
Bella mengadakan pertemuan dengan seseorang berbadan kekar di sebuah kafe, orang ini merupakan salah satu kepercayaan Brian sewaktu berbisnis dengan tidak halal
" Apa Kabar nona Bella yang cantik?" sapa Baron, sambil mencium punggung tangan Bella.
"Duduk."
" Adakah pekerjaan untuk saya nona?" Ucap Baron.
Bella mengeluarkan sebuah foto Ira, yang dia dapatkan sewaktu di sekolah Twins.
" Lo habisi perempuan di foto ini, terserah mau lo apain, perkosa, siksa yang penting endingnya dia end." ucap Bella penuh dengan kebencian.
" Wiih cantik begini harus di habisi nona, bagaimana kalau istriku saja, kasihan banget." Jawab Baron sambil memandang foto Ira dengan Intens.
" Apa cantik katamu, perempuan kampungan seperti itu di bilang cantik, buta lo ya." Sewot Bella.
" Wah rupa rupanya ada yang cemburu dengan ini cewek, oke deh nona Bella, tugas sesuai dengan imbalan yang saya dapatkan, seperti biasa harga istimewa untuk pelanggan istimewa." Kata Baron.
"Iya, upah sesuai dengan hasil yang gue peroleh, ini dpnya."Bella mengeluarkan sebuah amplop coklat hasil dari menjual salah satu koleksi berlian ya.
Baron memeriksa uang tersebut, terdapat 30 juta cash di sana, belum pelunasannya nanti.
" Serahkan semuanya pada Baron nona, oh ya bagaimana kabar tuan Brian, sudah lama tidak mencari saya?" Tanya Baron.
" Sudah pergi, semua penderitaan gue berawal dari perempuan udik ini, gue tidak akan membiarkannya hidup." Ucap Bella
" Dua hari lagi akan ada konferensi pers yang diadakan Pt Angkasa, perempuan itu akan ada di sana, ini adalah kesempatan yang bagus, tapi ingat penjagaannya sangat ketat, aku tidak mau ada kata gagal dalam misi kali ini." Bella mengingatkan pada Baron.
" Sudah berapa lama anda mengenal saya, dan apa ada kata gagal dalam tugas saya." Jawab Baron optimis.
" Oke gue percaya pada kemampuan lo, sisa uangnya setelah tugas lo beres." Imbuh Bella.
" Baron membenarkan kerahnya meyakinkan kalau akan sesuai ekspektasi.
__ADS_1
Setelah menerima uang dan meminum minuman Bella, Baron meninggalkan kafe tersebut.
Di lain tempat, Dave menjemput calon pengantinnya untuk fitting baju pengantin dan kebaya untuk acara pernikahan mereka. Ira memakai dress di bawah lutut dan memakai sedikit make up, Gadis belia ini tampak sangat cantik di mata Dave. Ira menemui Dave yang sudah menunggu di ruang tamu.
" Mas Dave, maaf menunggu lama." Ucap Ira, membuyarkan lamunan Dave.
" Selama apapun mas Dave akan setia menunggu."Gombal Dave. sontak Ira mencubit pinggang Dave.
" ih Gombal."
" Kapan mas menggombal, ini benar sayang, ayo kita berangkat, oh iya dimana ibu dan yang lainnya?" Tanya Dave kerena mansion tersebut nampak sepi, cuma Ramon yang menemani dia mengobrol tadi.
" Ibu dan mbak Nila di minta ke salon, untuk memilih gaun, dan perawatan, ayah dan Mas Ahmad, ke kantor bersama pak Satria." Jawab Ira.
Setelah pamit pada Ramon keduanya keluar dari mansion, Dave meraih tangan Ira dan menggandengnya dengan lembut.
"Kamu cantik sekali sayang, jadi tidak sabar menunggu hari itu." Bisik Dave.
"Ngeres bagaimana, ini sudah steril sayang."Dave ngeles.
"Ah sudah ayo nanti oma nunggunya lama lagi, apa twins juga ikut?" Tanya Ira.
"Iya mereka berangkat dengan mama, anak anak sangat pengertian memberikan kesempatan papanya untuk lebih dekat dengan calon istri papanya yang pemalu ini." goda Dave sambil membukakan pintu mobil untuk Ira.
"Terima kasih tuan Dave, love u." Ira segera masuk ke dalam mobil dan duduk manis di kursi penumpang, tapi Dave malah memasukkan kepalanya ke dalam mendekatkannya ke muka Ira.
" Bilang apa tadi, mas tidak dengar." Dave pura pura tidak mendengarnya, padahal hatinya sangat berbunga bunga.
"Tidak bisa di ulang tuan, jam berputar ke kanan dan tidak bisa di putar kembali." jawab Ira.
" Wah sudah mulai pintar mengelak ya nona."Goda Dave.
Dave mencium pucuk kepala Ira, dia sangat menghormati Ira, dan tidak mau membuat calon istrinya kecewa, kalau dia main nyosor saja.
__ADS_1
" Love you to bunda Ira." Jawab Dave, lalu Dave menutup pintu penumpang tersebut lalu dia masuk lewat pintu kemudi, Dave melihat muka Ira yang memerah bagaikan udang rebus, lalu memperhatikan Sabuk pengaman Ira yang belum terpakai, jadi ingin menggoda Ira lagi.
Dave mendekatkan tubuhnya ke Arah Ira, semakin dekat dan dekat, bahkan nafas Dave berhembus hangat di muka Ira. Dengan spontan Ira memejamkan kedua matanya dan merapatkan tubuhnya di jok kursi penumpang. Ira sampai menahan nafasnya dengan tegang, jantungnya berdebar sangat kencang.
Tapi yang ada di otak Ira ternyata tidak benar, Dave Meraih sabuk pengaman di sebelah kirinya dan memasangkannya dengan benar.
" Pakai dulu sabuk pengamannya dengan benar dik." sindir Dave.
Ira sontak membuka matanya dan merasa sangat malu dengan apa yang ada di pikirannya.
" Mas."
" Hemm, jangan ngeres/ kotor fikirannya, nanti kalau sudah sah, jangankan menciummu, memakan mu juga pasti akan aku lakukan, tapi sabar dulu ya sayang, hehe." Kekeh Dave, dia berhasil membalas ira.
Ira langsung menggelitik Pinggang Dave dengan gemes.
" Auh sayang, geli, aduh aduh."
" Sukurin, dari tadi mengerjai Ira terus, gemes deh jadinya, perasaan Pak Dave yang aku kenal tidak genit seperti ini."Cemberut Ira.
Dave menunjuk dirinya yang di katakan genit.
" Aku genit sayang, ah perasaan enggak deh, atau adik Khumaira yang membuat Mas Dave jadi genit deh." Jawab Dave dengan Senyuman manisnya, membuat siapa saja yang melihatnya akan tergoda.
" Awas ya kalau mas Dave kalau mas Dave suka genit dan senyum senyum begitu, tak jewer telinganya." sewot Ira.
" Siap ibu Ratu, cuma ibu ratu yang akan mendapatkan senyum menggoda ini setiap saat, supaya tambah sayang bunda ratu pada papa."
" Ih Dari tadi menggombal terus, kapan berangkatnya, kasihan Oma dan Twins sayang." Ira segera menutup mulutnya karena keceplosan.
" lets go, sebuah kata yang papa tunggu sudah keluar." ucap Dave.
Dave segera memacu kuda besinya dengan kecepatan sedang, dia belum ingin momen berdua dengan pujaan hatinya segera berakhir.
__ADS_1