
Perasaan Ira sangat lega, hari ini banyak sekali yang bisa dia lakukan, Dia bisa memaafkan orang yang selama ini ingin mengakhiri hidupnya, dia juga bisa menyatukan kakek dan cucu yang saling berseteru, dia juga bisa menyatukan ibu dan anak yang sudah lama tidak bertemu, dia bisa melihat dan membawa banyak orang tertawa sekaligus menangis.
"Thank you mam, mama sudah mempertemukan twins pada mama, hal yang tidak bisa di lakukan papa maupun oma." kara Michael.
" Tapi jangan khawatir ma, mama tetap yang no 1 di hati kami, love you mam." Mike mengecup pipi Ira kiri dan kanan, karena memang Ira duduk di tengah tengah mereka.
" Thank you mau boys, kalian adalah prioritas mama, oh iya mama lupa, tadi papa akan jemput kita untuk melihat rumah baru kita." Kata Ira.
" Siap ma, jadi tidak sabar untuk melihatnya, kakek ikut kan?" tanya Michael.
" Kalian dulu saja, nanti kakek akan hadir saat syukuran pindahan rumah saja."Jawab Ramon.
"Jangan lupa hadiahnya yang banyak ya kek, oh iya Mike, berarti nanti kita akan banyak hadiah dong." Kata Michael.
Mike hanya mengangkat kedua jempolnya tanda setuju.
" Wah kecil kecil sudah belajar memeras ya." ledek Ramon.
" Tidak memeras kek, tapi kita mau bantu mama untuk menghemat, kalau kalian semua pada memberikan hadiah, berarti kami tidak usah membelinya sendiri dan lebih hemat uang, wlek." Ramon ganti di ledek cucunya dengan lucu.
" Hahaha, bisa saja kalian, ternyata jiwa bisnis papa kalian sudah mulai turun ini, bisa gaswat ini Andi, bersiaplah menghadapi pebisnis muda kita." Jawab kakek.
" Benar tuan, memang sepertinya jiwa tuan Dave turun di twins." Andi menimpali.
" Jelas Dong, dari dulu kami ingin sekali seperti papa, dia gagah dan ganteng dengan setelan jasnya." Jawab Michael.
" Dia juga keren waktu memimpin rapat, tidak ada yang berkutik kalai dia sedang marah, keren deh pokonya." Imbuh Mike.
__ADS_1
" keren apanya, yang ada mesum tingkat Dewa." Batin Ira mencebikkan bibirnya, untung saja tidak ada yang melihat.
Mobil tersebut sampai di mansion Ramon yang unik, dan segera beristirahat di ruang keluarga, sambil menunggu Dave menjemput.
Sementara Ira menuju ke kamarnya, dia merasakan sedikit tidak enak badan, punggungnya merasa sedikit ngilu dan perutnya sedikit kram.
Hari ini memang dia cukup sibuk, mungkin saja efek kelelahan, Ira merebahkan tubuhnya ke kasur kamarnya yang empuk. Meluruskan kaki dan badannya. mengambil vitamin dari dalam laci nakas di sana untuk mengurangi rasa nyeri di punggung dan segera mengolesi perut bagian bawahnya dengan minyak kayu putih.
Pas saat itu Dave membuka pintu kamar Ira, dia melihat istri kecilnya berbaring sambil mengoleskan sesuatu di perutnya.
" Assalamualaikum mama sayang." Sapa Dave, dia meletakkan tas kerjanya di meja lalu mendekat.
" Waalaikumsalam." Dengan sedikit meringis Ira mencoba bangun, tapi di hadang oleh Dave.
" Tiduran saja sayang, kamu kenapa sakit?" Wajahmu juga agak pucat? atau lagi hamil mungkin ya?" goda Dave.
" Ih papa, baru saja beberapa hari, masa langsung hamil?" Cemberut Ira.
" Bisa saja sayang, kita sudah seminggu lebih lo menikah, dan aku selalu menumpahkan semuanya di dalam sana." tunjuk Dave dengan Matanya.
Dave mengambil Minyak dari tangan Ira dan menggantikannya, dia mengolesi perut bawah Ira dengan banyak minyak, lalu mengelusnya memberi sensasi pijatan ringan, hingga Ira Rileks, bahkan ketiduran, saking enaknya relaksasi yang Dave lakukan.
Setelah melihat istri cantiknya tertidur pulas, Dave mengambil selimut, menyelimuti Ira sampai batas dada, dia mengecup kening Ira dengan lembut, lalu bergegas untuk mandi.
Dave mengistirahatkan tubuhnya di sofa kamar Ira sambil memeriksa File pekerjaan dia. Twins masuk ke dalam kamar tersebut tanpa mengetuk pintu, untung saja keadaan aman terkendali.
" Pa ma..." Belum sempat Mike meneruskan ucapannya, Dave mengkode mereka untuk diam dan tenang.
__ADS_1
" Syurtttt, mama tidur, dia sepertinya kecapean." Jawab dave dan meminta mereka untuk duduk di sebelahnya.
" Tadi mama bilang katanya mama mau mengajak kita ke rumah baru pa." kata Mike.
" Kita lihat dulu bagaimana kondisi mama ya sayang, tadi pinggang dan perut mama sakit, kalau sudah sembuh, nanti kita ke sana setelah makan malam, kalau belum besok pagi saja ya, besok kan sekolah kalian libur." Jawab Dave.
" ya Sudah besok saja pa, mama pasti capek tu, tadi dia membuat kerak telor dengan kakek Ramon, rasanya enak banget lho." Kata Michael.
" Oh ya, buat papa mana?" tanya Dave penasaran dengan kerak telor yang twins maksud.
" Besok saja kalau papa gak kerja kita buat sama sama, kami akan bantu." jawab Mike.
" oh ya anak anak papa hebat rupanya, memasak juga bisa, oke koki kecil papa, nex kita buat besama sama." Jawab Dave.
" ya sudah kalau begitu, boleh ya nanti malam kami ikut budhe Nila, om Ahmad mas Alfin dan Mas Iwan?" twins minta Ijin untuk bergabung dengan Iwan dan keluarganya.
" memang mau kemana?" tanya Dave.
" Katanya mau ke mall, membeli sesuatu gitu pa, tahu tu tapi buat paman Ahmad." jawab Michael.
" Boleh, tapi tidak boleh nakal dan menyusahkan paman dan budhe ya." Dave berpesan pada kedua anaknya supaya tidak merepotkan kakak, Ira.
" Siap komandan." jawab Keduanya, lalu mereka berdua keluar kamar dengan hati hati dan menutup pintu juga sangat hati hati."
Tak lama kemudian Dave juga menyusul dan. ketemu dengan Ahmad di teras samping, sepertinya dia sedikit bingung dengan kertas kertas yang ada di depannya itu. Dave menghampiri Ahmad dan duduk di sana.
" Sepertinya sibuk sekali mas?" tanya Dave.
__ADS_1
" Dave kebetulan kamu datang, ada yang mau akau tanyakan tentang Rasio ini, aku masih bingung dengan laporan yang berbentuk seperti ini." Ahmad menunjukkan dokumennya dan meminta penjelasan Dave.
Dave memeriksa laporan tersebut, membacanya, lalu dia menjelaskan secara perlahan dan jelas supaya Ahmad cepat mengerti.