Pengasuh Si Kembar

Pengasuh Si Kembar
Episode 68


__ADS_3

Ramon yang mendapatkan berita kalau Laksmi pingsan dan di bawa ke rumah sakit juga langsung menuju ke jawa timur, dia sudah membereskan beberapa tikus di perusahaannya dan sekarang tidak sabar untuk bertemu putri semata wayangnya sebelum terlambat.


" Tuan saya mendapatkan kabar dari kampung halaman nona Laksmi, beliau tadi pagi pingsan dan di larikan ke rumah sakit." Andi melaporkan keadaan Laksmi.


" Siapkan penerbangan ke sana sekarang juga, kamu Satria segera urus tikus tikus yang ada di sini dan kau Andi, temani aku ke sana !" Perintah Ramon pada kedua asistennya.


Andi segera menyiapkan semuanya dan menemani Ramon. Kira kira jam 12 siang mereka sudah mendarat di bandara Internasional Juanda. Dan di jemput oleh mobil mewah berangkat menuju ke desa tempat Laksmi tinggal. Andi juga menghubungi Susi, di rumah sakit mana Laksmi di rawat.


Sementara Si Luna anak dari paman Ira, sesampainya di rumah, dia segera menyebar gosip miring tentang Ira.


" Eh tahu tidak, kalian Ira itu kerja apa di Jakarta." Kata Luna pada para gadis yang ada di desa, kebetulan ada kafe baru buka di sana dan pada ngumpul, jadi lebih mudah dalam menyebarkan berita, apalagi berita buruk.


"Kabarnya ikut bu Suci, yang sapinya banyak itu lho."


" iya katanya sih begitu." jawab lainnya.


" apa kalian tidak curiga bu Suci itu kerja apa, masak jadi pembantu di jakarta bisa memiliki penghasilan lebih dari yang di luar negeri, trus tadi aku baru dari rumah sakit menjenguk Ibu Si Ira, di sana ada Ira, coba kalian bayangin kerja apa coba yang 2 bulan belum genap, sudah punya iphone pro max 13, trus tasnya gucci, pakaiannya saja keluaran butik, coba tebak apa pekerjaannya, dan tadi ada yamg telpon pakai panggilan sayang sayang segala." Ucap Luna.


" Atau jangan jangan jadi wanita jalank, terus bu Suci itu ternyata muci kari nya, secara Ira kan Cantik pasti pelanggan nya banyak."

__ADS_1


" Aku juga berfikir begitu, pikirkan saja, sebelum berangkat si bu Suci itu juga sudah mengeluarkan uang besar untuk memulangkan Si Ahmad. kalau cuma jadi pembantu atau pelayan, pasti gaji dia akan habis untuk mengembalikan uang itu." Imbuh Luna.


Jadi hari itu pokok pembicaraan mereka adalah Ira, bahkan memasukkan berita tersebut ke grub sekolah. Mereka merencanakan sesuatu untuk Ira dan mempermalukan Ira di acara Reuni Sma beberapa hari lagi.


"Kita undang saja dia dan kita bongkar semua kebusukannya di reuni besok." Ide salah satu teman Sma Ira dan yang lain setuju dengan ide tersebut.


Sementara di rumah sakit, bapak sudah datang, jadi mas Ahmad akan gantian pulang untuk mandi dan memberi makan sapi bu Suci. Dokter memberi tahukan kalau besok pagi jam 8, bu Laksmi akan di operasi, Dono juga minta ijin untuk kembali ke Jakarta setelah menengok bu Laksmi sebentar.


" Nduk siapa laki laki tadi?" Heran pak Budi.


" Namanya pak Dono,beliau sopir pribadi dan asisten kedua pak Dave." Jawab.


" Pak Dave itu, majikan Ira sekaligus calon mantu kita pak, orangnya ganteng, tadi ibu sudah lihat fotonya dan ngobrol di telpon, dia duda anak 2." Jawab Laksmi.


" Kamu sudah dewasa nduk, ayah percaya sama kamu, semoga pilihan kamu tepat, tidak seperti si Deni itu, oh ya Deni dan Vania seminggu lagi menikah, karena Vania sudah hamil duluan, dan si Deni sekarang nganggur, dia di pecat dari pekerjaannya karena ketahuan mencuri material dan di jual ke luar, alasannya untuk membelikan perlengkapan make up Vania yang mahal." Jawab P Budi.


" Ira akan jaga diri yah, Ira tidak akan menyerahkan harta Ira yang paling berharga sebelum menikah, meskipun suami Ira bukanlah perjaka, tapi Ira akan tetap berkomitmen."


" Bagus nak, lagian itu adalah dosa besar, dan itulah salah satu alasan kenapa agama kita mengharamkan Zina dan bahkan memberi sangsi yang berat, dari segi sosial, wanita yang paling di rugikan,bagaimana kalau si pria tidak mau bertanggung jawab, banyak dampak yang akan di tanggung si wanita, dia bisa di kucilkan, bisa hamil. dari segi kesehatan juga, bisa menyebabkan sakit kelamin, dan berdosa pastinya." P Budi menasehati Ira, tentang bahaya Zina.

__ADS_1


"Iya pak, Ira akan selalu ingat akan semua nasehat ayah." ucap Ira.


" Yah besok pagi, ibu akan di operasi, pengangkatan tumor yang ada di perut ibu." Ira memberitahu ayahnya kalau besok pagi ibunya akan di operasi .


" Operasi, tumor, ja jadi ibu sakit tumor, bukan asam lambung?" tanya pak Budi kaget.


" Asam lambung juga pak, dan nanti bisa segera sembuh kalau penyakit utamanya segera di ambil." Jawab Ira.


" Tapi uang dari mana kita nduk, pasti biayanya mahal." Jawab P Budi.


"Ayah jangan khawatir, yang penting kita berdoa kepada Allah supaya operasi berjalan lancar, dan nanti mulai jam 8 malam,ibu harus berpuasa."Kata Ira.


" Iya, kita serahkan semuanya pada Allah. Allah yang mengirimnya, dan atas kuasanya juga Allah yang akan mengambilnya lagi, kita sebagai manusia cuma berusaha, tapi nak uang dari mana, biaya semua ini?"


"Tadi sebelum berangkat kemari, pak Dave memberi Ira Atm, dan bisa di gunakan untuk perawatan ibu, Ira juga sudah minta ijin ke dia yah." Jawab Ira.


" Tapi kamu jangan pernah memanfaatkan kebaikan beliau, kalian belum menikah, bapak tidak mau kalau mereka beranggapan kita ini hanya memanfaatkan mereka."Jawab p Budi.


" Nggih, Ira faham yah."

__ADS_1


Mereka gantian untuk sholat ashar dan mandi dan kembali menunggu Bu Laksmi.


__ADS_2