang, gila iya saya sudah gila, gila karena sudah di campakkan, coba kalau anda jadi saya ha, anak tidak peduli, suami minta cerai, mantan tidak mau kembali, harta hilang, lalu apa yang anda akan lakukan?" Bella balik bertanya.


" Saya akan introspeksi diri, apa yang salah dalam diri saya nona, apakah yang selama ini saya lakukan benar, dalam data ini tertulis anda bahkan tidak mau mengakui anak anak anda, jadi wajar dong kalau mereka membenci anda, dan disini juga tertulis alasan kenapa Tuan Brian suami anda menuntut cerai, karena dia sudah tidak kuat lagi memenuhi kebutuhan anda yang sudah diatas batas, suami perlu di cintai, di sayangi, bukan menjadi sapi perah, dan beliau sekarang akan menikah dengan orang lain, yang tak lain ibu dari anak kandungnya." Jawab Polisi.


" Apa, jadi dia selingkuh, aaargh." Bella mengacak rambutnya dengan kesal.


" Tuan Brian mengetahui kalau anda mengangkat rahim anda setelah melahirkan Anak anda, karena tidak mau tubuh anda rusak, tapi lihatlah diri anda sekarang, bukan karena hamil atau melahirkan yang mengakibatkan tubuh anda rusak, tapi dari kelakuan jahat anda." Jawab Polisi.


" Sekarang kembalikan dia ke sel, karena percuma kita interogasi, datangkan ahli jiwa saja dan serahkan laporan ini ke kejaksaan, supaya segera di proses, supaya dia tidak lama lama di tempat ini!" Perintah polisi yang satunya yang merupakan kepala polisi daerah tersebut.


Seorang polwan segera memasukkannya lagi ke dalam sel, sebelum membuat para polisi naik pitam dan bertindak kasar padanya.


Di dalam sel ada 4 yang sudah senior di sana, mereka juga menunggu keputusan sidang.


" Lihat ada anak baru, lihat sudah cacat masih masuk penjara, hii tragis sekali hidupnya." sindir salah satunya.


" Diam lo." Bella merasa emosi dan membentak Orang tersebut. Bahkan Polwan tadi juga membawa kembali kursi rodanya, jadi kini Bella cuma terduduk di lantai saja, tpi masih sombong

__ADS_1


" Eh, songong sekali, lihat tu, udah cacat sombong." jawab wanita itu.


" Bisa diam tidak Gue masih berfikir bagaimana cara bagaimana gue bisa keluar dari sini, dasar napi miskin." ucap Bella.


Keempat perempuan itu seketika marah, karena Bella juga menghina mereka miskin.


" Apa lo bilang, miskin, hahaha, lihat lo, lebih menyedihkan daripada Anjing di jalanan." salah satu napi mencengkeram rahang Bella dengan keras, rasanya Sangat ngilu, dan satu lagi menginjak kaki Bella yang baru saja di operasi.


"Arghh, sakit lepasin go blok." Bella mengerang kesakitan tapi tidak ada rasa bersalah dalam Dirinya.


" Apa lo Bilang Go blok?" Tanyanya lagi, tapi dia malah menendang kaki tersebut hingga terbentur tembok penjara.


"Aaa kaki gue," teriak Bella.


Terdapat rembesan darah dari kaki Bella yang masih di perban, ke 4 wanita senior itu segera kembali ke tempatnya, pura pura tidak terjadi apa apa.


Bahkan tidak ada polisi yang melihat kejadian tersebut. Bella masih mengerang kesakitan hingga akhirnya pingsan.


"Bagaimana ini, dia mati apa koid?" tanya salah satunya. Karena penasaran mereka memeriksa nadi Bella yang ternyata masih berdetak.


" Bu bu tolong tolong, ada yang pingsan bu." Teriak mereka minta tolong pada polisi jaga.

__ADS_1


Dengan segera beberapa polwan menghampiri kegaduhan tersebut dan memeriksa Bella. mereka membawa Bella ke rumah sakit bayangkari untuk di tindak lanjuti, sementara ke 4 wanita teman se sel Bella harus membereskan darah yang mengalir di sana.


Mereka lega karena dia masih hidup, kalau mati pasti panjang urusannya.


__ADS_2