
Ira langsung masuk dan mencari ibunya. Mereka melepas rindu, kebetulan Laksmi sedang berkebun dengan Nila.
" Ah dasar ibu, orangnya rajin dan tidak bisa diam, mereka ada saja kegiatannya."
Ira mendekati keduanya yang asyik menanam bunga.
" Assalamulaikum bu, mbak Nila." Salam Ira.
" Wah penganten baru sudah pulang saja dari bulan madu, bagaimana enak tidak? enak dong masak enggak." Kata Nila bercanda.
" Ah mbak Nila bisa saja. ayo Ira bantu." Mereka akhirnya asyik berkebun sampai Ramon datang.
Mereka mengakhiri kegiatannya dan masuk ke dalam, hari juga sudah siang.
mereka ngobrol di ruang keluarga, menunggu makan siang. sedang Nila menjemput Iwan dan twins.
Ira mulai membicarakan masalah Bella pada kakeknya.
" Kek, Ira baru saja dari kantor polisi." Ira memulai percakapan mereka.
" Untuk apa kau kesana, dia sudah menyakitimu nak." Jawab Ramon.
" Enggak kek, maklumlah kalau mbak Bella iri pada Ira, karena tiba tiba Ira datang ke kehidupan kakek dan mengaku cucu kakek juga, selama ini yang dia tahu kalau dia adalah cucu perempuan kakek satu satunya, mungkin kalau Ira jadi mbak Bella, Ira juga punya perasaan yang sama seperti dia. Dalam hatinya mbak Bella sangat menyayangi kakek, tadi di sana mbak Bella menceritakan hari hari seru dan bahagia ketika bersama kakek, mbak Bella ingat semuanya." Ira mendekati kakeknya, meraih tangan keriput itu dengan lembut.
" Dia merindukan masa masa itu kek, dia sangat ingat kalau kakek akan diam diam memberi mbak Bella lolipop di sela hukumannya, dia juga ingat kalau kakek marah dia akan berdiri di pojokan untuk merayu kakek, kakek adalah panutan dan kesayangannya, dia ingat dan tahu semuanya kek, bukan sepenuhnya kesalahan mbak Bella kalau menjadi anak yang manja dan egois, kedua orang tuanya yang terlalu memanjakan dia, membentuk karakter Bella yang baru."
" Dasar anak itu, dulu dialah yang menghibur kakek saat kakek ingat nenek dan ibumu, dia dengan tingkah konyolnya, bagaimana keadaannya, apakah masih sombong dan arogant?" tanya Ramon.
__ADS_1
" Dia sudah menyadari semuanya, dia ingin sekali bertemu dengan keluarganya, tapi seakan akan kita yang menjauh darinya, mbak Bella butuh uluran tangan kita untuk membuatnya kuat dan tangguh, jangan menghindar."
Ira memeluk Ramon, Ira tahu kakaknya juga sedih dan sangat menyayangi Bella.
" Bagaimana kalau nanti sore kita besuk dia kek, ingin sekali Ira cabut tuntutan itu."
" Jangan nak, biarlah dia mematuhi hukum yang berlaku dan menjalankan sesuai prosedur, kalau kita terus membela dan memaafkannya, maka hal yang dulu bisa terulang lagi, dia akan berfikir kalau, nanti dia berbuat salah, semua pasti akan memaafkan, biarkan dia belajar di sana." Ramon mencegah Ira mencabut tuntutannya, jawaban Ramon sama dengan yang Dave katakan.
" Kakek akan membesuk dan memberi dia dukungan dan semangat, tapi jangan di bebaskan, biar hukum sendiri yang membebaskan dia." Jawab Ramon.
" Baiklah kalau begitu kek, Ira nurut saja, bagaimana kalau kita buatkan makanan kesukaan dia waktu kecil kek, Mbak Bella pasti senang sekali dan kalian bisa bernostalgia bersama." kata Ira
" Itu ide yang bagus, dia suka sekali kerak telor buatan kakek." Jawab Ramon.
