Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 110


__ADS_3

Sheren memukul lengan William dan meneruskan kembali menyuapi Twins.


" Dasar modus, wle di cuekin." Ejek Mike.


Tapi Michael membisikkan sesuatu pada Will. " Ayo om ini kesempatan bagus." Michael memberikan satu jempol pada William, untuk memberinya semangat.


William melihat penjual permen kapas dengan berbagai karakter, pemuda itu berencana menembak Sheren dengan permen kapas tersebut, walau kesannya sederhana, tapi dia pengen sesuatu yang lain. Kalau dengan bunga atau coklat sih sudah biasa.


William pergi mendekati penjual permen kapas tersebut, memesan bentuk beruang membawa sebuah hati.


" Pak saya pesan karakter beruang yang membawa hati bisa?" tanya Will.


" Bisa mas, tapi harganya beda ya." jawab Penjualnya.


" siap pak, tapi saya mau yang bagus ya, untuk nembak cewek di sana itu pak." Will menunjuk ke arah Sheren yang masih asyik makan bersama Twins.


Penjual tersebut langsung beraksi memenuhi permintaan William, dia dengan ketrampilan tangannya dengan cekatan membuat sebuah permen kapas dan di bentuk menjadi sebuah beruang besar, dan membuat lagi dengan bentuk hati, kedua model itu lalu di satukan dan di hias dengan cantik.


" 50 ribu mas."Penjual minta tarif 50 ribu untuk request Will. Tapi will membayar permen tersebut dengan dua lembar uang seratusan.


" Sisanya buat bapak, doakan berhasil ya pak." Kata Will.


" Terima kasih mas, semoga di terima dan semangat." Penjual permen tersebut juga menyemangati Will.


Will mendekati Sheren yang masih membereskan peralatan Twins di kagetkan dengan kedatangan Will dengan sebuah permen kapas di tangannya. Will berjongkok di depan Sheren sambil mengungkapkan kata kata manisnya


" Sheren, entah kenapa semenjak mengenal dirimu, aku menemukan sebuah kedamaian hati, kenyamanan, dan akau bisa menjadi diriku sendiri, kelucuan kamu, sifat manja dan polos membuat hati selalu berdebar, kau unik, beda dengan gadis gadis yang selama aku kenal. Entah kenapa sejak saat itu aku selalu ingin melihat senyuman itu di wajahmu, Ku akui kita memang belum lama kenal, tapi apa yang ku katakan adalah kejujuran dari dalam hatiku, dan tidak dapat aku bohongi, bahwa aku selalu mengagumi kamu, dan aku juga ingin kau tahu apa yang selama ini aku rasakan. Sheren, maukah kau menjadi kekasihku, menemaniku melewati waktu dalam hidupku, memberi warna dalam duniaku. Hari ini di taman ini, dengan Twins dan pengunjung taman ini yang menjadi saksi, aku bilang I LOVE U. Jika kau terima perasaanku maka terimalah permen kapas ini, jika kau menolak, maka buang saja dia ke tempat sampah itu." Setelah mengungkapkan semuanya, William memejamkan matanya, takut kalau Sheren menolak, apalagi banyak yang melihat tingkah konyolnya itu.


Banyak komentar yang dia dengar baik mendukung ataupun menjatuhkan dirinya. Sheren menutup mulutnya dengan kedua tangannya, dia tidak menyangka kalau hari ini dia akan mendapatkan kejutan yang luar biasa, pemuda yang dikaguminya ternyata menyimpan perasaan yang sama pada dirinya.


" Terima, terima, terima." Support para pengunjung Dufan, ditambah Dukungan dari si kembar.


Sheren berjalan beberapa langkah menuju ke arah Will, dia pegang permen kapas yang ikut dan lucu itu, seperti beruang karakter kesukaannya.

__ADS_1


" Kak Wil, aku sudah mendengar apa isi hatimu, seperti permen kapas yang manis dan lembut ini, semanis hatimu, aku mau menemani kamu dan mewarnai dunia kamu, ayo kita ciptakan sendiri warna dalam hidup kita." jawab Sheren, dia mengambil permen kapas tersebut dengan senang hati.