" Oh ya, kakek bisa membuat kerak telor,? Ira juga mau dong di buatkan." kata Ira.
" Siap, nanti Ira yang akan bantu kakek, kita akan saling bekerja sama, kita akan berperan jadi tukang kerak telor, kerak telor kerak telor gurih anget anget, makanan khas betawi." Kata Ira sambil bercanda.
Ramon terkekeh mendengar Ira menirukan gaya tukang jajan kaki lima, dan mengelus kepala Ira.
Ramon meminta Art untuk mencari peralatannya yang sudah lama tidak dia pakai, gara gara Ira dan Bella, akhirnya dia mau menggunakan alat alat itu lagi.
" Ya sudah, sekarang Ira mau bantu ibu di dapur, oh ya jangan lupa bawa juga permen lolipop andalan kakek." Ira Mengerlingkan sebelah matanya sambil berjalan ke dapur, bersiap berperang dengan wajan dan spatula.
Di Aditama grub
Brian datang ke kantor Dave, memenuhi undangan yang pernah Dave berikan padanya, Dia akan terima tawaran Dave untuk mengelola kantor cabangnya.
__ADS_1
" Apa kabar bi?"
" Baik Dave, maaf baru bisa datang, aku harus selesaikan semua dulu." Brian minta maaf atas keterlambatannya.
" Tidak apa apa, aku faham dan tidaklah mudah melakukan semua yang seperti kamu lakukan saat ini, butuh keberanian dan tekad yang kuat." Kata Dave.
" Bagaimana nih kabarnya pengantin baru, aku lihat tambah fresh dan lebih muda, atau dampak punya istri masih muda kali ya." Brian mulai dengan candaannya.
" Hehe, mungkin saja, aku juga merasakan jiwaku terasa lebih muda." Jawab Dave.
" Gimana sudah otw belum Dave juniornya, pasti tiap hari lembur dong, aku saja yang cukup sekali celup sudah jadi tu fabian."
" Sama bi, sekali celup tidak sadar pula, dapat kembar lagi." Dave tidak mau kalah, hingga mereka tertawa bersama, mengulang masa masa dulu sewaktu mereka masih menjadi sahabat.
Mereka akhirnya membicarakan masalah bisnis, Dave juga menepati janjinya, kalau akan memberi Brian kesempatan mengelola perusahaan cabangnya, dan memberikan jabatan Direktur yang kebetulan kosong pada Brian.
" Terima kasih atas kepercayaan kamu ini, aku janji akan melakukan yang terbaik untuk perusahaan dan tidak akan mengecewakan kamu."
"Terimakasih dan aku pegang janjimu itu, dan selamat bergabung di Aditama grub." Dave mengulurkan tangannya, dan di terima dengan baik oleh Brian, lalu mereka berpelukan, saling menguatkan satu sama lain.
" Oh ya, tadi pagi aku baru saja membesuk Bella di rutan, awalnya sih males, tapi karena keinginan kuat istri Gue, akhirnya gue setuju, kondisinya sekarang sangat memprihatinkan, dia kurus dan kusut, serta baru kali ini gue melihatnya menangis bahkan tersedu sedu di dalam pelukan Ira."
" Iya bro, gue juga akan membesuknya, biar bagaimanapun juga, gue juga turut andil membentuk jiwa egoisnya, gue selalu turuti apa yang dia inginkan, dan membuatnya jatuh lebih dalam." Jawab Brian.
" Iya bro, dia sudah sadar dan semoga di sana dia bisa menjadi lebih baik dan lebih tangguh, benar Ira bilang, kalau kita harus memberikan dukungan dan semangat padanya." imbuh Dave.
Kedua pria tersebut berjanji akan memberikan semangat dan dukungan mereka pada Bella, biar bagaimanapun juga, baik Dave maupun Brian pernah menautkan hatinya pada Bella dan sudah berjasa pada mereka.
__ADS_1