William membuka matanya dengan mata berbinar, usahanya tidak sia sia, dengan modal seadanya, dia berhasil mendapatkan hati gadis manja putri konglomerat itu.


William memeluk Sheren dengan erat, bahkan memutar tubuhnya, sambil tertawa manis. semua juga ikut bergembira dengan berhasilnya usaha William, lalu bubar dengan sendirinya.


" I LOVE U Sheren." teriak William, tanpa rasa malu. Sementara Twins menutup kedua mukanya dan malu dengan kelakuan kedua pasangan yang baru resmi jadian itu.


" woi, ada anak kecil di sini, papa mama, anakmu di ajari adegan dewasa di sini pa." ucap Mike sambil berteriak pula, mereka sebenarnya ikut bahagia, tapi bukan Twins namanya kalau tidak jahil.


" Hahaha, thank you boys, semua berkat kalian, hari ini om Wil akan turuti semua kemauan calon ponakan om yang genius ini." will mencubit pipi gembul kedua bocah itu.


Mike membisikkan sesuatu pada kakaknya.


" bagaimana kalau kita ke toko mainan, dan beli karakter tokoh super hero itu." Bisik Mike.


" Oke, aku mau yang versi robot." imbuh Michael.


" Awas kantong kamu akan kempes saat pulang nanti." bisik Sheren.


" Tidak apa apa, aku baru gajian sayang." Jawab William.


" ih belum juga 10 menit jadian sudah sayang sayang." cubit Sheren di pinggang William.


" ih sudah berani nakal ya." goda Will.


" Siapa juga yang nakal, situ saja yang modus." Sewot Sheren.


" Oke nona cantik, kok kalau sewot begitu tambah manis ya." william mencolek pipi mulus Sheren.


" om bawa kami ke toko mainan, kami mau tokoh super hero om." Michael mewakili saudaranya mengajak ke toko mainan.


"Siap pangeran, hamba akan mengantarkan kedua pangeran ke tempat yang pangeran inginkan."Jawab William sambil menirukan gaya sebagai pengawal.

__ADS_1


" jadi sudah ini kita mainnya di sini?" tanya Sheren.


" Sudah, mainan kami lebih penting kak." jawab Mike.


" Oke leta go yuk kita cabut."


Will memimpin jalan, dan mereka segera keluar dari taman bermain tersebut langsung menuju ke toko pusat mainan.


Twins langsung mengajak Will ke area dimana di display semua karakter superhero kesukaan mereka.


"Kami mau set lengkap om, bagaimana?" Twins minta ijin dulu, dia tahu diri kalau harga mainan itu mahal, dan tidak mau menyusahkan Will, jika uangnya tidak cukup.


" Tapi kalau tidak cukup uangnya, kami mau yang seri robot saja om, jangan di paksakan lho ya." kata Michael.


" Kalau begitu kita tanya penjualnya dulu ya, yang seri robot berapa, lalu yang set lengkap berapa." Kata William dengan sabar, dia faham kalau sebenarnya Twins merasa tidak enak hati dengan pilihan mereka, belum tentu mereka berani meminta pada papa mereka.


" mas mas." panggil William.


" Iya kak ada yang bisa di bantu?" kata penjual.


" Kami mau tanya set mainan ini, kalau versi lengkap berapa, dan versi robot saja berapa?" Tanya William.


" Oh yang ini ya tuan, kalau lengkap 15 juta kalau versi robot saja 5 juta." Jawab Penjual.


" Robot saja om, nanti sisanya kami akan minta ke papa saja." jawab Kedua bocah tersebut.


" Oke baiklah, om ikut kata kalian, kalau versi lengkap, om juga mau kok membelikannya." jawab William.


" enggak om, robot saja sudah cukup, ini juga bisa di pakai bersama, isinya juga tidak cuma satu." jawab Michael


William mengelus kepala keduanya dengan bangga, ternyata dia tidak mau menggunakan kesempatan bagus ini untuk memenuhi keinginan mereka.


" saya mau set lengkap 1 ya mas, tolong di bungkus dengan rapi." William malah membelikan mainan tersebut lengkap satu set, tanpa kurang satupun.

__ADS_1


__ADS_2